Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. AHMAD MUHLISIN
Kesehatan Fisik

Vitamin D Alami dari Sinar Matahari ​Penting Bagi Tubuh

Update terakhir: Jan 21, 2020 Tinjau pada Sep 11, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 983.988 orang

Vitamin D Alami dari Sinar Matahari ​Penting Bagi Tubuh

Vitamin D adalah vitamin yang penting bagi tubuh, tetapi tidak sedikit pula orang yang mengalami kekurangan vitamin D (defisiensi vitamin D). Faktanya, diperkirakan lebih dari 40% orang dewasa di Amerika Serikat mengalami kekurangan vitamin D.

Vitamin D ini bisa didapatkan secara alami melalui sinar matahari karena matahari merupakan sumber vitamin D terbaik yang sangat penting untuk menjaga kadar vitamin D yang optimal dalam tubuh. Walaupun begitu terlalu banyak terkena sinar matahari juga memiliki risiko kesehatan sendiri.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Mengapa vitamin D disebut vitamin sinar matahari?

Ketika kulit Anda terkena sinar matahari, itulah yang membentuk vitamin D dari kolesterol pada kulit. Sinar ultraviolet B (UVB) matahari mengenai kolesterol dalam sel-sel kulit, lalu memberikan energi agar sintesis vitamin D terjadi. 

Vitamin D memiliki banyak peran dalam tubuh dan sangat penting untuk menjaga kesehatan secara optimal. Salah satunya, vitamin D akan memerintahkan sel-sel dalam usus untuk menyerap kalsium dan fosfor, 2 mineral penting untuk menjaga tulang yang kuat dan sehat. Di sisi lain, kadar vitamin D yang rendah dianggap memiliki kaitan dengan kondisi kesehatan yang serius, termasuk osteoporosis, kanker, depresi, kelemahan otot, hingga kematian.

Sumber vitamin D alami terbaik memang berasal dari sinar matahari, tetapi ada berapa jenis makanan yang dapat memberikan asupan vitamin D bagi tubuh, di antaranya minyak ikan cod, salmon, tuna, ikan sarden, hati sapi, dan kuning telur. Meskipun begitu, jumlah kadar vitamin D yang dihasilkan tidak terlalu banyak.

Jika tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen seperti minyak hati ikan kod. Penting diketahui bahwa sinar UVB matahari tidak dapat menembus jendela sehingga Anda perlu mendapatkan sinar matahari secara langsung agar tidak rentan kekurangan vitamin D.

Kapan waktu terbaik untuk mendapatkan sinar matahari?

Demi mendapatkan vitamin D yang baik dan alami dari sinar matahari, waktu tengah hari terutama selama musim panas atau musim kemarau merupakan waktu yang tepat bagi tubuh agar terpapar sinar matahari. Tetapi jika tidak dapat membuat vitamin D dari sinar matahari, Anda bisa mendapatkannya dari makanan atau suplemen tertentu yang mengandung vitamin D.

Pada siang hari, matahari berada pada titik tertinggi, dan sinar UVB-nya paling kuat. Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa tubuh paling efisien dalam membuat vitamin D pada siang hari. Untuk dosis harian vitamin D yang umum direkomendasikan adalah sebanyak 600 IU (15 mcg) setiap hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Sebagai contoh, 13 menit terkena paparan sinar matahari tengah hari selama musim panas di Inggris sebanyak tiga kali dalam seminggu sudah cukup untuk mempertahankan tingkat kesehatan di antara orang dewasa Kaukasia. Studi lain mengungkapkan bahwa 30 menit paparan sinar matahari musim panas tengah hari di Oslo, Norwegia setara dengan mengonsumsi 10.000-20.000 IU vitamin D.

Baca juga: Tanda Kekurangan Vitamin D

Warna kulit dapat mempengaruhi produksi vitamin D?

Warna kulit Anda ditentukan oleh pigmen yang disebut melanin. Orang dengan kulit yang lebih gelap biasanya memiliki lebih banyak melanin daripada orang dengan kulit yang lebih terang. Terlebih lagi, pigmen melanin juga lebih besar dan lebih gelap.

Manfaat melanin sendiri dapat membantu melindungi kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari yang berlebihan sehingga dapat mengurangi penyerapan jumlah sinar UVB. Selain itu, melanin bertindak sebagai tabir surya alami dan menyerap sinar UV matahari untuk mengatasi tubuh dari sengatan matahari dan risiko kanker kulit. Tetapi orang berkulit gelap perlu waktu lebih lama untuk mendapatkan vitamin D dari sinar matahari sehingga cukup banyak orang berkulit gelap memiliki risiko defisiensi vitamin D yang lebih tinggi.

Apakah tabir surya dapat mempengaruhi vitamin D?

Karena vitamin D terbuat dari kolesterol di kulit, maka seluruh permukaan kulit perlu mendapatkan paparan sinar matahari demi mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh. Anda dapat memaksimalkan kebutuhan tersebut dengan tetap melindungi bagian tubuh tertentu, seperti kepala, wajah dan mata, menggunakan topi dan kacamata hitam. Penggunaan tabir surya (sunscreen) juga dapat diterapkan terutama jika Anda memiliki kulit sensitif terhadap sinar matahari.

Banyak orang menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari sengatan matahari dan risiko kanker kulit. Hal ini terjadi karena tabir surya mengandung bahan kimia yang dapat memantulkan, menyerap atau menyebarkan sinar matahari yang masuk sehingga kulit terpapar ke tingkat yang lebih rendah dari sinar UV berbahaya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Namun, karena sinar UVB sangat penting untuk membentuk vitamin D, penggunaan tabir surya malah dapat mencegah kulit memproduksinya. Bahkan, beberapa penelitian memperkirakan bahwa tabir surya SPF 30 atau lebih dapat mengurangi produksi vitamin D dalam tubuh sekitar 95-98%.

Apakah berbahaya terpapar sinar matahari terlalu berlebihan?

Paparan sinar matahari sangat bagus dalam memproduksi vitamin D pada tubuh, tetapi jika terlalu berlebihan pun dapat menyebabkan dampak berbahaya bagi kesehatan. Berikut ini beberapa dampak paparan sinar matahari yang terlalu berlebihan:

  • Sunburns

Efek berbahaya paling umum dari terlalu banyak terpapar sinar matahari. Gejala kulit terbakar (sunburns) termasuk kemerahan, pembengkakan, nyeri dan kulit melepuh.

Baca juga: 10 Langkah Mengatasi Kulit Terbakar Sinar Matahari

  • Kerusakan mata

Paparan sinar UV dalam jangka panjang dapat merusak retina mata yang dapat meningkatkan risiko penyakit mata seperti katarak.

  • Kulit yang menua

Menghabiskan terlalu lama di bawah sinar matahari dapat menyebabkan kulit menua lebih cepat. Beberapa orang mengembangkan kulit yang lebih keriput, kendor atau kasar

  • Perubahan kulit

Bintik-bintik, tahi lalat, dan perubahan kulit lainnya dapat menjadi efek samping dari paparan sinar matahari yang berlebihan

Heat stroke juga dikenal sebagai sengatan matahari yang merupakan kondisi di mana suhu inti tubuh naik karena terlalu banyak terkena panas atau terpapar sinar matahari sehingga tubuh merasakan panas berlebihan

Baca juga: Tanda dan Cara Mencegah Serangan Panas (Heat Stroke)

  • Kanker kulit

Terlalu banyak terpapar sinar UV dapat menjadi penyebab utama kanker kulit.

Paparan sinar matahari secara teratur adalah cara paling alami untuk mendapatkan vitamin D. Usahakan untuk mendapatkan 10-30 menit sinar matahari tengah hari selama beberapa kali seminggu. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan Anda dalam membentuk vitamin D dari sinar matahari, antara lain seberapa lama waktu terkena paparan sinar matahari, warna kulit, posisi dan cuaca, serta seberapa banyak bagian kulit yang terpapar sinar matahari dan penggunaan tabir surya.

Untuk mengatasi kekurangan vitamin D alami, Anda dapat mengonsumsi suplemen vitamin D atau mengonsumsi lebih banyak makanan kaya vitamin D. Selain itu, penggunaan tabir surya setelah 10-30 menit terkena paparan sinar matahari tanpa perlindungan juga perlu dilakukan untuk membantu mencegah kulit terbakar dan risiko kanker kulit.

1 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
  • Helathline. (2018). How to Safely Get Vitamin D From Sunlight

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit