Kesehatan Fisik

Mengenal Gastritis Alias Maag

Update terakhir: Mar 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.281.315 orang

Mengenal Gastritis Alias Maag

Penyakit yang satu ini tentu sudah tak asing di telinga Anda. Gastritis atau radang lambung yang juga dikenal dengan sakit radang maag namanya. Meski dirasa sepele, kenyataannya penyakit ini tetap saja menjadi momok bagi penderitanya. Tanpa pemeriksaan dan pengobatan yang tepat, sakit radang maag justru dapat berkembang menjadi kanker lambung.

Sakit radang maag merupakan penyakit yang terjadi saat lambung mengalami perubahan fungsi maupun peradangan. Saat ditemui tim meetdoctor.com, dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD selaku spesialis penyakit dalam divisi gastrohepatologi di RS Siloam Jakarta, menuturkan bahwa penyakit gastritis  yang terjadi pada lambung umumnya disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor infeksi dan non infeksi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

“Faktor infeksi umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan protozoa. Kuman Helicobacter Pylori merupakan penyebab tersering. Faktor non infeksi disebabkan oleh hadirnya zat asing yang masuk dalam tubuh melalui  makanan atau minuman yang dapat menyebabkan peradangan lambung,“ ujarnya.


Setiap orang dapat terinfeksi  kuman Helicobacter Pylori. Saat kondisi tubuh seseorang sedang lemah, kuman ini akan tumbuh dan memberikan efek negatif. Kuman Helicobacter Pylori  dapat ditularkan ke orang lain melalui makanan atau kontak langsung dengan penderita. Penderita maag yang disebabkan bakteri ini, biasanya mengalami sakit dalam periode yang berkepanjangan (gastritis kronis).

Dr. Hardianto menambahkan, 70 persen para penderita maag ringan/dispepsia  merupakan penderita maag fungsional, dan sisanya adalah penderita maag organik. Mereka para penderita maag fungsional hanya mengalami gangguan fungsi pada bagian lambung meski kondisi lambung dalam keadaan baik. Biasanya penyebab utama gastritis jenis ini adalah pola hidup penderita yang tidak teratur, seperti stres dan kecemasan berlebih serta pola makan yang buruk.  Sedangkan maag organik disebabkan oleh kuman dan zat asing yang masuk ke dalam lambung yang menimbulkan kelainan/ keganasan .

Guna mengetahui penyebab penyakit maag biasanya seseorang akan dianalisa berdasarkan gejala yang dialami serta dilakukan pemeriksaan penunjang.  Gejala gastritis dapat ringan hingga berat. Penderita gastritis ringan/dispepsia 

biasanya akan mengalami gejala berupa nyeri perut, kembung, mual-muntah, cepat kenyang dan sendawa berlebih .

Dr. Hardianto menjelaskan, pemeriksaan penunjang yang paling baik untuk mendeteksi kelainan lambung/maag adalah endoscopy/gastroscopy.  Pemeriksaan ini dapat melihat langsung kelainan lambung yang ada, termasuk adanya infeksi Helicobacter Pylori, perdarahan, luka maupun tumor/ keganasan lambung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

“Pemeriksaan USG kurang dapat memvisualisasi kelainan lambung dibandingkan endoscopy,” tambahnya.


Pemeriksaan endoscopy perlu dilakukan apabila penyakit maag sering kambuh atau tidak respon pada pengobatan umumnya. Adanya riwayat perdarahan pada lambung, kasus yang dicurigai terjadi keganasan pada lambung serta evaluasi lambung pada usia lanjut juga menjadi alasan mengapa endoscopy harus dilakukan.

Pemberian  antasida, sucralfat, H2 reseptor antagonis dan PPI merupakan cara untuk mengatasi keluhan dan menyembuhkan sakit maag, sedangkan maag yang disebabkan infeksi kuman Helicobacter Pylori dapat disembuhkan dengan kombinasi antibiotik. Namun pemeriksaan intensif terlebih dahulu oleh tenaga medis adalah pilihan terbaik sebelum mengonsumsi obat maag yang beredar di pasaran.

Sakit maag tentu dapat disembuhkan. Namun sebelum mengalaminya, ada baiknya Anda melakukan pencegahan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah gastritis dan dijadikan gaya hidup sehari-hari kita, di antaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Melakukan olahraga rutin
  • Menghindari stres
  • Memilih makanan sehat dan bergizi
  • Mengonsumsi air putih serta makanan berserat,
  • Menghindari makanan pedas/asam/coklat
  • Tidak merokok,
  • Tidak mengonsumsi alkohol, kopi dan teh yang terlalu pekat
  • Mengatur pola makan 4-5 kali sehari, dalam porsi sedikit namun dengan kandungan kalori yang cukup dalam sehari

“Dengan begitu sakit maag tentu dapat dihindari,” pungkas dr. Hardianto. 

* dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS. Siloam, Kebun Jeruk, Jakarta

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit