Paroxetine : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 814.772 orang

Apakah Paroxetine?

Paroxetine berdampak pada senyawa kimia dalam otak yang mungkin tidak seimbang pada pasien dengan depresi, kecemasan atau gangguan lain. Termasuk dalam golongan  obat anti depresi yang disebut selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).

Banyak digunakan pada perawatan depresi karena manfaatnya yang meningkatkan hormon serotonin dalam tubuh dan melepasnya ke otak pada pasien obbssesive compulsive disorder (OCD), gangguan kecemasan, gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, gangguan kecemasan umum, post premenstrual dysphoric disorder (PMDD) atau post traumatic stress disorder (PSTD).

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Efek samping Paroxetine

Laporkan gejala baru atau yang makin memburuk pada dokter seperti: kelakuan atau suasana hati yang berubah, cemas, panik, masalah tidur, merasa terganggu, mudah marah, agresif, sulit istirahat, terlalu aktif secara mental atau fisik, makin depresi, memiliki pemikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri.

Efek samping yang sering dan mungkin terjadi pada pasien pertama kali menggunakan paroxetine adalah:

  • Impotensi, kesulitan mengalami orgasme, penurunan keinginan seksual
  • Mulut kering, sering menguap
  • Sembelit dan kehilangan nafsu makan
  • Gangguan masalah tidur (insomnia)
  • Keringat, cepat, gemetar
  • Lelah, ngantuk, pusing
  • Penurunan daya lihat

Efek serius yang juga mungkin terjadi adalah:

  • Reaksi kulit yang buruk - kulit rasa panas dan kelupas, demam, sakit tenggorokan, bengkak pada wajah dan lidah, rasa terbakar pada mata, kulit rasa sakit yang diikuti oleh ruam merah atau ungu yang menyebar pada bagian wajah atau tubuh bagian atas.
  • Reaksi tegang yang parah - pingsan, gemetar, detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, bingung, keringat, demam, otot kaku.
  • Tingat sorotonin tinggi dalam tubuh  - merasa terganggu, halusinasi, demam, mual, muntah, diare, hilang kordinasi, pingsan
  • Mudah memar, pendarahan tidak normal pada dubur, vagina, mulut atau hidung, atau batuk berdarah
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Sakit yang tidak biasa pada tulang, bengkak, memar
  • Penglihatan kabur, penglihatan menyempit, sakit mata atau bengkak, melihat lingkaran cahaya saat melihat sinar
  • Pikiran kacau, pengurangan kebutuhan untuk tidur, merasa sangat senang atau sening, lebih sering berbicara daripada biasanya

Beberapa pasien usia muda yang mengosumsi obat anti depresi dapat mengalami keinginan untuk bunuh diri. Pasien harus mengunjungi dokter secara berkala saat sedang dalam pengobatan dan orang sekeliling harus waspada dengan perubahan perilaku pasien.

Penggunaan paroxetine selama kehamilan dapat mengakibatkan masalah pada paru-paru, cacat jantung atau komplikasi lainnya pada bayi. Namun gangguan depresi mungkin akan kembali jika pasien berhenti menggunakan anti depresi, beritahu dokter segera jika pasien hamil.

Sementara itu paroxetine tidak boleh digunakan pada ibu menyusui dan anak dibawah 18 tahun.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Yang harus diperhatikan sebelum penggunaan Paroxetine

Jangan mengosumsi alkohol jika pasien menggunakan paroxetine dan beritahu dokter jika pasien menggunakan obatan seperti:

  • Obat nonsteroidal anti inflammatory (NSAID) untuk pengobatan demam, bengkak, nyeri atau arthritis yang termasuk ibuprofen, aspirin, naproxen, celecoxib, diclofenac, indomethacin, meloxicam. Jika pasien menggunakan paroxetine dengan NSAID akan mengakibatkan kemungkinan bengkak dan berdarah dengan mudah.
  • Tryptophan (yang banyak ditemukan dalam suplemen makanan)
  • Pimozide atau thiroidazine.
  • Tranylcypromine, selegiline, rasagiline, linezolid, isocarboxazid dan phenelzine atau jenis MAO inhibitor lain Dalam waktu 14 hari sebelum dan sesudah mengosumsi paroxetine.
  • Amphetamines seperti methamphetamine atau lisdexamfetamine karena dapat meningkatkan serotonin syndrome
  • Risperidone karena dapat mengakibatkan sulit tidurm cemas, sembelit
  • Cimetidine
  • Quinidine. Dapat meingkatkan resiko cepat lelah, pengurangan nafsu makan, keringat, mulut kering dan penurunan selera seksual.
  • Antiarrhythmics
  • Phenothiazines

Untuk memastikan bahwa paroxetine aman digunakan pasien, beritahu dokter jika pasien memilki:

  • Tingkat sodium rendah dalam darah
  • Glaukoma
  • Bipolar depression (manic depression) atau riwayat ingin bunuh diri
  • Kejang atau epilepsi
  • Pendarah atau gangguan penggumpalan darah
  • Penyakit organ hati atau ginjal
  • Penyakit jantung, tekanan darah tinggi, sejarah stroke 

Jika pasien mengalami alergi seperti masalah pernapasan, bengak pada wajah, lidah, mata atau mulut, ruam, gatal, melepuh, demam atau nyeri sendi. Segera hentikan pemakaian.   

Dosis Paroxetine 

Dokter akan meresepkan dosis berdasarkan diagnosis yang dilakukan dengan pertimbangan usia, kondisi kesehatan, tolerasi pasien pada obat.   

Ikuti petunjuk dokter dan jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa ijin dokter, jika pasien lupa meminum obat pada jadwal yang ditentukan, jangan menggandakan dosis pada jadwal minum berikutnya.   

Jika terjadi kelebihan dosis, segera mencari bantuan unit gawat darurat.


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp