Manfaat Makanan Pedas Bagi Kesehatan

Dipublish tanggal: Okt 29, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Des 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Manfaat Makanan Pedas Bagi Kesehatan

Banyak orang yang menyukai makanan pedas, termasuk masyarakat di Indonesia. Bahkan jika makanan tidak terasa pedas, maka dianggap kurang berselera sehingga tidak dapat meningkatkan nafsu makan. Tetapi selain menambah keninkmatan dalam menyantap makanan ternyata makan makanan pedas yang mengandung cabai atau paprika terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. 

Walau ada beberapa manfaat yang dimiliki oleh makanan pedas, tetapi Anda juga perlu memperhatikan jumlah dan kandungan makanan yang terdapat di dalamnya. Hal ini bertujuan untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan menghindari dampak yang mungkin saja terjadi akibat mengonsumsi makanan pedas seperti sakit perut atau rasa pedas pada lidah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Manfaat makanan pedas bagi kesehatan

Menyehatkan jantung

Peneliti membuktikan bahwa cabai dapat menurunkan resiko penyakit jantung karena cabai dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. 

Selain itu, dengan makan makanan pedas yang mengandung capsaicin maka sirkulasi darah dalam tubuh akan meningkat dan dapat mencegah terjadinya peradangan. Studi membuktikan bahwa orang di negara dengan banyak makanan pedas akan lebih sedikit mengalami serangan jantung dibandingkan dengan negara dengan rasa makanan cenderung tidak pedas.

Meningkatkan metabolisme

Makan makanan pedas dapat juga meningkatkan metabolisme tubuh. Hal ini dapat dilihat dari keluarnya keringat saat Anda makan makanan pedas. Kandungan capsaicin dalam cabai juga dapat mendorong metabolisme pada tubuh untuk dapat membakar kalori ekstra setelah makan dalam waktu lebih singkat.

Selain itu, menurut para peneliti di Universitas Purdue, capsaicin juga dapat mengurangi keinginan makan makanan manis, makanan asin, berlemak, serta dapat mengurangi rasa lapar. Maka dari itu, tak heran bila dengan mengonsumsi makanan pedas juga dapat menurunkan porsi makan menjadi lebih sedikit serta mempengaruhi berat badan.

Baca juga: Cara Meningkatkan Laju Metabolisme Tubuh

Meningkatkan fungsi otak 

Selain pedas karena cabai, paprika merah juga bisa menghasilkan rasa pedas. Paprika merah memiliki senyawa apigenin, yaitu flavonoid alami yang bisa mendorong terbentuknya saraf dan koneksi antara sel-sel otak. Menurut para peneliti dari Brazil, senyawa apigenin dalam paprika merah terbukti dapat membantu mengobati penyakit Parkinson, Alzheimer, dan skizofrenia. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Selain itu, apigenin dapat mengurangi risiko kanker karena dapat mencegah berkembangnya sel kanker pada tubuh tanpa merusak sel sehat di sekitarnya. Tak hanya itu, aliran darah juga akan menjadi lebih lancar serta tekanan darah akan menurun karena cabai ikut membantu memperkuat dinding pembuluh darah yang berasal dari kandungan vitamin A dan vitamin C di dalamnya.

Meningkatkan mood

Tak hanya cokelat, makanan pedas ternyata dapat meningkatkan hormon serotonin atau endorfin yang dapat mempengaruhi perubahan suasana hati (mood) dengan meningkatkan rasa bahagia serta mengurangi depresi, stress, kemarahan, serta kecemasan.

Memperpanjang umur

Sebuah penelitian di China memberikan hasil cukup mengejutkan, yaitu dengan mengonsumsi makanan pedas hingga 6-7 kali seminggu dapat menurunkan resiko kematian sebesar 14% dan dengan mengonsumsi makanan pedas dan panas 1-2 kali seminggu dapat menurunkan resiko kematian hingga 10%.

Selain itu, ada pula data yang menunjukkan bahwa orang yang suka makanan pedas memiliki resiko penyakit pernafasan, jantung iskemik, dan kanker yang lebih rendah daripada orang yang tidak suka makan makanan pedas.

Meringankan hidung tersumbat

Biasanya saat Anda makan makanan pedas, hidung Anda akan jadi berair serta menimbulkan keringat pada wajah. Semakin pedas makanan Anda, hidung Anda akan semakin berair. Selain itu, cabai juga memiliki kandungan vitamin A di mana vitamin A berfungsi untuk memperkuat membran mukosa dan semakin melindungi membran dari masuknya bakteri maupun mikroorganisme lainnya ke dalam tubuh melalui hidung.

Kandungan capsaicin pada cabai juga biasanya ditambahkan dalam pembuatan obat dekongestan, yaitu obat untuk mengatasi hidung tersumbat yang disebabkan oleh sinusitis, pilek, flu, maupun alergi. Maka dari itu, saat Anda sedang pilek, Anda bisa meringankan penyakit Anda dengan menambahkan bubuk cabai kering secukupnya ke dalam teh hangat Anda. Uap dari teh hangat dapat membantu merangsang membran mukosa dalam tubuh yang dapat menguras lendir hingga bersih dan menyebabkan Anda bisa bernafas dengan lebih lega.

Meskipun mengonsumsi makanan pedas memiliki berbagai manfaat bagi tubuh Anda, namun Anda tetap perlu mengontrol jumlah asupannya. Apabila pencernaan tidak kuat atau sensitif dalam mencerna makanan pedas, maka sebaiknya Anda tidak memaksakan diri untuk mengonsumsi makanan pedas.

Bahkan meskipun pencernaan Anda kuat terhadap pedas pun, Anda tetap sebaiknya tidak mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, karena apabila Anda mengonsumsi segala sesuatu secara berlebihan, maka akan berbahaya bagi tubuh Anda.

Baca juga: Cara Cepat Redakan Rasa Pedas

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mhaskar RS, et al. (2013). Assessment of risk factors of Helicobacter pylori infection and peptic ulcer disease. DOI: (http://doi.org/10.4103/0974-777X.112288)
Lv J, et al. (2015). Consumption of spicy foods and total and cause specific mortality: Population based cohort study. DOI: (https://doi.org/10.1136/bmj.h3942)
Ludy M-J, et al. (2011). The effects of hedonically acceptable red pepper doses on thermogenesis and appetite. DOI: (https://doi.org/10.1016/j.physbeh.2010.11.018)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app