ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Mungkinkah Penularan Virus Corona Terjadi Lewat Kentut?

Dipublish tanggal: Apr 20, 2020 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mungkinkah Penularan Virus Corona Terjadi Lewat Kentut?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Virus corona COVID-19 sangat mudah menular lewat droplet saat bersin maupun batuk, atau menyentuh wajah setelah memegang benda-benda yang terkontaminasi.
  • Dokter asal Australia menyebut bahwa kentut bisa menjadi media penularan virus corona, karena virus ini juga ditemukan pada feses pasien positif.
  • Selain tumbuh subur di saluran pernapasan, saluran pencernaan juga menjadi lingkungan yang ramah untuk virus corona. Mulai dari sel kelenjar epitel lambung, usus 12 jari, hingga anus (rektum).
  • Para pakar mengungkapkan sangat kecil kemungkinan seseorang akan tertular virus corona lewat kentut. Hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
  • Para ilmuwan mengungkap bahwa coronavirus dapat menyebar melalui aerosol yang berasal dari kotoran. Maka, selalu tutup penutup toilet duduk terlebih dahulu sebelum menekan tombol flush untuk mencegah penyebaran bakteri di permukaan kamar mandi.

Menjaga jarak fisik alias physical distancing menjadi hal paling penting untuk mencegah penularan virus corona. Pasalnya, virus yang satu ini sangat mudah menular lewat droplet saat bersin maupun batuk, sehingga bila berdekatan bisa meningkatkan risiko penularan. Namun, masyarakat sempat dihebohkan dengan informasi bahwa virus corona juga bisa ditularkan lewat kentut. Benarkah demikian?

Awal mula virus corona disebut bisa menular lewat kentut

Beberapa waktu lalu, seorang dokter asal Australia bernama Andy Tagg menyebutkan bahwa kentut bisa menjadi media penularan virus corona COVID-19. Pernyataan kontroversial ini sontak saja membuat masyarakat jadi heboh.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Dugaan ini bermula dari penemuan virus corona dalam tinja pasien positif. Melansir dari laman The Sun, dr. Andy Tagg menemukan adanya virus corona pada feses 55% pasien COVID-19.

Kentut merupakan angin atau gas yang keluar lewat anus. Meski terkadang berbau tak sedap bahkan mengeluarkan bunyi yang memalukan, kentut merupakan pertanda bahwa sistem pencernaan Anda bekerja dengan baik.

Namun, saat buang gas alias kentut, ternyata ada partikel kotoran kecil yang juga ikut keluar bersama udara. Nah, partikel kotoran itulah yang dapat menyebarkan bakteri.

Benarkah penularan virus corona bisa terjadi lewat kentut?

Untuk mengetahui ada atau tidaknya virus corona dalam tubuh, pasien perlu melakukan swab test guna mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan. Sebab, di kedua lokasi itulah tempat virus bereplikasi atau berkembang biak.

Baca Selengkapnya: Prosedur Tes Corona COVID-19 dengan Metode PCR, Ini Tahapannya

Selain pada lendir hidung atau tenggorokan, SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19 ternyata juga terdeteksi dalam feses. Bahkan pada pasien positif corona yang tidak bergejala, virus corona ditemukan ada pada feses 17 hari sejak awal pajanan. Setelah pasien dinyatakan negatif corona pun, virus ini masih ada di feses beberapa pasien.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Tak hanya tumbuh subur di saluran pernapasan, saluran pencernaan ternyata juga menjadi lingkungan yang ramah untuk virus corona. Protein ACE2 yang banyak terdapat pada sel kelenjar epitel lambung, usus dua belas jari (duodenum), hingga anus (rektum) diketahui menjadi reseptor sel untuk SARS-CoV-2. Hal ini memudahkan virus corona masuk ke dalam sel inang.

Meski begitu, para pakar mengungkapkan sangat kecil kemungkinan seseorang akan tertular virus corona lewat kentut. Para ahli juga masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa banyak jumlah virus yang bisa masuk ke tinja, berapa lama virus bertahan di feses, dan menular atau tidaknya virus corona lewat feses.

Tetap jaga kebersihan diri untuk cegah penularan virus corona

Meskipun virus corona belum tentu bisa menular lewat kentut, Anda tetap perlu menjaga kebersihan diri. Hal ini mengingat bahwa coronavirus juga dapat ditemukan dalam kotoran atau feses.

Dr. Sarah Javis selaku direktur klinis dari Patientaccess.com melaporkan bahwa 1 dari 10 pasien mengalami diare sekitar 1-2 hari sebelum muncul gejala lain, seperti batuk atau demam. Karena itu, berhati-hatilah saat menggunakan atau membersihkan toilet yang sama dengan penderita COVID-19.

Setelah buang air kecil maupun buang air besar, pastikan Anda menutup tutup toilet duduk terlebih dahulu sebelum menekan tombol flush. Sebab jika tidak, dorongan air saat flushing dapat menyebarkan bakteri di permukaan kamar mandi. Para ilmuwan mengungkap bahwa coronavirus dapat menyebar melalui aerosol yang tercipta dari kotoran.

Cara penularan virus corona yang paling utama tetap dari menghirup droplet atau menyentuh wajah setelah memegang benda-benda yang terkontaminasi. Maka itu, pastikan untuk selalu mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik. Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan. 

Jangan lupa bersihkan permukaan benda-benda yang sering disentuh, misalnya gagang pintu, pegangan tangga, meja, hingga saklar lampu. Gunakan cairan disinfektan dan bersihkan secara rutin untuk membantu membunuh virus yang menempel.

Baca Selengkapnya: Agar Tak Tertular Virus Corona, Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh Benda Ini

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Medpage Today. Study: COVID-19 is Also Spread by Fecal-Oral Route. (https://www.medpagetoday.com/infectiousdisease/covid19/85315). 9 Maret 2020.
American College of Physicians. COVID-19 found in sputum and feces samples after pharyngeal specimens no longer positive. (https://www.sciencedaily.com/releases/2020/03/200330110348.htm). 30 Maret 2020.
CDC. Water and COVID-19 FAQs. (https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/php/water.html). 3 April 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app