Hindari Pantangan Makanan Sakit Gusi

Dipublish tanggal: Agu 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Hindari Pantangan Makanan Sakit Gusi

Sakit gusi merupakan hal yang paling dihindari oleh banyak orang. Pasalnya, penyakit ini menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa, dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Biasanya, penyakit ini terjadi karena adanya peradangan pada gusi yang timbul akibat infeksi bakteri. Keadaan inilah yang akan membuat Anda kesulitan dalam mengunyah dan berbicara. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Tidak hanya dua aktivitas tersebut, segala aktivitas yang berkaitan dengan fungsi gigi dan mulut akan terasa tidak nyaman bagi Anda. 

Untuk mengobati penyakit gusi, menjalani pengobatan ke dokter gigi merupakan hal yang sangat tepat. 

Selain menggunakan antibiotik dan perawatan dari dokter, ada beberapa hal yang harus Anda taati agar sakit gusi segera sembuh. Apa saja yang harus Anda taati? Simak penjelasannya dibawah ini! 

Gejala sakit gusi 

Ketika Anda merasakan ada gigi yang goyang saat menggigit dan mengunyah makanan, makan hal tersebut menjadi pertanda bahwa Anda mengalami penyakit gusi. 

Selain itu, gusi akan memerah, membengkak, menjadi lebih lunak dari sebelumnya, dan mengalami pendarahan saat menggosok gigi. Keadaan ini disebut juga dengan gingvitis atau radang gusi

Gingvitis atau radang gusi yang tidak segera diobati akan bertambah parah dan berubah menjadi periodontitis. Gejala periodontitis berupa gigi renggang, gigi tanggal, dan bau mulut yang tidak sedap. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Oleh karena itu, untuk menghindari penyakit gusi yang bertambah parah, Anda sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. 

Yang harus di hindari saat sakit gusi 

Perawatan dan pengobatan di dokter gigi saja ternyata tidak cukup untuk menyembuhkan sakit gusi yang Anda alami. 

Jenis makanan dan minuman yang Anda konsumsi selama menjalani proses pengobatan juga mempengaruhi proses kesembuhan gusi. 

Karenanya, Anda harus terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat dengan cara menghindari beberapa jenis makanan dan minuman berikut. 

Makanan dan minuman manis 

Pada umumnya, makanan dan minuman yang bersifat manis mengandung gula dengan jumlah yang tinggi. Dalam buku Advanced Nutrition and Human Metabolism, dijelaskan bahwa tubuh akan menyerap gula dan menjadi sumber makanan bagi bakteri penyebab skait gusi. 

Bakteri tersebut akan semakin ganas dan sulit untuk dihilangkan. Selain itu, gula juga akan berubah menjadi asam ketika menempel di gigi. Lingkungan yang asam mengakibatkan bakteri penyebab penyakit gusi semakin tumbuh dengan cepat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Oleh karena itu, Anda sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang manis seperti perment, kue, donat, puding, sirup, dan teh manis. 

Makanan dan minuman dalam kemasan juga patut Anda hindari karena mengandung pemanis tambahan, seperti jus buah dalam kemasan, minuman bersoda, dan kopi instan.

Makanan dan minuman asam 

Makanan dan minuman asam harus Anda hindari karena akan pertumbuhan bakteri penyebab sakit gusi berkembang dengan cepat. 

Selain itu, asam dapat mengikis laspisan pelindung gigi dan gusi Anda. Hal inilah yang menyebabkan mulut Anda akan terasa perih ketka mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam. 

Buah dan jus yang bersifat asam seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, limau, delima, nanas, dan angggur juga perlu Anda hindari. 

Disamping itu, makanan seperti asinan dan acar juga sebaiknya tidak dikonsumsi untuk sementara karena mengandung cuka. 

Makanan dan minuman dingin 

Makanan dan minuman dingin sering menjadi penolong ketika cuaca panas dan terik menyerang. 

Namun, pada saat mengalami sakit gusi, sebaiknya Anda menghindari makanan dan minuman dingin karena dapat menyebabkan saraf-saraf gusi dan akar gigi semakin sakit dan meradang. 

Makanan dan minuman seperti es krim, es batu, frozen yogurt, es lilin dan es buah tidak patut dikonsumsi saat mengalami penyakit gusi. 

Apabila ingin mengonsumsinya, tunggulah hingga makanan atau minuman mencapai suhu ruangan, sehingga tidak akan menyakiti gusi Anda. 

Makanan olahan tepung 

Makanan yang diolah dengan bahan dasar tepung seperti roti, biskuit dan kue ternyata tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat mengalami sakit gusi. Pasalnya, makanan dari tepung memiliki dampak yang sama seperti makanan manis pada gigi Anda. 

Mungkin makanan dari tepung tidak terlihat berbahaya, namun tepung mengandung pati yang mudah menempel pada gusi dan mulut Anda. 

Pati kemudian akan berubah menjadi gula di dalam tubuh. Gula inilah yang akan menempel pada gigi dan gusi Anda, kemudian memicu peradangan. 

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sheetal A, et al. (2013). Malnutrition and its oral outcome - a review. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3576783/)
Scully C, et al. (2001). Mouth ulcers and other causes of orofacial soreness and pain. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1071433/)
Oral health topics: Toothbrushes. (2017). (https://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/toothbrushes)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app