Kebiasaan Sehat

Jamur Penyebab Bau Kaki - Definisi, Gejala, & Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Mar 10, 2019 Update terakhir: Mar 11, 2020 Waktu baca: 3 menit
Jamur Penyebab Bau Kaki - Definisi, Gejala, & Cara Mengatasinya

Bau pada kaki sangatlah menganggu hidup dan kepercayaan diri. Bau yang manyengat tentu mencemarkan lingkungan sekitar kita dan menyebabkan rasa malu. Munculnya bau kaki dikaitkan dari banyak hal, tetapi yang utama adalah kebersihan yang kurang terjaga. 

Kaki memiliki kelenjar keringat yang lebih banyak dari daerah kulit lain, ditambah lagi dengan kebiasaan memakai sepatu dan kaos kaki yang jarang dibersihkan, kaki yang terlalu lama lembab menambah tingkat munculnya bakteri yang dapat menyebabkan bau kaki yang menyengat. 

Lalu bagaimana dengan jamur? Apakah jamur pada kaki juga dapat menyebabkan bau yang sama seperti bau akibat muncunya keringat berlebih pada kaki?

Kelenjar keringat pada kaki menghasilkan keringat yang berfungsi menjaga kelembaban agar tidak menyebabkan kering. Banyaknya keringat yang keluar juga dikaitkan dengan pengeluaran hormon pada masa muda atau akibat dari faktor stres dan aktivitas berlebih yang menyebabkan keringat lebih banyak keluar. 

Faktor eksternal yang berhubungan adalah cuaca lingkungan yang panas, ditambah lagi dengan pemakaian sepatu dan kaos kaki yang terlalu lama sehingga suhu dalam telapak kaki meningkat. Keringat lebih banyak keluar dari kelenjar keringat saat suhu tinggi sehingga menyebabkan kaki mudah terinfeksi jamur atau bakteri

Salah satu penyakit jamur yang dapat menyebabkan munculnya bau kaki adalah tinea pedis. Tinea pedis sering juga disebut athelete’s foot yang menyerang sekitar jempol kaki. 

Ini merupakan salah satu penyakit kulit akibat jamur tinea spesies trichophyton rubrum yang banyak muncul di daerah Asia. Penyakit ini menular secara cepat dengan kontaminasi dari lantai atau handuk yang digunakan bersamaan dengan penderita tinea pedis. Kondisi tinea pedis. 

Gejala Munculnya Tinea Pedis pada Kaki Antara Lain:

  • Bercak kemerahan di sekitar jempol kaki
  • Telapak kaki terasa gatal
  • Bau kaki yang menyengat
  • Kaki mudah berkeringat
  • Kulit kaki menjadi kering dan pecah-pecah
  • Dapat menyebar ke tangan

Pemeriksaan tinea pedis dilakukan dengan teknik KOH dari kerokan kulit sehingga mikroorganisme lebih mudah dilihat oleh mikroskop. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan jamur, maka diagnosis tinea pedis dapat ditegakkan. 

Penanganan tinea pedis diberikan obat anti jamur seperti mikonazol, klotimazol dan ketokonazol. Obat tersebut disediakan dalam bentuk salep yang dioleskan ke ruam kemerahan tempat jamur sebanyak 2 kali sehari. Bila disertai gatal dapat diberi obat antihistamin.

Jamur yang sudah diobati dengan tuntas bisa saja beresiko untuk muncul kembali. Ini disebabkan kebersihan dari kaki yang kurang dan sepatu atau kaos kaki yang jarang diganti dapat memudahkan jamur kembali berkembang dan memicu bau yang tidak sedap di kaki anda.

Cara Mengatasi Bau kaki

Kebersihan kaki harus dijaga agar infeksi jamur yang menyebabkan bau kaki dapat dihindari. Cara mengatasi bau kaki yang dapat diterapkan dalam sehari-hari yaitu:

  • Atasi Infeksi
    Jika bau kaki ternyata bersumber dari infeksi jamur atau bakteri, maka perlu pengobatan secara tuntas sehingga infeksi tidak kembali lagi. 
  • Ganti kaos kaki atau sepatu setelah digunakan
    Keringat pada kaki dapat melekat di kaos kaki sehingga menjadi basah akibat keringat. Biasakan untuk mengganti kaos kaki setiap anda menggunakan sepatu lain untuk menghindari bau kaki akibat lembab dan keringat. 
  • Rendam kaki dengan air garam
    Garam dapat menyerap air dan keringat. Mencampurkan air hangat dengan garam bermanfaat untuk merendam kaki sehingga bau kaki dapat berkurang.
  • Menggunakan sabun antiseptik
    Sabun antiseptik sangat bermanfaat untuk membasmi kuman akibat bakteri dan jamur yang menyebabkan bau kaki. Gunakanlah sabun antiseptik pada saat mandi dan bilas dengan bersih. 
  • Rajin menggunting kuku kaki
    Kotoran dapat masuk ke sela-sela kuku jari kaki anda. Kuku yang tidak dirawat menyebabkan kuman menetap di sela-sela kuku dan menimbulkan bau. Rajin memotong dan membersihkan kuku dapat membasmi kotoran dan jamur yang menempel. 
  • Kontrol Stres
    Remaja pria dan wanita sangat berpengaruh pada hormon. Stres yang berkepanjangan dapat menganggu metabolisme hormon. Perubahan hormon dapat menyebabkan pengeluaran keringat berlebih pada kaki yang menyebabkan bau yang tidak sedap.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app