Menindik Telinga Bayi

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Menindik Telinga Bayi

Sudah jadi kebiasaan umum bagi para orang tua untuk menindik telinga putri kecilnya begitu lahir, dan salah satu yang melakukannya juga adalah para orangtua asal Indonesia. Namun, beberapa hal penting sebelum menindik telinga  bayi seringkali luput dan tidak dilakukan oleh para orangtua, seperti berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai keamanan dan komplikasi yang mungkin terjadi. 

Apakah tindik telinga pada bayi terasa sakit?

Tindik telinga dapat terasa sakit pada bayi karena dilakukan tanpa adanya bius lokal pada telinga. Jika Anda tidak ingin buah hati Anda kesakitan, tanyakanlah pada dokter mengenai obat oles yang bisa mematikan rasa sakit yang aman bagi bayi. Biasanya, alat penindik akan terlebih dahulu disterilisasi dan alatnya terbuat dari bahan metal operasi yang hypoallergenic dan memang didesain khusus untuk menindik telinga bayi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Cara merawat tindik telinga bayi

1. Perhatikan area telinga bayi yang ditindik

Untuk mencegah terjadinya komplikasi pada telinga bayi setelah ditindik, jangan melepaskan tindikan yang diterimanya hingga lewat 6 minggu. Selama masa pemulihan, oleskan alkohol di sekitar telinga si kecil 2 kali sehari dan putar antingnya setidaknya sekali sehari. Jangan menekan telinga bayi saat melakukan hal ini karena hal ini dapat menyakiti telinga bayi. Setelah mandi, pastikan juga area di sekitar bekas tindikan tetap kering sehingga bekas tindikan tidak lembap.

2. Waspadai risiko infeksi pada telinga bayi

Perhatikan selalu jika terdapat berbagai pertanda terjadinya infeksi. Rasa sakit, cairan yang keluar dari bekas tindikan, peradangan dan pendarahan dapat menjadi tanda adanya infeksi. Jika Anda melihat salah satu saja dari berbagai gejala tersebut yang terjadi pada telinga bayi Anda, segera lepas tindikannya, bersihkan dengan alkohol dan konsultasikan kondisi ini pada dokter untuk mendapatkan saran obat.  

Biasanya, dokter akan merekomendasikan pemakaian salep antibiotik pada area terjadinya infeksi serta pada anting sebelum kembali memakaikannya. Jika bayi sampai mengalami demam atau terjadi pembengkakan dan warna yang menjadi kemerahan pada telinga, segera bawa bayi ke dokter.

Selepas enam minggu, normalnya area bekas tindikan sudah pulih sehingga Anda dapat melepasnya untuk menggantinya dengan anting lain. Pastikan anting yang baru terbuat dari bahan metal atau emas yang memiliki kadar karat setidaknya 14 karat. Jika terbuat dari bahan lain, seperti sepuhan emas, anting dapat mengakibatkan terjadinya reaksi alergi pada telinga.

3. Pilih anting yang tepat untuk bayi

Untuk keamanan pemakaian anting, pilihlah anting yang ukurannya sangat kecil, bundar dan sedatar mungkin di bagian depannya. Bagian pengerat yang dipasangkan di belakang telinga haruslah menutupi seluruh bagian belakang telinga dan penyangganya tersebut harus berbentuk melingkar dengan sedikit ujung yang tumpul di bagian akhirnya.

Untuk bayi, jangan pernah menggunakan anting yang menggantung. Ini karena bayi Anda dapat dengan mudah menariknya sampai lepas dan dimasukkan ke dalam mulutnya sehingga bisa tertelan. 

Menunda menindik telinga bayi tidak akan membuat prosedurnya semakin sulit. Anda dapat menunda hingga bayi Anda sudah mencapai usia beberapa bulan daripada langsung menindiknya segera setelah lahir.

Jangan membawa bayi menindik telinganya di konter penjualan permata atau perhiasan lainnya di pusat pembelajaan karena penggunaan tembakan untuk menindik serta petugas tindik yang kadang tidak berpengalaman. Cara paling aman dan steril untuk menindik telinga bayi adalah dengan jarum yang sudah dibersihkan.

6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ear Piercing for Kids: What to Know. Parents. (https://www.parents.com/health/ear-infection/ear-piercing-for-kids/)
Ear Piercings for Babies - A Cultural Controversy. Children's MD. (https://childrensmd.org/browse-by-age-group/newborn-infants/ear-piercings-for-babies/)
I Wish I’d Pierced My Daughter’s Ears When She Was a Baby. The Cut. (https://www.thecut.com/2016/08/baby-ear-piercing.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app