Inosine Pranobex: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 15, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Mei 13, 2019 Waktu baca: 3 menit

Obat antivirus adalah kelas obat yang digunakan khusus untuk mengobati infeksi virus. Sebagian besar antivirus digunakan untuk infeksi virus tertentu, sementara antivirus spektrum luas efektif melawan berbagai virus. 

Tidak seperti kebanyakan antibiotik, obat antivirus tidak menghancurkan patogen targetnya, tapi sebaliknya obat antivirus menghambat perkembangan virus yang menginfeksi. Obat antivirus merupakan satu kelas antimikroba, kelompok yang lebih besar yang juga termasuk antibiotik, obat anti-jamur dan anti-parasit.

Nah, pada artikel ini akan membahas salah satu obat antivirus yang biasa digunakan dalam mengatasi beberapa infeksi virus tertentu. Obat tersebut yaitu obat Inosine Pranobex. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai kegunaa, dosis dan efek samping obat Inosine Pranobex. Selamat membaca.

Mengenai Inosine Pranobex

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet

Kandungan:

Obat antivirus

Kegunaan obat Inosine Pranobex

Obat Inosine pranobex adalah obat kombinasi dari inosin, asam asetamidobenzoat, dan dimethylaminoisopropanol yang digunakan sebagai obat antivirus. Obat ini digunakan untuk pengobatan kutil kelamin yang dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti podofilin atau laser karbon dioksida, Infeksi herpes simpleks dan panencephalitis subakut sclerosing (penyakit komplikasi yang sangat jarang dari campak).

Cara kerja obat Inosine Pranobex tidak sepenuhnya dipahami. Namun, obat ini dianggap bekerja dengan memperlambat pertumbuhan dan penyebaran virus di dalam tubuh. Obat ini juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh, yang membantu meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi ini.

Dosis obat Inosine Pranobex

Obat Inosinen Pranobex tersedia dalam bentuk tablet minum 500 mg. Berikut dosis obat Inosine Pranobex yang biasa diberikan:

  • Dosis oral untuk Panencephalitis sklerosis subakut. Dewasa: 50-100 mg / kg setiap hari dalam dosis terbagi setiap 4 jam.
  • Dosis oral untuk Herpes simpleks mukokutan. Dewasa: 1 g 4 kali sehari selama 7-14 hari.
  • Dosis oral untuk Tambahan dalam kutil kelamin. Dewasa: 1 g tiga kali sehari selama 14-28 hari.

Bacalah petunjuk penggunaan obat sesuai yang tertera pada kemasan obat atau resep dokter. Simpan dan letakkan obat pada tempat yang sejuk atau pada suhu ruangan. Hindari paparan langsung sinar matahari serta jauhkan dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan. Periksa dan perhatikan selalu tanggal pemakaian sebelum mengkonsumsi obat.

Efek samping obat Inosine Pranobex

Seiring dengan efek obat yang digunakan, setiap obat-obatan dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yang kadang-kadang menimbulkan efek yang serius. Namun, setiap orang umumnya dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda terhadap dosis obat yang sama.

Seperti halnya dalam penggunaan obat Inosine Pranobex yang juga memiliki beberapa efek samping, sebagai berikut:

  • Mual dan muntah sementara
  • Ketidaknyamanan perut
  • Sakit kepala
  • Sensasi berputar
  • Kelelahan
  • Ruam, gatal
  • Nyeri sendi
  • Peningkatan serum dan asam urat urin yang reversibel

Jika setelah menggunakan obat Inosine Pranobex terdapat tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan diatas atau terdapat tanda dan gejala lain yang menetap dan memburuk, segera datangi dokter atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Kontraindikasi obat Inosine Pranobex

Sebelum mengonsumsi obat Inosine Pranobex, Anda harus memberi tahu dokter jika Anda sedang atau pernah mengalami beberapa kondisi dibawah ini:

  • Saat hamil
  • Menyusui
  • Hipersensitif

Perhatian dan Peringatan bagi pengguna obat

  1. Hindari penggunaan obat ini untuk penderita yang memiliki riwayat alergi terhadap obat Inosine Pranobex atau riwayat alergi obat-obatan lainnya.
  2. Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi baik itu vitamin, herbal, obat dari resep dokter atau tanpa resep dokter. Karena beberapa obat dapat menimbulkan efek samping jika dikombinasikan dengan obat Inosine Pranobex.
  3. Sebelum menggunakan obat ini sebaiknya beri tahu dokter mengenai riwayat medis Anda seperti asam urat, orang dengan kadar asam urat darah tinggi (hiperurisemia) dan penderita penyakit ginjal.
  4. Obat ini tidak boleh digunakan dalam kehamilan. Cari saran medis dari dokter mengenai penggunaan obat ini.
  5. Tidak ada informasi tersedia tentang keamanan obat ini selama menyusui. Konsultasikan kembali ke dokter mengenai penggunaan obat ini saat menyusui.
  6. Obat ini memiliki efek samping sakit kepala, oleh karena itu hindari aktivitas seperti mengemudi dan aktivitas berat lainnya saat menggunakan obat ini.
  7. Jangan menambah, mengurangi atau menghentikan dosis pengobatan tanpa ada saran dan anjuran dari dokter. Karena hal tersebut dapat memperburuk munculnya efek samping.

Jika setelah menggunakan obat ini tidak terdapat perbaikan atau terjadi perburukan terhadap kondisi kesehatan Anda. Segera konsultasikan kembali ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Semoga bermanfaat.


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Talbot, D.J. et al. INOSINE PRANOBEX IN MUCOCUTANEOUS HERPES. The Lancet, Volume 325, Issue 8433, 877. (https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(85)92239-1/fulltext)
E. N. Simovanyan, V. B. Denisenko, A. V. Grigoryan. The Effectiveness of Complex Use of Inosine Pranobex and Recombinant Interferon-. Detskie Infekcii (Moskva). 2015;14(4):31-45 DOI 10.22627/2072-8107-2015-14-4-31-45. Directory of Open Access Journals. (https://doaj.org/article/18a263d615464ccebb685b9306822601)
McCarthy, M.T., Lin, D., Soga, T., Adam, J. and O'Callaghan, C.A. (2020), Inosine pranobex enhances human NK cell cytotoxicity by inducing metabolic activation and NKG2D ligand expression. Eur. J. Immunol., 50: 130-137. doi:10.1002/eji.201847948. Wiley Online Library. (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/eji.201847948)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app