6 Kandungan Mineral Penting saat Patah Tulang

Dipublish tanggal: Okt 30, 2019 Update terakhir: Agu 25, 2021 Tinjau pada Des 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
6 Kandungan Mineral Penting saat Patah Tulang

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Kesehatan tulang sangatlah penting terutama memasuki usia lanjut, maka dari itu diperlukan berbagai mineral penting sebagai nutrisi tambahan;
  • Kondisi tulang juga bisa rusak akibat faktor kecelakaan, saat olahraga, atau karena terjatuh dan berisiko menyebabkan patah tulang;
  • Untuk membantu memperbaiki kondisi tulang, dibutuhkan sejumlah nutrisi penting antara lain fosfor, kalsium, magnesium, vitamin C, vitamin D, dan kalium;
  • Salah satu mineral penting yang perlu dikonsumsi saat patah tulang adalah kalsium yang bisa berasal dari susu, yoghurt, bokcoy, kale, keju, dan brokoli;
  • Vitamin C dan vitamin D juga sangat membantu dalam pertumbuhan tulang karena vitamin D dapat mengoptimalkan fungsi kalsium dalam tulang;
  • Klik untuk membeli suplemen vitamin dan mineral dari rumah Anda melalui HDMall. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Kondisi di mana salah satu tulang di bagian tubuh patah disebut patah tulang. Hal ini bisa disebabkan karena kecelakaan, olahraga, atau tidak sengaja terjatuh yang biasanya dialami oleh anak-anak ataupun orang lanjut usia. 

Selain karena faktor usia, pembentukan tulang dan pengeroposan tulang menjadi faktor meningkatnya risiko patah tulang. Proses penyembuhan kondisi patah tulang ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama dengan beberapa metode penanganan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Untuk membantu mempercepat proses pemulihan patah tulang, maka sebaiknya Anda beristirahat total dari segala bentuk aktivitas fisik dan mengonsumsi berbagai nutrisi tambahan seperti fosfor, kalsium, magnesium, vitamin C, vitamin D, dan kalium yang sangat penting dalam perbaikan kondisi tulang.

6 Kandungan mineral penting untuk dikonsumsi saat patah tulang

1. Fosfor

Fosfor (P) merupakan salah satu mineral penting bagi kesehatan tulang karena kandungan fosfor dapat membantu memperkuat tulang. Contoh bahan pangan yang mengandung fosfor antara lain daging sapi, salmon, susu, dan yoghurt. 

Selain bahan pangan hewani, fosfor juga terdapat dalam beberapa sumber makanan nabati seperti kacang tanah. Maka, Anda dapat mengonsumsi makanan tersebut untuk bisa mendapatkan sumber nutrisi fosfor yang baik untuk kesehatan tulang.

Baca juga: Jenis Yoghurt dan Manfaat Yoghurt bagi Kesehatan

2. Kalsium

Kesehatan tulang juga tentunya berkaitan erat dengan kalsium (Ca). Maka penderita patah tulang harus banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan kalsium tinggi, seperti susu, yoghurt, bokcoy, kale, keju, dan brokoli. 

Ada pula suplemen kalsium yang dapat dikonsumsi dan sudah banyak dijual di pasaran. Namun Anda tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen kalsium.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

3. Vitamin C

Vitamin C memiliki peran dalam membentuk kolagen yang merupakan protein perekat dalam tulang dan tulang rawan. Maka, vitamin C juga ikut berperan dalam pertumbuhan tulang. 

Vitamin C banyak terdapat dalam buah-buahan dan beberapa jenis sayur seperti tomat, jeruk, kiwi, stroberi, jambu biji, paprika, cabai, kentang, serta brokoli. Anda dapat mengonsumsi buah dan sayur tersebut untuk mendapatkan manfaat dari vitamin C untuk pertumbuhan tulang.

Baca juga: 7 Manfaat Vitamin C untuk Kesehatan Tubuh

4. Magnesium

Magnesium (Mg) merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh, terutama tulang. Fungsinya adalah membentuk tulang bersama dengan kalsium dan fosfor. Selain itu, sekitar hampir 50% total magnesium dalam tubuh ditemukan di tulang. 

Contoh bahan pangan mengandung magnesium antara lain sayur buncis, kacang polong atau polong-polongan, dan bayam. Maka dari itu, apabila Anda ingin mendapatkan manfaat dari magnesium untuk pertumbuhan tulang, Anda bisa mengonsumsi salah satu jenis sayuran hijau tersebut.

5. Vitamin D

Nutrisi lainnya yang dibutuhkan tubuh terutama tulang adalah vitamin D. Dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama beberapa menit, Anda bisa mendapatkan vitamin D secara mudah dan gratis. Sinar matahari dapat mengaktifkan vitamin D yang terdapat dalam tubuh dan membantu pertumbuhan tulang karena vitamin D dapat membantu mengaktifkan fungsi kalsium dalam tulang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Selain berjemur di bawah sinar matahari pagi, Anda juga bisa memperoleh fungsi vitamin D dari beberapa jenis bahan pangan seperti susu kedelai, kuning telur, hati sapi, salmon, udang, dan ikan sarden.

Baca juga: Vitamin D Alami dari Sinar Matahari

6. Kalium

Anda membutuhkan kalium (K) dalam proses pembentukan tulang karena kalium dapat menguraikan kalsium untuk membantu membentuk kerangka tubuh atau tulang. Kalium dapat diperoleh apabila Anda banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran seperti pisang, jeruk, tomat, buncis, dan kentang. 

Secara umum, remaja biasanya membutuhkan sekitar 4,7 gram kalium per harinya. Maka sebaiknya Anda banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan kalium dan meningkatkan kesehatan tulang.

Patah tulang memang memerlukan waktu cukup lama untuk dapat menyembuhkannya. Namun Anda tidak perlu khawatir karena Anda dapat mempercepat proses penyembuhannya, salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi yang kaya nutrisi dan mineral penting untuk menunjang pertumbuhan tulang. Selain makan makanan bergizi, Anda juga tetap harus mematuhi saran dokter dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Augat, Peter & Fuerst, Thomas & Genant, Harry. (1998). Quantitative Bone Mineral Assessment at the Forearm: A Review. Osteoporosis international : a journal established as result of cooperation between the European Foundation for Osteoporosis and the National Osteoporosis Foundation of the USA. 8. 299-310. 10.1007/s001980050068. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/13264424_Quantitative_Bone_Mineral_Assessment_at_the_Forearm_A_Review)
Natural medicines in the clinical management of osteoporosis. Natural Medicines. https://naturalmedicines.therapeuticresearch.com/.
Iwaniec UT, et al. Influence of body weight on bone mass, architecture and turnover. Journal of Endocrinology. 2016;230:R115.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
6 Cara Menjaga Kesehatan Tulang di Usia Lanjut
6 Cara Menjaga Kesehatan Tulang di Usia Lanjut

Anda dapat mengetahui kondisi kesehatan tulang melalui program FRAX (Alat Penilaian Risiko Fraktur). Program ini dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, sehingga dapat membantu dokter menghitung kemungkinan risiko terjadinya osteoporosis dalam 10 tahun ke depan dengan menilai gaya hidup, kesehatan, faktor risiko dan riwayat genetik melalui aplikasi online.

Buka di app