Hindari 6 Kesalahan Membersihkan Vagina Ini

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Hindari 6 Kesalahan Membersihkan Vagina Ini

Kegiatan rutin yang wajib dilakukan oleh setiap wanita yaitu dengan membersihkan vagina demi menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. Melalui kebersihan yang selalu dijaganya dengan baik inilah yang akan menghindarkan wanita dari serangan penyakit kelamin maupun penyakit apa pun. 

Ada banyak langkah yang dapat Anda lakukan untuk perawatan vagina, namun jangan sampai Anda melakukan kesalahan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Dalam membersihkan vagina, ada banyak yang mengalami kesalahan dan kesalahan itu pun juga menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Untuk membersihkan vagina, jangan lakukan 6 hal berikut ini:

Membersihkan menggunakan air hangat

Membersihkan vagina menggunakan air hangat memang tidak dianjurkan jika dilakukan secara terus menerus. Anda boleh membersihkan vagina menggunakan air hangat, namun hanya sesekali saja. semakin sering Anda menggunakan air hangat setiap kali membersihkan area vagina, maka akan mempengaruhi pada kulit vagina.

Tidak membersihkan vagina di waktu yang tepat

Membersihkan vagina yang tepat yaitu ketika vagina berkeringat, saat bakteri menumpuk pada area vagina, ketika vagina lembab dan dalam keadaan apa pun yang dapat mengurangi rasa nyaman Anda. 

Mencuci vagina di saat yang tidak tepat menjadi kesalahan yang harus Anda hindarkan. Selain itu terlalu malas mencuci vagina tidak hanya menimbulkan serangan bakteri saja, akan tetapi hal ini akan mengganggu kenyamanan Anda.

Terlalu sering mencuci vagina

Anda memang dianjurkan untuk mencuci vagina secara rutin, namun Anda tidak diperbolehkan jika mencuci vagina terus menerus. Hal ini dikarenakan area vagina memiliki bakteri jahat dan baik yang harus terjaga denga simbang. Jika tidak seimbang, maka akan menimbulkan infeksi pada area vagina. Sehingga jangan mencuci vagina secara terus menerus.

Menggunakan sabun mandi saat mencuci vagina

Mencuci vagina menggunakan sabun mandi dapat menimbulkan iritasi dan infeksi. Hal ini disebabkan karena sabun mandi memiliki ph yang cukup tinggi, sehingga hal ini justru akan membuat bakteri baik yang ada di dalam vagina justru akan mati. Jika bakteri jahat dalam vagina lebih banyak dari bakteri baik, maka akan menimbulkan penyakit baru.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Tidak mengeringkan vagina setelah dari toilet

Menjaga kelembaban vagina menjadi jalan yang tepat untuk menghindarkan jamur bersarang pada vagina. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kelembaban vagina yaitu dengan mengeringkan area vagina setiap kali habis dari toilet. Anda bisa menggunakannya dengan handuk kecil maupun menggunakan tisu.

Dengan cara inilah yang akan membantu vagina terhindarkan dari lembab dan tidak akan memicu pertumbuhan jamur di area vagina.

Membersihkan vagina dengan arah yang salah

Apabila membersihkan vagina dengan arah yang salah, yaitu dari belakang ke depan, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan vagina, karena bisa menimbulkan bakteri dalam vagina. 

Cara yang tepat dalam membersihkan vagina yaitu dengan arah depan ke belakang. Apabila Anda sudah menyentuh area belakang, maka jangan menyentuh pada area depan.

Kesehatan vagina tergantung bagaimana cara wanita merawatnya. Apabila vagina terjaga dengan baik dan sesuai dengan prosedur, maka kesehatan vagina tidak akan terganggu akibat bakteri yang ada di dalamnya. 

Vagina yang lembab dan tertutup seperti vagina memang lebih mudah terserang oleh penyakit, sehingga Anda harus bisa melakukan perawatan secara rutin. Dengan menghindari ke 6 kesalahan seperti yang ada di atas, maka akan membantu diri Anda terhindarkan dari yang namanya penyakit kelamin atau yang lainnya.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vulvovaginal health. (2015).   (https://www.acog.org/Patients/FAQs/Vulvovaginal-Health)
Vandenburg T, et al. (2016). ‘Basically, it’s sorcery for your vagina’: unpacking Western representations of vaginal steaming. DOI: (https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/13691058.2016.1237674)
Thorp J, et al. (2008). Alteration in vaginal microflora, douching prior to pregnancy, and preterm birth. DOI: (https://dx.doi.org/10.1111%2Fj.1365-3016.2008.00970.x)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app