HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Drowsiness - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 7, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Kantuk adalah sebuah kondisi yang membuat mata ingin terpejam dan memasuki fase tidur. Kantuk merupakan sinyal normal tubuh untuk beristirahat. 

Akan tetapi, menjadi hal yang tidak normal apabila kantuk timbul secara terus menerus, terjadi pada waktu-waktu yang tidak tepat, dan berlebihan. Kantuk yang seperti ini dapat menjadi masalah karena mengganggu aktivitas normal tubuh disiang hari.

Penyebab Kantuk

Terdapat banyak hal yang menyebabkan kantuk, mulai dari kondisi psikologis, pola hidup, hingga adanya permasalahan kesehatan serius.

  • Pola hidup seperti bekerja dalam waktu lama atau shift malam, dapat meningkatkan rasa kantuk karena terjadi perubahan jam biologis tubuh.
  • Kondisi psikologis, mental, dan emosional seperti depresi, kecemasan, atau stres, dapat menimbulkan rasa kantuk yang berlebihan
  • Permasalahan medis seperti diabetes, hipotiroid, atau hiponatremia dapat menyebabkan rasa nyeri kronis, mengganggu metabolisme dan kondisi psikologis sehingga meningkatkan rasa kantuk
  • Konsumsi obat-obatan seperti antihistamin, obat tidur, dan obat penenang dapat menimbulkan efek samping berupa rasa kantuk
  • Gangguan pola tidur seperti apnea, dapat menyumbat saluran pernapasan bagian atas sehingga menimbulkan dengkuran dan menghentikan pernapasan sementara. Hal ini dapat mengakibatkan seseorang sering tersadar ketika tidur, waktu tidur terganggu, dan tidur menjadi tidak berkualitas.
  • Nyeri kronis
  • Insomnia
  • Jet lag

Konsekuensi Kantuk

Kantuk yang berlebihan dapat menimbulkan konsekuensi seperti:

  • Berkurangnya kualitas hidup karena banyak waktu terpakai untuk tidur
  • Menurunnya produktifitas
  • Gangguan memori
  • Gangguan konsentrasi
  • Penurunan energi dan libido
  • Gangguan emosi
  • Mudah terkena cedera
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh
  • Perubahan nafsu makan

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Anda harus memeriksakan diri ke dokter apabila rasa kantuk berlebihan muncul setelah:

  • Meminum obat
  • Mengkonsumsi obat dengan dosis berlebih (overdosis)
  • Mendapat cedera di kepala
  • Terpapar cuaca atau suhu dingin

Penanganan Kantuk

Penanganan rasa kantuk yang berlebihan disesuaikan dengan penyebabnya. Hal ini dapat dilakukan oleh Anda sendiri dirumah, terutama apabila penyebab rasa kantuk berlebihan ditimbulkan oleh pola hidup atau stress emosional. 

Caranya adalah dengan memperbanyak istirahat dan mengalihkan perhatian dari hal-hal yang memicu stress. Penting juga untuk mencari tahu akar permasalahan yang membuat Anda cemas atau stress dan cara mengatasinya.

Untuk penanganan medis, biasanya dokter akan mendata gejala yang Anda rasakan, kualitas tidur, dan apakah Anda sering bangun di malam hari. 

Oleh karena itu, penting untuk menginformasikan pada dokter mengenai kebiasaan tidur Anda, lama waktu tidur, apakah Anda mendengkur, seberapa sering Anda tertidur dan mengantuk di siang hari. 

Apabila dokter mencurigai adanya permasalahan psikologis, Anda akan dirujuk kepada konselor atau psikolog untuk membantu menemukan solusinya.

Tetapi bila penyebab rasa kantuk berlebihan belum dapat diketahui, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan seperti tes darah lengkap, tes urin, EEG, atau CT-scan kepala.

Pencegahan Kantuk

Waktu tidur malam yang cukup dan rutin dapat mencegah timbulnya rasa kantuk yang berlebihan. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sebanyak kurang lebih 8 jam untuk dapat bangun dengan tubuh segar. 

Beberapa orang mungkin memerlukan waktu tidur lebih banyak, misalnya pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu atau dengan pola hidup tertentu.

Tips untuk mencegah kantuk berlebihan di siang hari

  • Buat rasa nyaman pada ruangan tidur Anda dengan cara memastikan bahwa kasur Anda empuk, suhu ruangan dingin, tidak berisik, memastikan kondisi rumah aman terkendali, dan pencahayaan redup. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur malam, sehingga tidak timbul rasa kantuk di siang hari.
  • Pastikan bahwa waktu tidur malam Anda cukup (kurang lebih 7 – 8 jam)
  • Membuat jadwal waktu tidur di malam hari dan waktu bangun di pagi hari. Lakukan dengan teratur dan rutin
  • Membatasi konsumsi kafein dan makanan menjelang waktu tidur
  • Tidak mengkonsumsi alkohol untuk meningkatkan kualitas tidur

Rasa kantuk berlebihan akan hilang dengan sendirinya ketika tubuh telah beradaptasi dengan ritme aktivitas Anda yang baru atau ketika Anda berhasil mengatasi penyebab stress dan kecemasan. 

Akan tetapi, apabila rasa kantuk berlebihan disebabkan oleh adanya permasalahan kesehatan, maka terapi medis yang tepat sangat diperlukan karena dapat memperburuk kondisi tubuh.

 


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MedicineNet (2018). Sleep Disorders: Hypersomnia (https://www.medicinenet.com/hypersomnia/article.htm)
MedicineNet (2018). Problem Sleepiness (https://www.medicinenet.com/problem_sleepiness/article.htm)
Blake, K. Healthline (2017). What Causes Drowsiness? (https://www.healthline.com/health/drowsiness)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app