Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Stroke - Penyebab dan Gejala

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.473.968 orang

Stroke adalah salah satu penyebab kematian terutama di Indonesia. Stroke merupakan kondisi gangguan pembuluh darah di otak yang menyebabkan penurunan hingga hilangnya kesadaran serta kelumpuhan anggota tubuh karena kerusakan saraf dan otak.

Stroke disebabkan oleh tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak sehingga menimbulkan gejala. Stroke bisa saja terjadi pada salah satu anggota keluarga, Banyak faktor yang dapat memicu keadaan stroke dalam lingkungan keluarga. Tetapi apakah stroke ini mempengaruhi riwayat keluarga? Kita akan simak penjelasannya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala Stroke

Gejala penyakit Stroke sangat mudah diketahui. Karena seseorang dengan stroke memiliki keluhan dan tanda yang khas. Beberapa gejalanya antara lain:

  • Sakit kepala ringan hingga hebat
  • Tiba-tiba terjatuh
  • Kesadaran menurun atau menghilang
  • Kehilangan tenaga salah satu sisi tubuh
  • Penurunan wajah pada satu sisi
  • Sulit untuk tersenyum
  • Bicara pelo
  • Raut wajah tidak simetris (bibir mencong)
  • Bicara terganggu
  • Gangguan pada keseimbangan serta koordinasi tubuh
  • Mata tertulia

Penyebab Stroke dan riwayat dalam keluarga

Dampak stroke di lingkungan keluarga adalah atmosfer sosial dan ekonomi yang berpihak pada anggota keluarga. Permasalahan sosial seperti kurangnya sarana kesehatan di lingkungan sekitar dan kurangnya pengetahuan mengenai penyakit stroke.

Kemudian faktor ekonomi keluarga yang tidak dapat membeli obat untuk penyakit yang diderita juga menjadi salah satu penghalang. Selain dampak sosial dan ekonomi, riwayat penyakit pada salah satu anggota keluarga sangat mengikat pada penyakit stroke. 

Berikut faktor resiko yang berdampingan dengan riwayat stroke yaitu:

  • Usia
  • Usia menjadi faktor utama seseorang terserang penyakit stroke. Semakin tua usia anda, resiko stroke akan semakin meningkat ditambah dengan riwayat tekanan darah tinggi atau kolesterol yang tidak terkontrol. Usia kritis penyakit stroke terjadi pada usia 65.
  • Jenis kelamin
  • Laki-laki lebih dominan terserang penyakit stroke daripada wanita.
  • Merokok
  • Pengaruh rokok selain mengganggu aktivitas paru-paru, zat kimia rokok dapat mengurangi produksi oksigen di darah yang dialirkan ke otak, sehingga otak akan kekurangan pasokan oksigen.

    Zat kimia pada rokok beresiko menyebabkan rusaknya dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan aterosklerosis. Darah akan mudah menggumpal dan menganggu sirkulasi ke otak dan organ tubuh lainnya.
  • Obesitas
  • Obesitas menjadi masalah yang memiliki presentasi stroke yang sangat tinggi. Sesuai indeks massa tubuh atau IMT, nilai obesitas terhitung pada angka lebih dari 25.

    Kita sering melihat satu keluarga yang memiliki postur tubuh yang sama-sama besar, mulai dari ayah, ibu, hingga ke anak-anaknya. Pola makan yang buruk akan mengganggu metabolisme tubuh dan memicu penyakit Stroke, Diabetes, dan Hipertensi yang cukup tinggi.
  • Kurangnya Berolahraga
  • Malas berolahraga memicu berbagai penyakit, terutama Stroke. Olahraga memiliki peran dalam meningkatkan metabolisme dan sirkulasi, juga memperkuat daya tahan tubuh anda.

Selain faktor resiko diatas, terdapat pula resiko stroke yang disebabkan oleh riwayat penyakit yang diderita dari salah satu anggota keluarga. Penyakitnya diantara lain:

  • Hipertensi
  • Tekanan darah yang tinggi menjadi faktor utama yang memicu penyakit Stroke. Sesuai AHA 2017 Guideline of Blood Pressure, seseorang dikategorikan memiliki hipertensi bila tekanan sistolik 130 mmHg ke atas, dan diastolik 90 mmHg ke atas.

    Saat seseorang mengalami Hipertensi, tekanan pada pembuluh darah yang membawa darah ke otak akan meningkat dan pembuluh darah sulit menahan tekanan tersebut, alhasil pembuluh darah di otak akan pecah yang menyebabkan penyempitan ruang otak dan kerusakan bagian-bagian otak.

    Studi telah mempelajari mengenai riwayat hipertensi pada anggota keluarga. Ayah dengan Hipertensi memiliki resiko Hipertensi pada anak-anaknya. Faktor keturunan ini akan terlihat seiring anaknya beranjak dewasa dan memasuki usia kerentanan Hipertensi.

    Gaya hidup dan kesehatan anak yang kurang baik dapat meningkatkan resiko Hipertensi pada usia dewasa. Jika tidak dikontrol makan persentase penyakit Stroke juga dapat meningkat.  
  • Kolesterol tinggi
  • Tingginya kadar Kolesterol dalam tubuh akan menggumpalkan darah sehingga memicu penyumbatan aliran di pembuluh darah di otak. Inilah yang menyebabkan Stroke Iskemik atau Stroke akibat penyempitan pembuluh darah sehingga pasokan darah ke otak akan berkurang.

    Riwayat Kolesterol tinggi sering terjadi pada laki-laki, dengan menurunnya kadar Kolesterol baik atau HDL. Kolesterl jahat atau LDL meningkatkan resiko Aterosklerosis.  
  • Diabetes
  • Penyakit Diabetes tentu dapat menjadi pemicu lain penyakit Stroke. Penyakit ini dapat terjadi bersamaan dengan Hipertensi atau Kolesterol Tinggi. Meningkatnya kadar gula dalam darah karena kerusakan insulin di tubuh memicu terbentuknya lemak dan gumpalan darah.

    Gumpalan lemak dan darah akan mengganggu jalan masuk oksigen ke otak sehingga menyebabkan Stroke.  Diabetes dapat diobati, tetapi keberadaan penyakit ini dapat memicu persentase stroke pada salah satu anggota keluarga.

Referensi

Belliveau, J. Healthline (2018). Signs and Symptoms of Ministroke (TIA).

Fisher, et al. (2016). Definition and Implications of the Preventable Stroke. JAMA Neurology, 73(2), pp. 186-9.

Harvard Health Publishing Harvard Medical School (2018). 7 Things You Can Do to Prevent a Stroke.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit