Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Kotoran Pucat - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 1.484.256 orang

Tinja berwarna pucat atau berwarna seperti tanah liat, apa artinya?

Feses atau kotoran umumnya berwarna coklat, warna tersebut biasanya dipengaruhi oleh apa yang Anda makan. Kotoran berwarna pucat atau seperti tanah liat, bukan lah hal yang wajar. 

Jika kotoran Anda berwarna pucat atau seperti tanah liat, Anda mungkin memiliki masalah dengan sistem aliran cairan empedu Anda. Yang mana bisa disebabkan oleh gangguan pada kantung empedu, hati dan pankreas.

Garam empedu dibuang ke dalam kotoran oleh hari agar kotoran berwarna coklat. Jika hati Anda tidak memproduksi empedu yang cukup atau sistem salurannya terhambat dari hati Anda, kotoran Anda mungkin berwarna pucat atau berwarna seperti tanah liat.

Jika sesekali kotoran Anda berwarna pucat atau berwarna seperti tanah liat mungkin hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Namun jika hal ini sering terjadi, Anda mungkin menderita suatu penyakit yang cukup serius. Anda harus memeriksakan diri Anda dokter setiap kali gejala ini muncul, untuk menyingkirkan kemungkinan Anda menderita penyakit yang serius.

Kondisi medis yang dapat menyebabkan kotoran berwarna pucat atau tanah liat

Ada banyak kemungkinan yang dapat menjadi penyebab kotoran berwarna pucat atau berwarna seperti tanah liat. Beberapa penyebab umum seperti:

Obat-obatan

Obat-obatan tertentu, seperti obat antinyeri ibuprofen (Advil) dan naproxen (EC-Naprosyn), pil KB, beberapa antibiotik, dan steroid anabolik dapat menyebabkan hepatitis yang diinduksi oleh obat. Hepatitis yang diinduksi obat adalah pembengkakan atau peradangan hati yang disebabkan oleh obat-obatan.

Pada sebagian besar orang hepatitis yang diinduksi obat yang menyebabkan kotoran berubah warna, biasanya akan hilang dalam beberapa minggu setelah pengobatan dihentikan.

Hepatitis virus

Hepatitis virus adalah pembengkakan atau peradangan hati yang disebabkan oleh virus seperti virus hepatitis A, B, atau C. Hepatitis C sering menyebabkan penyakit hati.

Dokter Anda dapat mendiagnosis jenis virus hepatitis yang sedang Anda derita dan membantu Anda menentukan rencana perawatan terbaik untuk Anda.

Hepatitis alkoholik

Hepatitis alkoholik adalah pembengkakan atau peradangan hati yang disebabkan oleh minum alkohol dalam jumlah berlebihan. Hepatitis alkoholik dapat menyebabkan penyakit hati atau gagal hati.

Untuk mengobati hepatitis jenis ini, Anda harus berhenti minum alkohol. Dokter Anda dapat membantu Anda jika Anda mengalami ketergantungan terhadap alkohol. Hepatitis alkoholik juga dapat menyebabkan kekurangan gizi, jadi Anda mungkin perlu menjalani diet khusus untuk mendapatkan vitamin dan nutrisi lain yang Anda butuhkan.

Obat-obatan seperti prednisone (RAYOS) dan pentoxifylline (Pentopak) juga dapat mengobati peradangan hati. Pada kasus yang parah, transplantasi hati mungkin diperlukan.

Sirosis bilier

Sirosis bilier adalah peradangan atau iritasi pada saluran empedu di hati. Peradangan atau iritasi menghalangi aliran empedu ke usus. Penyebab pasti dari sirosis bilier tidak diketahui. Tidak ada obat yang dapat mengobati sirosis bilier , sehingga penyakit ini dapat berakibat fatal.

Perawatan dapat membantu mengurangi gejala Anda dan membantu Anda mencegah terjadinya komplikasi. Obat-obatan yang umum diresepkan termasuk cholestyramine(Questran) untuk mengobati gatal-gatal dan ursodiol (Urso Forte), yang membantu mengurangi kadar empedu dari aliran darah.

Dokter Anda mungkin juga menyarankan untuk mengonsumsi vitamin A, K, E, dan D, untuk menggantikan nutrisi yang hilang dalam kotoran berlemak. Suplemen kalsium juga dapat membantu mencegah hilangnya kepadatan tulang. Dalam kasus yang parah, dokter mungkin menyarankan pengobatan khusus pada hati.

Batu empedu

Batu empedu adalah endapan yang mengeras di kantong empedu yang dapat menghalangi aliran empedu.

Obat-obatan terkadang dapat digunakan untuk melarutkan batu empedu. Anda juga mungkin perlu melakukan prosedur pembedahan untuk mengangkat batu empedu Anda jika batu empedu terlalu besar atau pengobatan menggunakan obat-obatan tidak efektif.

Sclerosing cholangitis

Sclerosing cholangitis adalah peradangan atau jaringan parut pada saluran empedu, yang merupakan tabung yang membawa empedu ke seluruh tubuh. Penyebab pasti penyakit ini tidak diketahui, tetapi faktor genetik mungkin bertanggung jawab terhadap terjadinya penyakit ini.

Untuk penanganan sclerosing cholangitis, pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan dan operasi . Obat yang biasa diresepkan termasuk:

  • cholestyramine (Questran)
  • prednisone (RAYOS)
  • ursodiol (Urso Forte)
  • azathioprine (Azasan)
  • cyclosporine (Sandimmune)

Dokter Anda mungkin juga meresepkan suplemen vitamin A, D, E, dan K untuk menggantikan apa yang telah hilang dari tubuh. Dokter Anda mungkin juga meresepkan antibiotik.

Prosedur operasi yang biasanya dilakukan untuk mengobati sclerosing cholangitis meliputi:

  • Balon endoskopi: memasukkan balon ke saluran empedu untuk membuka penyumbatan
  • Kateter drainase bilier: menempatkan drain pada saluran empedu yang mengalami penyempitan
  • Pada kasus yang parah, mungkin dilakukan pengangkatan usus besar dan dubur.
  • Transplantasi Hati

Kelainan bentuk pada sistem empedu

Anda mungkin dilahirkan dengan cacat bentuk dalam sistem empedu Anda yang menyebabkan aliran empedu tersumbat.

Setelah pemeriksaan fisik, dokter Anda dapat melakukan beberapa tes untuk menentukan apakah Anda memiliki cacat struktural. Tes-tes ini termasuk tes darah, pemindaian, dan sinar-X.

Kelainan ini mungkin dapat ditangani dengan operasi. Jenis cacat akan menentukan jenis prosedur bedah yang akan digunakan oleh dokter.

Striktur bilier (kekakuan saluran empedu)

Operasi pengangkatan kantung empedu dapat menyebabkan penyempitan saluran empedu. Kondisi ini dikenal sebagai striktur bilier.

Dokter Anda mungkin dapat mengatasi hal ini dengan cara pembedahan atau pemasangan stent. Stent adalah tabung kecil yang ditempatkan oleh ahli bedah di dalam saluran empedu, agar saluran tersebut tetap terbuka sehingga empedu dapat mengalir dengan bebas.

Tumor

Tumor jinak (non kanker) atau ganas (kanker) dalam sistem empedu dapat mengganggu aliran empedu atau dapat menyebabkan peradangan pada hati.

Dokter Anda mungkin dapat mengangkat tumor dengan cara operasi. Jika tumornya bersifat kanker, Anda mungkin memerlukan penganganan radiasi, terapi yang menggunakan sinar-X atau sinar gamma untuk menghancurkan sel-sel kanker. Kemoterapi juga bisa dilakukan. Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

Kista

Kista pada saluran empedu dapat menghambat aliran empedu.

Kista dapat hilang tanpa perawatan, atau dokter Anda juga dapat melakukan operasi untuk mengangkatnya. Operasi dilakukan secara laparoskopi yaitu suatu prosedur yang dilakukan dengan sayatan kecil dengan bantuan teropong. Teknik ini lebih mudah dan nyaman dibandingkan operasi biasa.

Komplikasi dari kotoran yang berwarna pucat atau berwarna seperti tanah liat

Salah satu komplikasi paling umum terjadi dari kotoran yang berwarna pucat atau berwarna seperti tanah liat adalah penyakit kuning. Hal ini terjadi karena penumpukan empedu pada tubuh Anda. Gejala penyakit kuning adalah kulit Anda menguning atau daerah sekitar putih mata Anda juga menguning. 

Segera pergi ke dokter jika Anda memiliki tanda-tanda penyakit kuning karena hal ini bisa jadi merupakan gejala Anda mengalami gangguan hati.

Kotoran berwarna pucat atau berwarna seperti tanah liat pada anak-anak

Kotoran berwarna cerah pada anak-anak biasanya disebabkan oleh makanan berwarna seperti sereal sarapan. Namun, kotoran berwarna pucat, putih, atau tanah liat pada anak-anak dapat disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius. Beberapa penyebabnya adalah:

  • Hanya mengkonsumsi susu
  • Barium sulfat dari barium enema yaitu senyawa untuk membantu melihat struktur saluran cerna
  • Antasida, obat maag
  • Saluran empedu atau penyakit hati yang tersumbat

Anda harus menghubungi dokter kapan saja kotoran anak Anda berubah warna, terutama jika mereka tidak makan makanan apapun yang berwarna cerah atau Anda juga harus menghubungi dokter Anda jika kotoran berwarna pucat, putih, atau berwarna seperti tanah liat. 

Hanya dokter Anda yang dapat menentukan penyebab pasti sehingga dapat memberikan perawatan yang tepat.

Jika penyebabnya adalah makanan atau obat-obatan, dengan menghentikan konsumsinya, biasanya gejala akan hilang dalam waktu cepat. Jika penyebabnya adalah penyakit hati atau saluran empedu yang tersumbat, hal ini bisa mengancam jiwa dan mungkin memerlukan penanganan seperti pembedahan atau pengobatan.

Diagnosis feses berwarna pucat atau seperti tanah liat

Dokter Anda akan menanyakan pertanyaan tentang gejala yang menyertai dan obat yang Anda pakai. Dokter Anda juga dapat melakukan tes untuk membantu mendiagnosis penyebab terjadi kotoran berwarna pucat atau seperti tanah liat. Kemungkinan tes yang dilakukan meliputi:

  • tes darah, untuk memeriksa apakah terjadi infeksi dan penyakit kuning
  • computed tomography (CT) scan, untuk melihat apakah Anda mengalami pembengkakan hati atau saluran empedu
  • magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP), sejenis pencitraan resonansi magnetik (MRI) khusus yang menangkap gambar detail dari sistem bilier dengan bantuan senyawa kontras
  • USG perut, untuk melihat gambaran organ di dalam perut Anda dengan bantuan gelombang suara

Pandangan jangka panjang

Setelah penyebab dasar yang menyebabkan kotoran berwarna pucat atau seperti tanah liat ditangani, kotoran Anda harusnya kembali ke warna cokelat normal seperti sebelumnya. Namun, beberapa penyebab, seperti penyakit hati dan beberapa tumor /kanker, tidak dapat disembuhkan. Jika penyebabnya tidak dapat disembuhkan, Anda akan terus memiliki kotoran berwarna pucat atau seperti tanah liat.

Pencegahan

Beberapa penyebab kotoran berwarna pucat atau seperti tanah liat tidak dapat dicegah, tetapi yang lain dapat dicegah dan ditangani dengan baik. Beberapa bentuk hepatitis memiliki vaksin untuk pencegahannya. Hepatitis alkoholik dapat dicegah dengan tidak minum alkohol secara berlebihan. Jika penyebabnya tidak diketahui, berusahalah untuk memiliki pergerakan usus yang sehat dengan makan makanan seimbang yang tinggi serat. KOnsumsi makanan yang sedikit mengandung lemak untuk menghindari batu saluran empedu atau perlemakan hati.

Ditinjau secara medis oleh Universitas Illinois-Chicago, Fakultas Kedokteran pada 24 Januari 2017 - Ditulis oleh Rose Kivi dan Diana Wells

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit