Inilah 5 Benda Berbahaya bagi Vagina

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 24, 2019 Waktu baca: 2 menit
Inilah 5 Benda Berbahaya bagi Vagina

Saat ini sudah banyak wanita yang menyadari akan pentingnya merawat kesehatan vagina. Selain bisa menjaga keharmonisan dengan pasangan, juga dapat mencegah berbagai macam masalah kesehatan seperti infeksi dan lain sebagainya. 

Namun sayangnya banyak yang mengandalkan pemakaian sabun kewanitaan. Padahal produk tersebut justru memberikan dampak yang kurang baik bagi vagina. Sebagai wanita Anda harus mengetahui apa yang pantang dilakukan agar kondisi vagina tetap sehat dan bagaimana cara merawat kesehatannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Jauhkan 5 Hal ini Dari Vagina

Faktanya banyak produk perawatan vagina yang manfaatnya masih diragukan. Memang tujuan pemakaiannya untuk menjaga kebersihan area intim. Namun hal tersebut justru mengganggu kondisi alami vagina. Jika ingin vagina tetap bersih dan sehat, sebaiknya hindari 5 hal dibawah ini.

Whipped cream atau sirup cokelat

Pemakaian whipped cream atau sirup cokelat bertujuan untuk menambah kenikmatan saat bercinta. Namun sebaiknya jauhkan bahan makanan yang manis tersebut dari vagina karena bisa mempengaruhi keseimbangan pH. Dampak buruk lainnya adalah dapat memicu infeksi ragi vagina.

Minyak pohon teh

Fungsi minyak pohon teh sering dikaitkan dengan pengganti pelumas alami. Namun sebaiknya Anda tidak menggunakan bahan alami yang satu ini. Minyak pohon teh menimbulkan reaksi yang sangat keras pada vagina. Kondisi tersebut bisa memicu iritasi dan rasa perih pada vagina.

Baby oil

Baby oil kerap dipakai sebagai pelumas pada vagina. Cara ini sebenarnya cukup beresiko dan tidak baik untuk kebersihan vagina. Pelumas berbahan dasar minyak tidak mudah untuk dibersihkan. 

Jika sisa baby oil masih menempel pada vagina, bakteri jahat pun akan ikut menempel. Kondisi vagina akan semakin kotor karena menjadi tempat bersarang kuman dan bakteri.

Krim perontok bulu

Tidak disarankan menghilangkan bulu pubis dengan mengaplikasikan krim perontok. Kandungan bahan kimia didalamnya sangat keras dan bisa menyebabkan lecet, infeksi, dan alergi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Pembersih kewanitaan

Pewangi, pengawet, serta alkohol yang ada dalam pembersih kewanitaan akan membunuh bakteri baik yang ada pada vagina. Kondisi ini membuat keseimbangan pH terganggu dan memicu infeksi yang disebabkan oleh bakteri jahat dan jamur.

Perawatan Vagina yang wajib Anda lakukan

Selain menghindari hal yang membahayakan bagi vagina, Anda juga harus rajin melakukan perawatan agar kesehatan area intim tidak terganggu. Adapun jenis perawatan vagina yang harus Anda lakukan diantaranya adalah:

Memakai celana dalam berbahan katun

Bahan katun sangat aman bagi vagina. Selain lembut, bahan tersebut juga memiliki daya serap maksimal yang baik sehingga kondisi vagina tetap kering dan memberi kesempatan bagi kulit untuk bernapas. Pilih ukuran yang pas dan jangan terlalu ketat.

Mencuci vagina

Vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan diri sendiri. Meski begitu untuk menjaga kesehatannya, Anda harus rajin mencuci vagina terutama saat menstruasi. Gunakan air hangat dan sabun tanpa pewangi untuk menghilangkan kuman dan bakteri jahat yang bersarang pada vagina.

Menggunakan kondom

Pemakaian kondom saat melakukan hubungan seks bisa menjaga keseimbangan pH pada vagina sehingga bakteri baik bisa bertahan hidup. Dengan begitu masalah infeksi pada vagina dapat dicegah.

Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina, sebenarnya Anda tidak memerlukan produk pembersih kewanitaan ataupun pewangi. Cukup basuh vagina menggunakan air hangat secara teratur.

Hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat agar kondisi vagina tidak lembab. Jauhi juga penggunaan pelumas berbahan dasar minyak karena bisa memicu infeksi dan iritasi pada vagina.  

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
5 Things That Can Age Your Vagina. Health.com. (https://www.health.com/condition/sexual-health/vagina-health-as-you-age)
Nwosu, Ezechi & Rao, S & Igweike, Chiedu & Hamed, Heiam. (2005). Foreign objects of long duration in the adult vagina. Journal of obstetrics and gynaecology : the journal of the Institute of Obstetrics and Gynaecology. 25. 737-9. 10.1080/01443610500307813.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/7502920_Foreign_objects_of_long_duration_in_the_adult_vagina)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app