Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Mengenai Berhubungan Seks Saat Hamil

Dipublish tanggal: Jun 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Kupas Tuntas Mitos dan Fakta Mengenai Berhubungan Seks Saat Hamil

Berbagai mitos terkait berhubungan intim saat mengandung sangat banyak di masyarakat. Umumnya mitos tersebut melarang seorang ibu mengandung untuk berhubungan intim karena khawatir terhadap kesehatan dan keamanan janin maupun keselamatan ibu itu sendiri. 

Oleh karena itu banyak pasangan yang memilih untuk tidak berhubungan intim selama kehamilan karena khawatir terhadap berbagai mitos yang beredar. Namun benarkah mitos-mitos tersebut?

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Kebanyakan mitos yang beredar di masyarakat sebenarnya tidak dapat dipastikan kebenarannya. Beberapa justru keliru dan mengandung informasi salah. Karena yang sebenarnya adalah tidak ada larangan untuk berhubungan intim ketika mengandung. Berikut kita cek mitos dan fakta sebenarnya.

Beberapa mitos yang beredar di masyarakat

Kandungan ibu dapat keguguran jika bercinta ketika hamil

Yang sebenarnya adalah ibu dapat mengalami rasa nyeri dan kram seusai berhubungan intim ketika hamil, namun efek ini hanya sementara. Rasa kram ini juga tidak berbahaya terhadap kandungan ibu apalagi sampai membuat ibu keguguran. Yang penting adalah untuk melakukan hubungan intim yang aman dan tidak membahayakan bagi kandungan.

Tidak boleh penetrasi terlalu dalam karena akan menyakiti janin

Mitos ini tentu saja keliru karena penis tak akan menyentuh sampai ke Rahim seberapa panjang pun ukuran penis tersebut. Selain itu ketika berhubungan intim, organ reproduksi wanita seperti vaginanya akan meregang sehingga akan tercipta jarak antara penis dan mulut Rahim atau serviks. Janin juga tetap aman karena sebenarnya janin telah terlindungi oleh kantung ketuban di dalam Rahim. Sehingga janin akan tetap aman selama ibu berhubungan intim.

Rasa sakit muncul ketika berhubungan intim saat mengandung

Ibu tidak perlu khawatir akan merasakan rasa nyeri dan sakit ketika berhubungan intim selama ibu dan pasangan memilih posisi yang tidak berbahaya bagi kandungan. Posisi yang nyaman bagi ibu tidak akan menimbulkan rasa sakit. Selain itu sebaiknya lakukan hubungan intim dengan lebih lembut supaya tidak terasa sakit. Jangan tergesa-gesa ketika berhubungan intim untuk mencapai orgasme karena dikhawatirkan akan menyebabkan ibu menjadi stress.

Jangan melakukan seks oral

Seks oral tetap aman dilakukan oleh anda dan pasangan meskipun anda sedang hamil. Hanya saja catatannya jangan sampai suami anda meniupkan udara ke dalam vagina karena dikhawatirkan akan menimbulkan embolisme udara. Embolisme udara yang muncul dikhawatirkan dapat membahayakan janin dan ibu sendiri.

Beberapa Fakta Terkait Berhubungan Intim Ketika Hamil

Seks saat mengandung menguatkan otot

Yang sebenarnya adalah justru ketika anda melakukan hubungan intim ketika hamil, maka akan membuat otot di sekitar Rahim semakin terlatih sehingga membantu menguatkan kinerja otot tersebut. 

Otot yang kuat akan membuat ibu lebih siap ketika bersalin. Otot terlatih ketika anda mencapai klimaks ketika berhubungan intim. Ketika mencapai klimaks maka kekuatan otot akan semakin meningkat akibat adanya kontraksi hebat pada dasar panggul. Kontraksi ini akan membuat otot anda terlatih kekuatannya.

Menurunkan stress

Ketika berhubungan intim, maka akan dilepaskan hormone oksitosin dari dalam tubuh. Hormon oksitosin berfungsi menurunkan kecemasan serta mengurangi rasa stress yang dihadapi oleh ibu. Rasa stress ini dapat muncul oleh berbagai macam sebab seperti adanya beban pekerjaan yang tinggi maupun karena rasa takut berlebihan saat menghadapi persalinan.

Membantu menurunkan tekanan darah

Tekanan darah yang tinggi saat ibu hamil tentu tidak baik untuk kesehatan janin dan ibu. Ketika anda berhubungan intim, tekanan darah cenderung akan mengalami penurunan meski tidak berlangsung dalam waktu lama.

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Rados SN, et al. (2014). Sexuality during pregnancy: What is important for sexual satisfaction in expectant fathers? DOI: (https://doi.org/10.1080/0092623X.2014.889054)
Mayo Clinic Staff. (2018). Sex during pregnancy: What’s OK, what’s not. (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318)
Lyager A. (2013). Sex-induced air embolism in women. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24629465)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app