GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Apakah Hand Sanitizer Aman untuk Bayi?

Dipublish tanggal: Sep 17, 2020 Update terakhir: Agu 18, 2021 Waktu baca: 2 menit
Apakah Hand Sanitizer Aman untuk Bayi?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Manfaat hand sanitizer dapat menjadi pilihan praktis untuk membersihkan tangan jika tidak bisa mencuci tangan dengan sabun dan air bersih;
  • Penggunaan hand sanitizer pada orang dewasa bisa jadi solusi selama pandemi COVID-19, tetapi perlu diperhatikan penggunaannya pada bayi;
  • Kandungan alkohol hand sanitizer yang tinggi bisa menimbulkan masalah pada kulit bayi, ada baiknya menggunakan hand sanitizer tanpa kandungan alkohol;
  • Penggunaan hand sanitizer dengan kandungan alkohol pada bayi dan anak harus dengan pengawasan orang tua agar aman digunakan;
  • Klik untuk membeli produk antiseptik seperti hand sanitizer dan perlengkapan new normal melalui HDMall. Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD;
  • Temukan dan booking ragam paket tes COVID-19 dan pemeriksaan kesehatan lainnya di HDMall dengan harga bersahabat dan tenaga medis berkualitas.

Menjaga kebersihan dan kesehatan anak tentu jadi prioritas orang tua, terlebih selama pandemi COVID-19 seperti sekarang. Penyebaran virus corona dapat terjadi melalui droplet penderita yang mungkin menempel di bagian permukaan benda yang disentuh. Anak-anak kita tak luput dari risiko infeksi jika menyentuh bagian wajah, seperti mata, mulut, dan hidung, dengan tangan yang masih kotor. 

Itulah sebabnya, disiplin menerapkan protokol kesehatan sangat penting karena dapat menekan penyebaran virus. Selain memakai masker dan menjaga jarak, cuci tangan juga efektif untuk melindungi tubuh dari paparan COVID-19.

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan New Normal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 1

Penggunaan hand sanitizer juga seringkali dianggap menjadi pilihan yang praktis jika tidak bisa mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Hand sanitizer merupakan cairan pembersih tangan yang memiliki kandungan alkohol dan biasa digunakan untuk membersihkan tangan, terutama ketika sedang berada di luar rumah.

Baca juga: Ini Waktu yang Tepat untuk Cuci Tangan Pakai Hand Sanitizer

Amankah penggunaan hand sanitizer pada bayi?

Penggunaan hand sanitizer pada orang dewasa pada umumnya tidak menimbulkan masalah. Lain halnya dengan bayi. Jika memungkinkan, hindari penggunaan hand sanitizer pada bayi. Kulit bayi yang lembut masih sangat sensitif sehingga pemakaian hand sanitizer berpotensi menimbulkan masalah seperti iritasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyarankan untuk mencuci tangan bayi dan anak-anak dengan sabun dan air bersih. Itu merupakan langkah terbaik untuk melindungi anak-anak Anda dari paparan virus atau kuman penyebab penyakit.

Jika memang terpaksa harus membersihkan tangan bayi dengan hand sanitizer, perhatikan takarannya. Cukup gunakan sedikit cairan hand sanitizer dan gosok tangan bayi secara perlahan hingga kering. 

Baca juga: Cara Atasi Kebiasaan Cuci Tangan yang Bisa Sebabkan Kulit Kering

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Bagaimana jika hand sanitizer masuk ke mulut bayi?

Umumnya, penggunaan cairan pembersih hand sanitizer dalam jumlah sedikit tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi anak. Anda hanya perlu mengusap atau mengelap mulut yang terkena hand sanitizer dengan kain bersih. 

Lain soal jika anak Anda memasukkan atau menelan hand sanitizer dalam jumlah cukup banyak. Hal tersebut bisa menyebabkan iritasi pada mata, muntah, sakit perut, batuk, dan berbagai gejala yang tidak biasa sehingga Anda harus segera memeriksakannya ke dokter atau rumah sakit terdekat. 

Cara aman penggunaan hand sanitizer pada bayi

Campuran alkohol pada hand sanitizer umumnya cukup tinggi, yakni 60-70 persen sebagai antiseptik pembersih tangan, sebisa mungkin jangan sampai terjilat atau tertelan oleh bayi. 

Sebagai alternatif, Anda bisa mencari hand sanitizer yang tidak mengandung alkohol (alcohol free) untuk digunakan pada tangan bayi atau anak. Cara kerja hand sanitizer non-alkohol dan yang mengandung alkohol memang berbeda. Akan tetapi, keduanya tetap mampu membersihkan tangan. 

Baca juga: Manfaat Antiseptik dalam Mencegah Kuman Penyakit

Manfaat hand sanitizer hanya sebagai perlindungan sementara sehingga usahakan agar anak tidak memegang bagian wajahnya. Setelahnya, anak tetap harus mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sesegera mungkin. Hindari pula botol hand sanitizer dari jangkauan anak-anak karena penggunaannya harus dalam pengawasan orang tua.

Kedisiplinan orang tua dalam menjaga kebersihan diri sendiri juga akan berdampak bagi kesehatan anak. Jangan lupa bahwa bayi dan anak-anak masih sangat bergantung pada orang tuanya. Disiplin menerapkan pola hidup sehat tak lagi hanya bicara tentang kesehatan Anda, tetapi juga anak-anak Anda.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Firstcry Parenting. Hand Sanitizers and your Baby: Safe or Dangerous? (https://parenting.firstcry.com/articles/hand-sanitizers-and-your-baby-safe-or-dangerous/).
NDW Government Health. Hand sanitiser safety and children (https://www.health.nsw.gov.au/news/Pages/20200412_01.aspx).

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app