Ini Bahayanya Jika Terlalu Lama Menatap Layar Komputer dan Handphone

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ini Bahayanya Jika Terlalu Lama Menatap Layar Komputer dan Handphone

Pekerjaan Anda yang menuntut mata harus selalu tertuju dan fokus  pada layar komputer atau laptop yang terang, dapat dengan mudah membuat Anda mengalami kondisi sindroma Computer Vision atau Digital Eye Strain. Masalah mata dan penglihatan ini juga bisa terjadi pada Anda yang terlalu lama menatap tablet, membaca apa pun dari layar, dan penggunaan telepon genggam. 

Gejala Sindroma Computer Vision

Gejala-gejala yang dapat muncul pada mata yang mengalami sindroma Computer Vision ini  meliputi:
1. Mata lelah
2. Sakit kepala
3. Pandangan yang mengabur
4. Mata kering
5. Rasa sakit pada leher dan bahu

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Penyebab Sindroma Computer Vision

Penyebab dari terjadinya berbagai gejala tersebut biasanya adalah adanya lampu ruangan yang redup, adanya pantulan cahaya pada layar alat digital, adanya jarak pandang yang tidak sesuai, adanya postur tubuh yang kurang baik, masalah pada penglihatan yang belum tertangani serta kombinasi dari semua penyebab tersebut. 

Tingkat Keparahan Sindroma Computer Vision

Berat atau tidaknya kondisi sindrom Computer Vision sendiri amat tergantung pada kondisi mata normal seseorang serta berapa banyak waktu yang dihabiskan melihat layar digital. Adanya masalah awal pada mata seperti rabun jauh, astigmatism, fokus mata yang tidak berimbang, serta masalah koordinasi mata atau pertambahan usia dapat menjadi faktor penentu bagaimana kondisi sindrom Computer Vision ini terjadi pada mata seseorang.

Cara Mengatasi Sindroma Computer Vision

1. Berhenti menggunakan atau menatap layar digital sementara

Gejala sindrom Computer Vision ini sendiri hanya dapat diatasi dengan berhenti menggunakan atau menatap layar digital selama beberapa waktu lamanya dan penglihatan pun akan kembali normal. Namun demikian, pada beberapa kasus, dapat terjadi penurunan kemampuan penglihatan yang berkelanjutan, seperti pandangan yang kabur saat melihat jarak jauh.

Mata manusia dituntut untuk bekerja lebih keras saat menatap layar ke layar digital dibandingkan dengan saat melihat kehidupan biasa. Dibutuhkan kemampuan visual yang lebih bagi mata untuk menyesuaikan diri dengan layar digital sehingga lama-kelamaan mata juga menjadi terlalu diforsir. 

Berbeda juga dengan saat membaca buku atau tulisan dalam kertas, huruf-huruf dalam layar digital terkadang tidak setajam tulisan tangan, disertai pula dengan kontrasnya huruf dengan latar belakang yang berkurang drastic, akibat adanya pantulan cahaya yang mendistraksi mata. Perbedaan ini juga membuat titik fokus dan pergerakan mata lebih bekerja keras. Orang-orang yang paling mungkin menderita kondisi ini adalah mereka yang menghabiskan waktu dua jam hingga lebih di depan layar digital setiap harinya, atau pendek kata, hampir semua orang. 

2. Pemeriksaan mata oleh dokter

Untuk mengetahui adanya kondisi ini, pemeriksaan mata perlu dilakukan. Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan mata serta kesehatan tubuh secara menyeluruh, pengukuran keakuratan penglihatan serta tes refraction untuk menentukan berapa banyak ukuran lensa pembantu mata yang dibutuhkan untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi. Tes untuk mengatahui kemampuan fokus mata serta gerak mata juga akan dilakukan.

3. Perawatan mata

Jika Anda sudah memakai kacamata, gantilah kacamata Anda dengan kacamata yang membantu Anda dalam  melihat layar digital. Anda juga dapat menyesuaikan lensa kontak Anda agar layak untuk melihat layar digital. 

4. Terapi penglihatan

Terapi penglihatan atau visual training merupakan program terstruktur yang berisikan berbagai aktivitas visual untuk memperbaiki kemampuan visual, melatih mata dan otak untuk bekerja secara serempak dan lebih efektif.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Blurry Vision or Headaches? It Could Be Computer Vision Syndrome. Health Essentials from Cleveland Clinic. (https://health.clevelandclinic.org/computers-and-blurry-vision-5-fixes-for-your-tech-induced-eyestrain/)
Electronic screen alert: Avoid this vision risk. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/electronic-screen-alert-avoid-this-vision-risk)
What happens when you stare at a screen for too long?. WebMD. (https://www.webmd.com/eye-health/qa/can-staring-at-a-computer-screen-for-too-long-damage-my-eyes)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app