Ketahui Jenis Makanan Apa Saja Yang Tidak Boleh Dimakan Mentah

Selain karena sulit pencernaan kita membutuhkan waktu untuk memproses potongan besar daging mentah, daging mentah juga bisa penuh dengan parasit dan bakteri yang dapat membunuh, seperti salmonella. Makanan lain mengandung racun yang perlu dimasak:
Dipublish tanggal: Agu 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ketahui Jenis Makanan Apa Saja Yang Tidak Boleh Dimakan Mentah

Makanan mentah mendapatkan banyak nutrisi untuk kekuatan tubuh. 

Sementara nilai kesehatan dari diet menggunakan mentah 100 persen masih dipertanyakan, meskipun memasak atau memasak terlalu lama memang merusak sebagian kandungan vitamin dalam makanan tertentu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Bagi seseorang yang mengonsumsi makanan standar yang banyak mengandung daging, susu, dan sayuran yang terlalu matang, menambahkan lebih banyak buah dan sayuran mentah tentu akan lebih baik. 

Namun tidak hanya berupa daging, beberapa makanan berupa sayuran pun ada yang tidak boleh dimakan mentah.

Makanan yang perlu dimasak adalah daging. 

Selain karena sulit pencernaan kita membutuhkan waktu untuk memproses potongan besar daging mentah, daging mentah juga bisa penuh dengan parasit dan bakteri yang dapat membunuh, seperti salmonella. 

Makanan lain mengandung racun yang perlu dimasak, Berikut akan dibahas makanan apa saja yang tidak boleh dimakan mentah:

1. Kentang

Mengkonsumsi kentang mentah dapat menyebabkan kembung dan efek pencernaan yang tidak diinginkan, karena kentang mengandung bahan pati yang sulit dicerna. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Kentang mentah dan hijau tidak boleh dimakan karena pada kentang mentah dapat mengandung senyawa beracun yang disebut glycoalkaloids yang dapat memperburuk sistem pencernaan.

2. Kacang merah

Kacang merah mengandung banyak protein, serat, dan antioksidan, tetapi memakannya mentah bisa mendatangkan malapetaka pada perut Anda. 

Kacang merah mentah mengandung toksin phytohemagglutinin, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan dan gejala yang mirip dengan keracunan makanan.

3. Jamur

Jamur sama sekali tidak boleh dikonsumsi mentah karena banyak sekali racun dari beberapa jenis jamur

4. Kecambah

Kecambah dan lobak dapat mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria. Kecambah ditanam dalam kondisi hangat dan lembab di mana bakteri ini tumbuh subur di permukaan tanaman.

5. Daging

Daging harus dimasak dengan suhu internal minimum yang aman. Untuk daging giling harus dimasak sekitar 70 derajat selsius. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Untuk steak daging sapi atau domba, panggang atau cincang, dimasak dengan suhu lebih tinggi dan kemudian biarkan selama tiga menit. Kalkun dan ayam harus mencapai suhu internal 80 derajat celcius.

6. Telur

Telur mentah mengandung salmonella, yang menginfeksi sekitar satu dari setiap 30.000 telur. 

7. Susu

Susu mentah sangatlah berbahaya. Susu yang datang langsung dari sapi, tanpa dipasteurisasi, dapat mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella. 

Menurut FDA, susu mentah 150 kali lebih mungkin menyebabkan penyakit bawaan daripada produk susu lainnya.

8. Terong

Terong, sebelum dimasak, memiliki senyawa glikoalkaloid yang sama dengan kentang mentah, solanin, yang tidak mematikan, tetapi masih belum ideal untuk dimakan mentah. 

Sebuah studi dari menunjukkan bahwa terong dapat memiliki manfaat antioksidan lebih lanjut ketika ditumis dalam minyak zaitun.

9. Ikan buntal

Ikan buntal tidak pernah boleh dimakan mentah dan bahkan berisiko tinggi keracunan. Ikan buntal membuat senyawa beracun yang disebut tetrodotoxin, yang dapat dihancurkan oleh panas.

 Jadi bagian-bagian ikan yang mengandung racun harus dengan hati-hati dan teliti dikeluarkan, memastikan bahwa tidak ada ikan yang terkontaminasi dengan racun tersebut.

10. Madu

Madu harus dipasteurisasi karena dalam bentuk mentah dapat mengandung spora racun yang disebut Clostridium botulinum, yang juga dapat membahayakan wanita hamil dan anak-anak di bawah usia satu tahun.

11. Brokoli

Satu studi melihat efek mengukus brokoli dibandingkan dengan menggoreng atau merebus dan menemukan bahwa mengukus dapat mempertahankan atau meningkatkan glukosinolat, sedangkan menggoreng dan merebus menyebabkan senyawa tersebut terdegradasi secara signifikan.

12. Pete

Pete harus selalu dimasak sampai matang. Pete mengandung glikosida sianogen, senyawa yang dibuat untuk melindungi tanaman dengan melepaskan hidrogen sianida yang mematikan ketika dimakan mentah.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What is the impact of cooked vs. raw food on the gut?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/326527.php)
E. coli: How can I tell if food is contaminated?. Mayo Clinic. (http://www.mayoclinic.com/health/e-coli/AN01781)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app