Mengusir Biang Keringat

Untuk meredakan ruam yang timbul akibat biang keringat, Anda bisa menggunakan pelembap kulit yang mengandung kalamin atau krim dengan kandungan hidrokortison dengan kadar renda. Kedua obat ini dapat Anda temukan dengan mudah di apotek. Namun, apabila biang keringat yang muncul terasa sangat mengganggu, dokter dapat merekomendasikan penggunaan tablet antihistamin.
Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 1, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mengusir Biang Keringat

Cuaca yang terlalu panas menyebabkan seseorang dengan mudah mengalami biang keringat. Biang keringat atau miliria muncul akibat terjadi penyumbatan pada kelenjar keringat di kulit. Selain karena kondisi cuaca yang panas, biang keringat juga dapat timbul saat seseorang berada pada kondisi yang lembap. 

Apabila Anda atau si kecil mengalami ruam atau bintik-bintik kemerahan yang menimbulkan rasa gatal dan bahkan terasa menusuk kulit, serta hanya terjadi pada area tertentu di kulit, kemungkinan Anda atau si kecil mengalami biang keringat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Pada si kecil, kondisi akibat suhu panas dan lembap ini dapat muncul di leher, ketiak, selangkangan atau pangkal paha, dada bagian atas, kepala, dahi, perut, atau pada lipatan kulit lainnya.

Penyebab biang keringat 

Kondisi yang menyebabkan kulit Anda mengalami ruam atau bintik-bintik kemerahan disertai rasa gatal ini muncul akibat tersumbatnya saluran keringat sehingga terjadi penumpukan keringat di bawah lapisan kulit. 

Penyumbatan yang terjadi biasanya dipicu oleh bakteri yang bernama Staphylococcus epidermis. Berbeda dengan bakteri lain, bakteri Staphylococcus epidermis hidup di permukaan kulit namun tidak menimbulkan infeksi, tetapi berperan dalam memicu terjadinya penyumbatan saluran keringat. 

Keringat yang menumpuk inilah yang menyebabkan iritasi pada kulit dan ruam. 

Biang keringat dapat terjadi pada siapa saja, terutama pada saat Anda mengeluarkan keringat dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Akan tetapi, terdapat beberapa kondisi tertentu yang dapat meningkatkan risiko seseroang mengalami biang keringat, antara lain: 

  • Berat badan berlebih, yang menyebabkan orang tersebut lebih mudah berkeringat. 
  • Sakit yang menyebabkan orang harus menghabiskan waktu untuk beristirahat dalam waktu yang cukup lama di tempat tidur tanpa bergerak. 
  • Saat kelenjar keringat yang tumbuh belum terbentuk dengan sempurna pada masa bayi atau anak-anak. 
  • Menggunakan pakaian berlapis-lapis untuk menutupi seluruh badan, terutama saat cuaca sedang panas. 
  • Melakukan aktivitas yang memicu keringat berlebih seperti olahraga

Biang keringat biasanya terjadi ketika suhu yang panas dan kondisi yang lembap. Selain itu, kebiasaan menggunakan pakaian berlapis juga dapat menimbulkan kondisi ini karena membuat bagian tubuh yang tertutup mengeluarkan keringat lebih banyak dari biasanya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan munculnya biang keringat karena bukanlah sebuah kondisi yang berbahaya. Biang keringat umunya terjadi di leher, punggung, wajah, dada, dan paha. 

Menangani dan mencegah biang keringat 

Meskipun biang keringat bukan merupakan kondisi yang berbahaya, namun jika hal ini terjadi, terutama pada anak-anak, dapat menyebabkan si kecil merasa tidak nyaman dan rewel. 

Untuk meredakan ruam yang timbul akibat biang keringat, Anda bisa menggunakan pelembap kulit yang mengandung calamine atau krim dengan kandungan hidrokortison dengan kadar rendah. Kedua obat ini dapat Anda temukan dengan mudah di apotek. 

Namun, apabila biang keringat yang muncul terasa sangat mengganggu, dokter dapat merekomendasikan penggunaan tablet antihistamin

Di samping itu, terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah munculnya biang keringat, yaitu: 

  • Menggunakan sabun yang mengandung antispetik atau antibakteri guna mengurangi gangguan yang disebabkan oleh bakteri
  • Mencoba untuk mengoleskan krim dengan kandungan anhydrous lanolin agar dapat membantu mencegah terjadinya penyumbatan pada kelenjar keringat. 
  • Memakai pakaian dengan bahan katun yang longgar dan dapat menyerap keringat. Anda dianjurkan untuk tidak menggunakan pakaian yang berbahan sintesis, seperti nilon atau polyester yang justru akan memerangkap panas. 
  • Saat cuaca panas, uahakan untuk terus berada dalam ruangan yang sejuk dan teduh, seperti ruangan yang dilengkapi pendingin ruangan (AC) atau kipas angin. 
  • Mandilah dengan teratur atau membasuh diri dengan air dingin untuk menjaga kulit tetap kering. 

Biang keringat yang Anda alami dapat hilang dalam beberapa hari saat Anda menerapkan beberapa penanganan sederhana di atas. 

Namun, jangan membiarkan biang keringat begitu saja jika kondisi ini tidak kunjung hilang dalam beberapa hari atau terkena infeksi pada bagian kulit yang dipenuhi biang keringat, segera periksakan diri Anda ke dokter apabila mengalami hal tersebut. 

Selain itu, dalam beberapa kasus tertentu, biang keringat ternyata dapat menyebabkan sengatan panas atau yang disebut dengan heatstroke. Heatstroke merupakan sebuah kondisi berbahaya ketika sistem pengatur suhu yang ada di dalam tubuh mulai mengalami gangguan. 

Oleh sebab itu, segeralah melakukan pemeriksaan sebelum biang keringat menjadi berbahaya. 

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What to do when your child has heat rash (prickly heat). (2016). (http://myhealth.ucsd.edu/Library/News/Newsletters/Men/3,89381)
Verdolini R, et al. (2005). Old fashioned sodium bicarbonate baths for the treatment of psoriasis in the era of futuristic biologics: An old ally to be rescued. DOI: (https://doi.org/10.1080/09546630410024862)
Subapriya R, et al. (2005). Medicinal properties of neem leaves: A review. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15777222)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app