Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Sep 3, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Tinjau pada Okt 21, 2019 Waktu baca: 3 menit

Apakah Hipoglikemia itu?

Hipoglikemia atau gula darah rendah biasanya merupakan kondisi pada penderita diabetes yang terbiasa mengonsumsi obat tertentu sehingga meningkatkan kadar insulin dalam tubuh.

Gula darah yang juga disebut glukosa berasal dari makanan dan berfungsi sebagai sumber energi penting bagi tubuh. Makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, sereal, dan roti merupakan sumber glukosa utama bagi tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Setelah makanan masuk ke dalam tubuh, glukosa yang terkandung akan diserap ke dalam aliran darah dan sel-sel tubuh. Hormon insulin yang dibuat di pankreas akan membantu sel menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi.

Jika glukosa yang dikonsumsi terlalu banyak dari yang dibutuhkan, tubuh akan menyimpannya dalam hati dan otot atau mengubahnya menjadi lemak sehingga dapat digunakan untuk cadangan energi ketika dibutuhkan. Karena tanpa kadar glukosa yang cukup, tubuh tidak dapat melakukan fungsinya secara normal.

Seseorang dianggap mengalami hipoglikemia ketika gula darah puasa berada di bawah 70 mg / dL dan memerlukan penanganan segera untuk menghindari timbulnya masalah kesehatan yang lebih serius.

Mengenai Hipoglikemia

Penyebab Hipoglikemia

Hipoglikemia dapat terjadi akibat sejumlah kondisi, salah satu penyebab utama Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah diabetes. Hal ini terjadi akibat efek samping dari perawatan dan pengobatan diabetes, salah satunya melalui obat atau suntik insulin. 

Diabetes dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menggunakan insulin. Jika terlalu banyak insulin dalam tubuh mungkin itu akan menurunkan kadar gula darah menjadi terlalu rendah. 

Penyebab Hipoglikemia lainnya adalah terlalu banyak mengonsumsi obat, sering melewatkan jam makan, serta melakukan olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan gula darah menurun. Memiliki gangguan ginjal atau hepatitis, serta kelainan endokrin juga dapat menjadi penyebab gula darah Anda rendah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Gejala Hipoglikemia

Gejala Hipoglikemia atau gula darah rendah dapat muncul secara tiba-tiba, di antaranya penglihatan yang kabur, detak jantung yang cepat, perubahan suasana hati yang mendadak, kelelahan yang terus menerus, sakit kepala, wajah pucat, mudah lapar, gemetar, pusing, mudah berkeringat, sulit tidur, kehilangan kesadaran, hingga sulit berpikir atau berkonsentrasi.

Karena gejala atau tanda Hipoglikemia dapat muncul secara mendadak, maka banyak orang yang tidak menyadari bahwa gula darah dalam tubuhnya rendah. Hal ini jika tidak dipantau dapat menyebabkan Anda mendadak pingsan, kejang, maupun koma.

Jika seseorang mengalami reaksi yang berlebihan dan tidak sadarkan diri, penting untuk memberikan perawatan medis sesegera mungkin.

Diagnosis Hipoglikemia

Jika Anda merasakan beberapa gejala di atas, ada baiknya untuk memeriksakan kadar gula darah Anda. Karena Hipoglikemia dapat terjadi walaupun Anda tidak menderita diabetes. Untuk mengetahuinya, mungkin Anda diminta melakukan pemeriksaan fisik melalui beberapa cara berikut:

  • Berpuasa atau tidak makan dan minum selama waktu tertentu untuk mengamati tanda atau gejala
  • Tes darah untuk menganalisa kadar gula darah
  • Menguji kadar gula darah di waktu tertentu seperti pada saat setelah makan

Pengobatan Hipoglikemia

Ketika kadar gula darah terlalu rendah, mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat adalah salah satu kuncinya. Anda membutuhkan makanan dengan karbohidrat tinggi untuk meningkatkan kadar gula darah Anda, tetapi tidak perlu berlebihan. Selain itu, Anda perlu membuat jadwal makan yang teratur.

Pemberian obat tertentu juga dapat membantu meningkatkan kadar gula darah, tetapi sebelum mengonsumsi obat Anda harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari dokter. Karena kondisi Hipoglikemia dapat berbahaya dan menyebabkan kejang hingga kerusakan sistem saraf jika tidak segera diatasi. Untuk itu, mengenali gejala atau tanda Hipoglikemia sangatlah penting.

Pencegahan Hipoglikemia

Untuk mencegah Hipoglikemia, Anda dapat melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur. Selain itu, biasakan untuk mengonsumsi makanan secara teratur sehingga perut Anda tidak kosong dalam waktu yang terlalu lama. Olahraga teratur dan menghentikan kebiasaan minum minuman beralkohol juga dapat membantu menjaga kadar gula darah.


34 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Patient education: Hypoglycemia (low blood sugar) in diabetes mellitus (Beyond the Basics). UpToDate. (https://www.uptodate.com/contents/hypoglycemia-low-blood-sugar-in-diabetes-mellitus-beyond-the-basics)
14 Low Blood Sugar Symptoms, Signs, Treatment, Dangers. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/hypoglycemia/article.htm)
Low blood sugar (hypoglycaemia). NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/low-blood-sugar-hypoglycaemia/)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app