Gejala Muntaber dan Solusi Mengatasinya

Dipublish tanggal: Agu 8, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Gejala Muntaber dan Solusi Mengatasinya

Kondisi muntah dan berak seringkali disebut dengan muntaber yang umumnya dipengaruhi oleh peradangan pada usus serta lambung sebagai akibat dari infeksi virus ataupun bakteri. Gejala paling umum dari penyakit ini adalah muntah disertai dengan diare. Tetapi tak hanya itu, muntaber juga disertai dengan gejala lainnya.

Muntaber memang lebih sering terjadi pada anak-anak dan bayi, namun pada kenyataannya, muntaber juga bisa dialami oleh kaum dewasa hingga lansia. Kondisi ini juga bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun diikuti dengan melemahnya sistem imunitas.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Baca juga: Penyebab Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Gejala muntaber yang patut diwaspadai

Penyebab muntaber biasanya disebabkan karena makanan yang dikonsumsi sudah terkontaminasi oleh virus, parasit, ataupun bakteri. Selain muntah dan diare, ada gejala lain yang mungkin saja terjadi ketika mengalami muntaber, di antaranya:

  • Kepala pusing
  • BAB tidak terkendali
  • Sakit perut
  • Kram pada perut
  • Perut kembung
  • Demam

Selain itu, penderita muntaber juga akan merasa sangat kelelahan, disertai dengan pegal linu, serta penurunan nafsu makan. Gejala-gejala pada penyakit muntaber biasanya akan muncul setelah beberapa hari atau beberapa minggu sejak pertama kali tubuh terdampak atau terkontaminasi bakteri atau virus. 

Gejala yang dialami penderita muntaber biasanya akan berlangsung selama 4-7 hari. Namun pada kasus yang sangat parah, kondisi muntaber bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Hal ini biasanya terjadi pada wilayah yang sulit mendapatkan fasilitas kesehatan dan air bersih. 

Umumnya ketika muntaber, hal yang perlu diperhatikan dengan baik adalah tingkat dehidrasi yang mungkin terjadi pada tubuh. Penderita diare umumnya akan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh karena keluar bersamaan dengan muntah dan diare. 

Baca juga: Mengetahui Kebutuhan Minum Air Putih dalam Sehari

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Berikut ini beberapa tanda muntaber lainnya yang mungkin saja terjadi:

  • Mulut dan bibir kering
  • Kulit kering dan kasar
  • Muntah berulang kali
  • Mata cekung dan sayu
  • Pada anak di bawah 2 tahun, ubun-ubun cenderung cekung 
  • Merasa sangat haus terus menerus
  • Lemas dan lesu
  • Jarang untuk buang air kecil

Pada setiap kasus yang umumnya terjadi, muntaber biasanya dapat sembuh dan pulih dengan sendirinya meski tanpa pemberian obat-obatan khusus. Hanya saja jenis penyakit ini membuat tubuh akan mengeluarkan cairan dengan sangat banyak (lewat muntah dan BAB). Hal ini kemudian berakibat pada kondisi tubuh yang menurun dan tidak prima.

Bahkan pada kasus yang sangat parah, kondisi kehilangan cairan ini bisa membahayakan nyawa si penderita. Sehingga jika mengalami muntaber, usahakan secara terus menerus mendapatkan atau mengganti cairan tubuh yang terbuang sehingga terhindar dari dehidrasi dan kadar cairan dalam tubuh tetap terjaga.

Selain itu, saat menderita muntaber, sebaiknya usahakan untuk beristirahat dengan cukup serta mengonsumsi makanan yang mudah dikunyah dan dicerna, contohnya bubur dan sup ayam. Usahakan pula untuk menghindari mengonsumsi obat antimuntah dan diare tanpa rujukan dari dokter.

Solusi mengatasi muntaber dengan mudah

Penting juga untuk memahami cara mencegah dan mengatasi muntaber agar terhindar dari kondisi ini. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan, seperti:

  • Mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir
  • Hindari mengonsumsi makanan mentah
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
  • Menjaga kebersihan di lingkungan sekitar

Jika mengalami muntaber, lakukan beberapa hal di atas terlebih dahulu karena muntaber dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi jika gejala yang dirasakan cukup parah seperti frekuensi muntah dan BAB cukup sering sehingga merasa lemas, maka segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Baca juga: 6 Langkah Mencuci Tangan yang Benar

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
7 Jenis Virus, Bakteri, Parasit Penyebab Muntaber
7 Jenis Virus, Bakteri, Parasit Penyebab Muntaber

Biasanya, muntaber disebabkan karena bakteri, virus, dan parasit.Berikut ini jenis virus yang dapat menimbulkan penyakit muntaber, diantaranya:

Buka di app