Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Kehamilan

Keputihan Saat Hamil, Normal Kah??

Update terakhir: SEP 13, 2019 Tinjau pada SEP 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.521.329 orang

Keputihan Saat Hamil, Normal Kah??

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, Keputihan saat hamil itu apakah sesuatu yang normal atau berbahaya, terutama bagi ibu hamil yang sebelum hamil tidak keputihan. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu harus Anda ketahui bahwa ketika terjadi kehamilan tubuh wanita banyak mengalami perubahan, termasuk perubahan pada organ intim wanita, dalam hal ini cairan yang keluar dari jalan lahir atau keputihan.

Pada artikel sebelumnya yang berjudul Keputihan, normal atau penyakit? telah sedikit dibahas mengenai keputihan pada wanita hamil ini, telah dijelaskan bahwa cairan keputihan yang bersifat normal akan lebih banyak pada saat hamil. hal ini terjadi karena Peningkatan hormon dan suplai darah dalam tubuh, dan pada saat menjelang akhir kehamilan, ketika kepala bayi menekan leher rahim, maka keputihan bisa sangat berat (banyak).

ilustrasi ibu hamil

Keputihan saat hamil tersebut dibilang normal apabila cairan keputihan berwarna bening-putih, tidak berbau, dan tidak panas, tidak gatal. Mungkin akan terlihat kuning ketika telah kering pada celana dalam. Jika cairan keputihan saat hamil tidak demikian, maka dicurigai keputihan yang tidak normal (abnormal, penyakit).

Oleh karena itu hubungi dokter, jika

  • Jika anda curiga adanya infeksi vagina.
  • Keputihan saat hamil terasa gatal, panas/terbakar, kemerahan, atau bengkak di daerah kemaluan.
  • Rasa neyri ketika buang air kecil.
  • Keputihan saat hamil berwarna seperti keju cottage atau berdarah.
  • Cairan Keputihan saat hamil berwarna kuning/hijau atau abu-abu berbau busuk atau bau amis.
  • Jika anda curiga adanya infeksi vagina (bisa disertai dengan demam).
  • Keputihan saat hamil terasa gatal, panas/terbakar, kemerahan, atau bengkak di daerah kemaluan.
  • Rasa nyeri atau panas ketika buang air kecil.
  • Keputihan saat hamil berwarna seperti keju cottage atau berdarah.
  • Cairan Keputihan saat hamil berwarna kuning/hijau atau abu-abu berbau busuk atau bau amis.

Jangan pernah menggunakan obat-obatan yang dijual bebas atau mengobati sendiri keputihan ketika hamil, selalu konsultasikan dengan dokter, karena ditakutkan obat-obat tersebut berbahaya bagi kehamilan Anda.

Jika keputihan saat hamil terjadi, lakukan hal-hal berikut untuk mencegah infeksi dan agar tetap nyaman:

  • Kenakan pakaian katun untuk menjaga daerah vagina tetap kering.
  • Hindari celana ketat dan stoking.
  • Menjaga daerah kemaluan tetap bersih.
  • Setelah buang air, ceboklah dengan cara mengusap dari depan ke belakang untuk mencegah agar bakteri dari anus tidak masuk ke vagina.
  • Hindari tisu toilet, semprotan feminin, mandi busa, dan panty liner yang mengandung wewangian (parfume).
  • Kenakan pakaian katun untuk menjaga daerah vagina tetap kering.
  • Hindari celana ketat dan stoking.
  • Menjaga daerah kemaluan tetap bersih.
  • Setelah buang air, ceboklah dengan cara mengusap dari depan ke belakang untuk mencegah agar bakteri dari anus tidak masuk ke vagina.
  • Hindari tisu toilet, semprotan feminin, mandi busa, dan panty liner yang mengandung wewangian (parfume).

Sekian, artikel singkat tentang keputihan saat hamil, semoga bermanfaat.

 

EDITING

 

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, Keputihan saat hamil itu apakah sesuatu yang normal atau berbahaya, terutama bagi ibu hamil yang sebelum hamil tidak keputihan. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu harus Anda ketahui bahwa ketika terjadi kehamilan tubuh wanita banyak mengalami perubahan, termasuk perubahan pada organ intim wanita, dalam hal ini cairan yang keluar dari jalan lahir atau keputihan.

 

Pada artikel sebelumnya yang berjudul Keputihan, normal atau penyakit? telah sedikit dibahas mengenai keputihan pada wanita hamil ini, telah dijelaskan bahwa cairan keputihan yang bersifat normal akan lebih banyak pada saat hamil. Hal ini terjadi karena peningkatan hormon (estrogen, progesteron, dan HCG) dan suplai darah dalam tubuh, dan pada saat menjelang akhir kehamilan, ketika kepala bayi menekan leher rahim, maka keputihan bisa sangat berat (banyak).

ilustrasi ibu hamil

 

Keputihan saat hamil tersebut dibilang normal apabila cairan keputihan berwarna bening-putih, tidak berbau, dan tidak panas, tidak gatal. Mungkin akan terlihat kuning ketika telah kering pada celana dalam. Jika cairan keputihan saat hamil tidak demikian, maka dicurigai keputihan yang tidak normal (abnormal, penyakit).

 

Oleh karena itu hubungi dokter, jika

 

Jangan pernah menggunakan obat-obatan yang dijual bebas atau mengobati sendiri keputihan ketika hamil, selalu konsultasikan dengan dokter, karena ditakutkan obat-obat tersebut berbahaya bagi kehamilan Anda.

 

Jika keputihan saat hamil terjadi, lakukan hal-hal berikut untuk mencegah infeksi dan agar tetap nyaman:

 

Sekian, artikel singkat tentang keputihan saat hamil, semoga bermanfaat.

 

 

Referensi

Baby Center (2017). Vaginal discharge during pregnancy.

Bellis, L. Parents. Vaginal Infections During Pregnancy.

Healthline (2015). Infections in Pregnancy: Bacterial Vaginosis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit