Kemoterapi, Salah Satu Cara Pengobatan Melawan Kanker

Saat ini terdapat berbagai macam pengobatan kanker seperti kemoterapi, radiasi, dan operasi. Masing-masing cara pengobatan tersebut memiliki peranan masing-masing dalam mengobati kanker di dalam tubuh. Pada artikel berikut ini kita fokus pada cara pengobatan kanker melalui kemoterapi.
Dipublish tanggal: Jun 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 11, 2019 Waktu baca: 2 menit
Kemoterapi, Salah Satu Cara Pengobatan Melawan Kanker

Kasus penyakit kanker diketahui meningkat sebesar 70% dalam dua dekade terakhir. World Health Organization menyatakan terdapat 14 juta kasus kanker dan terdapat 8,2 juta orang meninggal dunia tahun 2012 karena kanker.

Kanker adalah salah satu penyakit yang cukup mematikan. Namun demikian, saat ini terdapat berbagai macam pengobatan kanker seperti kemoterapi, radiasi, dan operasi. Masing-masing cara pengobatan tersebut memiliki peranan masing-masing dalam mengobati kanker di dalam tubuh. 

Pada artikel berikut ini kita fokus pada cara pengobatan kanker melalui kemoterapi.

Apa itu kemoterapi?

Kemoterapi adalah salah satu bentuk pengobatan kanker yang dilakukan dengan cara pemberian obat kimia dengan dosis yang cukup banyak dan jenis obat yang keras guna menghancurkan sel kanker. 

Kemoterapi dilakukan berdasarkan tujuan tertentu sesuai dengan tingkat keparahan kanker dan jenis kanker yang diderita oleh pasien. Berikut ini merupakan jenis-jenis terapi berdasarkan tujuannya:

  • Kemoterapi kuratif, yaitu kemoterapi dengan tujuan guna menghancurkan semua sel kanker di dalam tubuh dan bertujuan menyembuhkan pasien.
  • Kemoterapi neoadjuvan, yaitu kemoterapi yang dilakukan sebelum pasien belum melakukan operasi kanker. Kemoterapi ini bertujuan untuk mengurangi sel kanker atau mengurangi ukuran tumor yang ada sehingga tumor mudah diangkat ketika operasi.
  • Kemoterapi adjuvan, yaitu kemoterapi  yang dilakukan setelah pasien melakukan operasi atau berbagai terapi kanker lainnya. Kemoterapi adjuvan bertujuan untuk menghilangkan sel-sel kanker yang mungkin masih tertinggal di dalam tubuh guna menyembuhkan pasien.
  • Kemoterapi paliatif, disebut paliatif jika kemoterapi sudah tidak mungkin menyembuhkan dan menghilangkan kanker dari dalam tubuh yang terjadi pada pasien dengan kanker stadium lanjut. Tetapi, terapi ini tetap perlu dilakukan untuk meringankan gejala serta memperlambat perkembangan kanker.

Siklus kemoterapi

Umumnya kemoterapi dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu, dengan infus dan melalui aliran darah vena. 

Aliran pembuluh darah vena yang mengalir di setiap bagian tubuh dimanfaatkan oleh para dokter guna mengaliri obat kemoterapi di dalamnya, sehingga akan menjangkau seluruh bagian tubuh dan menghancurkan sel kanker.

Setiap kemoterapi memiliki siklusnya masing-masing, setiap satu siklus terdiri dari beberapa hari dan beberapa jenis obat yang diberikan. Setelah satu siklus selesai dilakukan, pasien akan diberi jeda waktu guna memulihkan diri untuk menjalani siklus selanjutnya. 

Masing-masing penderita kanker dapat memiliki jeda waktu dan jumlah siklus yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat tergantung pada jenis kanker, kondisi tubuh, serta stadium kanker yang diderita. Setiap pasien juga akan diberikan lembar prosedur dan protokolnya masing-masing ketika melakukan kemoterapi.

Proses kemoterapi membunuh sel kanker

Dalam kondisi normal, sel dalam tubuh akan membelah diri saat mengalami kerusakan. Pembelahan yang terjadi pada sel normal juga tidak secepat sel kanker, saat membelah menjadi dua, maka sel akan membelah lagi dan menjadi empat, dan seterusnya. 

Sedangkan pada sel kanker, pembelahan yang terjadi sangatlah cepat dan banyak sehingga dapat menghasilkan dua kali lebih banyak daripada sel normal.

Obat-obatan kemoterapi yang masuk dalam tubuh akan langsung bereaksi dengan sel kanker yang sedang melakukan pertumbuhan dan pembelahan. Obat-obatan tersebut akan membunuh sel kanker dengan cara merusak sistem pengendalian pembelahan sel sehingga sel tersebut tidak dapat membelah diri. 

Sedangkan obat yang lainnya akan merusak inti sel saat melakukan proses penggandaan gen, dan merusak sel kanker yang sedang istirahat.

Tetapi cara kerja obat kemoterapi yang merusak sel kanker yang sedang membelah juga akan merusak sel normal dalam tubuh. Misalnya jaringan kulit, sumsum tulang, dan sistem pencernaan yang selnya selalu melakukan pembelahan juga akan rusak akibat obat kemoterapi.


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Warner KJ. Allscripts EPSi. Mayo Clinic. Nov. 25, 2019.
Cyclophosphamide (Cytoxan). American College of Rheumatology. https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Treatments/Cyclophosphamide-Cytoxan.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app