Ini yang Harus Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan setelah Lari Maraton

Dipublish tanggal: Mei 30, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ini yang Harus Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan setelah Lari Maraton

Berbeda dengan lari biasa, lari maraton termasuk dalam aktivitas fisik yang ekstrem. Hal ini karena saat Anda lari maraton, Anda membutuhkan setidaknya 30 ribu langkah dan setiap langkahnya kaki menaham beban 1,5 hingga 3 kali berat tubuh dari berat normal. 

Dengan jarak yang cukup jauh, maraton ini menjadi olahraga yang tidak bisa dilakukan tanpa persiapan atau asal-asalan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Oleh karenanya sebelum melakuan maraton, Anda perlu mempersiapkan fisik. Selain melakukan persiapan, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah melakukan maraton. 

Hal ini karena setelah mencapai garis finish, Anda tetap harus memperhatikan proses pemulihan agar terhindar dari cedera. Berikut ini beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah lari maraton.

Hal yang boleh dilakukan

Meregangkan kaki

Peregangan statis setelah lari maraton sangat penting untuk dilakukan agar mendorong dan memperlancar aliran darah. Anda bisa melakukan peregangan dengan cara berdiri yaitu dengan menarik kaki ke arah belakang dan depan. Bisa juga dengan melakukan peregangan sambil terlentang dengan mengangkat kaki ke atas dan kebawah.

Minum air putih

Setelah melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi yang mengeluarkan banyak keringan, Anda perlu minum air putih untuk mengembalikan carian tubuh yang hilang. Selain air putih, Anda juga bisa minum minuman elektrolit untuk membantu mengisi kembali cairan tubuh yang hilang bersama keringat.

Jumlah air yang dikonsumsi bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung dengan jarak linatsa yang ditempuh serta seberapa sering Anda minum selama berlari. Oleh karenanya pastikan untuk minum air dengan jumlah yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Ganti baju

Setelah berlari dengan jarak yang jauh sudah pasti tubuh akan bermandikan keringat. Oleh karena itu, saat sudah melewati garis finish, sebaiknya segera ganti baju Anda dengan baju yang bersih dan menyerap keringat.

Menggunakan baju yang basah dengan keringat terlalu lama bisa menyebabkan bakteri dan kuman berkembang biak di kulit. Sehingga bisa menyebabkan infeksi jamur atau jerawat punggung. Selain itu, menggunakan baju yang basah ketika suhu tubuh sudah stabil akan membuat Anda jatuh sakit.

Hal yang tidak boleh dilakukan

Makan banyak

Meskipun Anda merasa sangat lapar dan kurang berenergi setelah berlari, namun hindari makan banyak setelah lari maraton. Hal ini karena tubuh membutuhkan energi untuk mencerna dan memecah makanan sedangkan setelah berlari energi tubuh sudah habis. 

Bila Anda langsung makan banyak setelah berlari, tubuh tidak mampu mencerna makanan tertentu seperti lemak. Sehingga nutrisi yang diserap oleh tubuh juga sedikit dan menyebabkan proses pemulihan semakin lama.    

Langsung duduk

Setelah berlari puluhan kilometer, pantangan terbesar yang tidak boleh dilakukan adalah langsung duduk. Meskpun tubuh sudah lelah dan duduk terlihat sangat nyaman, namun jangan tergoda untuk melakukannya.

Ketika berlari tubuh terus memompa darah dan oksogen ke otot yang sedang bekerja. Oleh karena itu ketika Anda tiba-tiba duduk, darah akan menggumpal pada bagian darah. Kondisi ini bisa berbahaya karena berpotensi menurunkan tekanan darah dan membuat kaku terasa kaku.

Minum minuman beralkohol

Setelah lari maraton, sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi minuman beralkohol. Hal ini karena alkohol yang diminum bisa langsung masuk ke aliran darah dan menyebabkan otot sulit untuk pulih. 

Dampaknya Anda akan merasa susah tidur karena badan yang pegal. Selain itu, minum alkohol pada kondisi perut kosong juga bisa menyebabkan nafsu makan meningkat dan lebih cepat mabuk. 

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Recovery After Running a Marathon. Verywell Fit. (https://www.verywellfit.com/marathon-recovery-3435703)
What to Eat After a Run: 15 Great Choices. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/what-to-eat-after-running)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Ingin Umur Panjang?! Simak Baik-Baik Manfaat dan Bahaya Lari Maraton Berikut
Ingin Umur Panjang?! Simak Baik-Baik Manfaat dan Bahaya Lari Maraton Berikut

Walau demikian, tak ada salahnya berjaga-jaga bukan?! Untuk menghindari risiko ini, para kardiolog menyarankan Anda tidak melakukan olahraga berat secara nonstop selama lebih lama dari 1 jam. Latihan berat hanya boleh dilakukan selama 30-50 menit per hari jika ingin tubuh sehat optimal.

Buka di app