Opiphen: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Tinjau pada Jun 23, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ini adalah review terhadap obat dengan merk opiphen. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan opiphen.

pabrik  

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

otto pharmaceuticasl inds

golongan

obat keras, obat resep

kemasan  

  • dos 10 x 10 kapsul 250 mg
  • dos 10 x 10 kapsul 500 mg
  • botol 60 ml syrup kering

kandungan

  • thiamphenicol 250 mg / kapsul
  • thiamphenicol 500 mg / kapsul
  • thiamphenicol  125 mg / 5 ml syrup kering

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Thiamfenikol (thiamphenicol) adalah antibiotik spektrum luas yang bekerja dengan cara berikatan dengan ribosom bakteri secara reversible sehingga menghambat sintesis protein 50s dari bakteri, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri. Tiamfenikol (thiamphenicol) memiliki spektrum luas dan aktivitas yang sama dengan chloramphenicol, tetapi 2.5 - 5 kali lebih kuat

Indikasi opiphen

  • opiphen (thiamphenicol) digunakan untuk demam tifus, paratifus, infeksi Salmonella sp sp, H. influenzae, terutama infeksi meningeal, Rickettsia, Lympogranulloma psittacosis, bakteri gram negatif penyebab bakteria meningitis, infeksi kuman yang resisten terhadap antibiotik lain.
  • opiphen (thiamphenicol) sangat umum digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih misalnya gonore

Kontra indikasi

  • opiphen (thiamphenicol) dikontraindikasikan terhadap pasien yang hipersensitf terhadap opiphen (thiamphenicol) dan antibiotik derivat chloramphenicol lainnya.
  • Sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • jangan menggunakan antibiotik ini untuk pengobatan influenza, batuk pilek dan infeksi lain yang disebabkan oleh virus.
  • jangan menggunakan antibiotik ini untuk pencegahan infeksi bakteri 
  • Depresi fungsi sumsum tulang
  • Imunisasi aktif
  • Kehamilan dan laktasi

Efek Samping opiphen

  • efek samping yang disebabkan oleh pemakaian opiphen (thiamphenicol) adalah reaksi hipersensitivias / alergi, gangguan pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare.
  • obat ini dapat juga menyebabkan sariawan, glositis, ensefalopati, depresi mental, sakit kepala, ototoksisitas, anemia hemolitik dan reaksi jarish-herxheimer.
  • jika antibiotik ini digunakan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan pendarahan, neuritis optik dan perifer.
  • efek samping opiphen (thiamphenicol) yang berpotensi fatal adalah penekanan pada sumsum tulang belakang, sindrom abu-abu pada bayi baru lahir dan prematur.
  • jika tanda - tanda hipersensitivitas muncul segera hubungi pihak medis karena bisa menyebabkan shock anafilaktic yang bisa berakibat fatal.

Toleransi terhadap kehamilan

KATEGORI C studi pada reproduksi hewan telah menunjukkan tiamfenikol (thiamphenicol) memberikan efek buruk pada janin. tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi manfaat penggunaan obat lebih tinggi pemberian pada ibu hamil dapat diberikan meski terdapat potensi resiko

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Perhatian

  • penderita dengan gangguan fungsi ginjal sebaiknya dosis opiphen (thiamphenicol) dikurangi untuk mencegah terjadinya akumulasi obat.
  • selama pemakaian dianjurkan untuk minum minimal 1.5 liter / hari untuk mencegah kristaluria.
  • pada pemakaian dalam jangka waktu yang panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah secara periodik untuk antisipasi terjadinya diskrasia darah.
  • opiphen (thiamphenicol) juga  terdeteksi ikut keluar bersama ASI, sehingga jika memungkinkan pemakaian opiphen (thiamphenicol) selama menyusui sebaiknya dihindari

interaksi obat

  • opiphen (thiamphenicol) dapat meningkatkan efek warfarin dan sulfonylurea.
  • juga meningkatkan kadar fenitoin dalam plasma darah.
  • metabolisme opiphen (thiamphenicol) meningkat pada pemberian bersamaan dengan fenobarbital dan rifampisin

Dosis opiphen

opiphen (thiamphenicol) diberikan dengan dosis :

Thiamphenicol diberikan dengan dosis berikut:

  • Dewasa, anak, bayi usia >2 minggu

50 mg/kg per hari dalam 3-4 dosis bagi

  • Bayi prematur

25 mg/kg sehari dalam 2 dosis bagi

  • Bayi usia <2 minggu

25 mg/kg sehari dalam 4-6 dosis bagi

Dosis untuk penggunaan indikasi tertentu :

  • Penyakit menular sksual (diberikan secara oral)

Dewasa : 1.5 g sehari dalam dosis bagi, bisa ditingkatkan sampai 3 g/sehari pada awal pemberian untuk infeksi parah. Anak : 30-100 mg/kg/hari.

  • Gonorrhoea (diberikan secara oral)

Dewasa : 2.5 g/hari untuk 1-2 hari. Dosis alternatif, 2.5 g pada hari pertama kemudian diikuti oleh 2 g / hari pada masing-masing dari 4 hari berikutnya.

 

 Terkait

  • Merk - merk obat dengan kandungan tiamfenikol (thiamphenicol)
  • merk - merk obat yang termasuk antibiotik golongan chloramphenicol dan derivatnya

 


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
O’Grady F, Pearson N, J, Dennis C: Thiamphenicol and Chloramphenicol: An in vitro Comparison with Particular Reference to Bactericidal Activity. Chemotherapy 1980;26:116-120. doi: 10.1159/000237892. Karger Publishers. (https://www.karger.com/Article/Abstract/237892)
Rattanapanadda P, Kuo H-C, Vickroy TW, Sung C-H, Rairat T, Lin T-L, Yeh S-Y and Chou C-C (2019) In vitro and in vivo Synergistic Effects of Florfenicol and Thiamphenicol in Combination Against Swine Actinobacillus pleuropneumoniae and Pasteurella multocida. Front. Microbiol. 10:2430. doi: 10.3389/fmicb.2019.02430. Frontiers. (https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fmicb.2019.02430/full)
Raymond, Josette & Boutros, N. & Bergeret, M.. (2004). Thiamphenicol in the treatment of respiratory tract infections. Medecine Tropicale. 64. 33-38. (https://www.researchgate.net/publication/329016944_Thiamphenicol_in_the_treatment_of_respiratory_tract_infections)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app