Cara Meningkatkan Bakteri Baik dalam Saluran Pencernaan

Dipublish tanggal: Agu 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Cara Meningkatkan Bakteri Baik dalam Saluran Pencernaan

Bakteri seringkali dianggap sebagai kuman penyakit, padahal bakteri tidak selalu bersifat negatif. Ada kalanya keberadaan bakteri justru sangat dibutuhkan untuk membantu kinerja tubuh, tetapi bakteri yang dimaksud adalah bakteri baik atau probiotik. 

Jumlah bakteri baik ataupun bakteri jahat pada tubuh sangat ditentukan oleh pola hidup, terutama dari asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Ketika Anda menjalani pola makan sembarangan tanpa mempertimbangkan efek kesehatan, maka kemungkinan besar akan lebih banyak bakteri jahat yang ada pada tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Cara Meningkatkan Bakteri Baik dalam Saluran Pencernaan

Bakteri baik di saluran cerna umumnya akan berada di usus yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan. Dua jenis bakteri baik dalam usus adalah Bifidobakterium dan Laktobasilus. Laktobasilus adalah jenis kelompok bakteri baik yang paling mudah ditemukan pada beberapa produk minuman seperti yoghurt dan minuman probiotik. Sementara Bifidobakterium dapat ditemukan di dalam produk susu.

Berikut ini adalah cara meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh, antara lain:

1. Kurangi asupan pemanis buatan pada makanan ataupun minuman

Kandungan pemanis buatan yang terdapat di makanan maupun minuman tidak hanya buruk pada kadar gula darah, namun juga berpengaruh terhadap populasi bakteri baik atau probiotik di dalam pencernaan.

Konsumsi pemanis buatan dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga meningkatkan risiko penyakit diabetes. Selain meningkatkan risiko diabetes, mengonsumsi pemanis buatan juga bisa menurunkan tingkat perkembangan bakteri baik dalam usus.

2. Perbanyak konsumsi makanan hasil fermentasi

Makanan fermentasi sangat dianjurkan apabila Anda ingin meningkatkan jumlah bakteri baik atau probiotik dalam usus. Hal ini dikarenakan makanan fermentasi secara alami mengandung berbagai jenis probiotik yang dapat menambah jumlah probiotik pada usus. 

Beberapa jenis makanan fermentasi yang bisa dipilih antara lain kimchi, tempe, tapai, dan kombucha. Selain makanan, produk olahan susu yang telah difermentasi seperti yoghurt dan kefir juga sangat baik untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna. Untuk mendapatkan hasil optimal, konsumsi makanan dan minuman ini dengan takaran yang sesuai kebutuhan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Baca juga: Jenis Yogurt serta Manfaatnya Bagi Kesehatan

3. Banyak konsumsi sayur, buah dan kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung banyak serat yang dapat membantu kesehatan organ pencernaan seperti usus sekaligus membantu penyerapan makanan lebih cepat. Serat dari makanan ini ketika masuk ke dalam organ usus akan bertindak sebagai rumah bagi bakteri baik sehingga bakteri baik akan lebih mudah berkembang biak. Sementara ketika Anda kekurangan serat, maka justru keberadaan bakteri jahat yang akan lebih banyak di dalam saluran usus.

Tetapi Anda juga tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi kacang terlalu banyak dalam asupan harian karena kacang memiliki kandungan lemak nabati yang tinggi. Untuk itu, imbangi asupan serat dari buah dan sayur.

4. Konsumsi tambahan probiotik dari luar

Selain dari makanan alami, Anda dapat meningkatkan jumlah probiotik dalam tubuh dengan mengonsumsi suplemen probiotik. Suplemen ini banyak tersedia di toko obat dan apotek dalam bentuk suplemen cair maupun kapsul. Tambahan probiotik ini dapat membantu menjaga kesehatan terutama bagian usus.

5. Mengurangi jumlah asupan protein hewani

Protein merupakan kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh karena dapat menambah massa otot. Sumber protein juga terbagi menjadi 2, yaitu protein hewani dan nabati. Kedua protein sama-sama baik, namun sebaiknya Anda menghindari konsumsi protein dari hewan terlalu banyak karena akan berpengaruh terhadap kesehatan usus.

6. Konsumsi makanan mengandung polifenol

Selain mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik, konsumsi polifenol secara tidak langsung akan membantu meningkatkan jumlah bakteri baik pada pencernaan. Polifenol bisa diperoleh dari makanan seperti dark chocolate, bawang putih, brokoli, dan teh hijau.

Baca juga: Manfaat Brokoli Bagi Kesehatan

29 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Zhang et al. (2015). Impacts of gut bacteria on human health and diseases. DOI: . (https://doi.org/10.3390/ijms16047493)
Yano JM, et al. (2015). Indigenous bacteria from the gut microbiota regulate host serotonin biosynthesis. DOI: (https://doi.org/10.1016/j.cell.2015.02.047)
Useros NR, et al. (2015). HYDRAGUT study: Influence of HYDRAtion status on the GUT microbiota and their impact on the immune system. (https://www.fasebj.org/doi/abs/10.1096/fasebj.29.1_supplement.593.1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app