Mengapa Sulit Buang Air Besar Saat Sedang Bepergian ?

Dipublish tanggal: Jul 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mengapa Sulit Buang Air Besar Saat Sedang Bepergian ?

Melakukan perjalanan ke luar kota atau tempat jauh lainnya tentu akan membuat Anda merasa lelah. Anda harus duduk selama berjam-jam dalam kendaraan sebelum sampai ke tempat tujuan. Selain itu, yang kerapkali dialami banyak orang juga adalah kesulitan untuk buang air besar (BAB). 

Mengapa hal itu bisa terjadi ? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Bepergian jauh bisa sebabkan sulit bab

Terjadinya kesulitan buang air besar dapat dialami oleh banyak orang. Penyebabnya pun beragam. Termasuk karena melakukan perjalanan jauh, mungkin saat sedang liburan atau perjalanan dinas luar kota. 

Mengapa bisa terjadi ? Di dalam The Atlantic, Brooke Alpert, seorang ahli gizi bersertifikat di New York mengatakan, saat seseorang melakukan kegiatan perjalanan jauh, dan berada dalam kendaraan selama berjam-jam dalam posisi duduk, entah menggunakan pesawat, mobil, ataupun kereta, keseimbangan mikroba dalan usus akan terganggu. 

Hal tersebut karena Anda duduk terus menerus dan mengakibatkan adanya penyumbatan dalam usus Anda.

Saat sedang melakukan perjalanan, sebagian besar orang berusaha untuk menahan keinginan buang air kecil. Mereka ingin segera sampai ke tempat tujuan mereka. 

Terkadang, karena tidak ingin repot dan membuang waktu perjalanan untuk bolak-balik ke kamar kecil, orang-orang juga membatasi minum mereka, jumlah asupan makanan yang mereka konsumsi juga akan berubah, mungkin melewatkan makan siang atau lainnya. 

Hal tersebut juga semakin membuat Anda akan kesulitan untuk buang air besar nantinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Perbedaan waktu tempat juga mempengaruhi kesulitan Anda dalam buang air besar. Yang biasanya Anda lakukan di pagi hari mungkin bisa berubah menjadi di siang hari. Hal tersebut akan mengganggu siklus buang air besar Anda.

Selain itu, ketika Anda menyiapkan pakaian, tiket dan segala sesuatu kebutuhan yang diperlukan untuk perjalanan, dan kemacetan yang terjadi dapat membuat Anda stres. Saat Anda stres, keteraturan pergerakan usus terganggu, dan menyebabkan perut menjadi kembung atau sering buang angin

Para peneliti berpendapat bahwa sistem saraf pusat seperti otak dan sumsum tulang belakang memiliki interaksi dengan sel-sel dalam usus.

Bagaimana cara mencegahnya ?

Keadaan mikroba yang ada di dalam usus setiap orang berbeda-beda. Maka bisa jadi cara penanganan kesulitan buang air besar juga berbeda. Tidak ada cara yang pasti dan bisa manjur di semua orang. 

Berikut ini merupakan beberapa tips untuk Anda agar dapat meringankan gejala sembelit atau sulit buang air besar yang Anda alami saat melakukan perjalanan jauh :

  • Cukupilah asupan cairan untuk tubuh Anda. Minum banyak air putih atau jus buah dapat membantu melunakkan feses yang nantinya akan lebih mudah dikeluarkan. Sebaiknya Anda mengonsumsi banyak minuman yang mengandung alkohol atau berkafein karena keduanya dapat menyebabkan dehidrasi;
  • Makanlah makanan dengan kandungan cukup serat. Makanan berserat tinggi misalnya yaitu biskuit gandum, sereal, yogurt, kacang, atau roti bisa membantu melunakkan feses karena berserat tinggi. Hindarilah makanan rendah serat misalnya es krim, keju, makanan olahan, dan permen yang dapat memperparah keadaan sembelit Anda nantinya;
  • Tetap aktif bergerak selama perjalanan Anda. Selama perjalanan, gerakan Anda memang akan menjadi terbatas. Namun, sebaiknya setelah sampai di tempat tujuan Anda atau di tempat peristirahatan, lakukanlah beberapa gerakan peregangan;
  • Jangan menunda-nunda untuk buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar. Minum air yang cukup selama perjalanan dapat membuat Anda lebih mudah untuk buang air nantinya. Jika sudah merasa sangat kebelet untuk kencing atau buang air besar, janganlah menundanya; terakhir adalah
  • Istirahatlah yang cukup. Hal inibakan membantu menenangkan pikiran Anda serta membantu mengurangi stres yang Anda alami selama perjalanan jauh Anda.

Selama melakukan perjalanan jauh, jangan lupa untuk membawa perlengkapan kebersihan seperti tisu basah dan sabun. Serta jangan lupa juga bawa obat pencahar. Jika Anda ingin mengkonsumsi obat pencahar, minumlah dengan bijak dan sesuai aturan dosisnya. 

Sebagian orang yang tidak terbiasa menggunakan toilet umum saat perjalanan, dapat menyiasatinya dengan membawa tisu sendiri, mulai dari tisu basah, tisu kering, membawa sabun sendiri dan bisa juga mendengarkan musik.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
8 Tips to Keep You Regular While Traveling. Health Essentials from Cleveland Clinic. (https://health.clevelandclinic.org/8-tips-to-keep-you-regular-while-traveling/)
11 Ways to Avoid Constipation When Traveling. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/tips-for-avoiding-constipation-when-traveling-4062491)
How to make yourself poop: 7 natural remedies. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/320940)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app