Gejala Konjungtivitas - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 4, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Agu 6, 2019 Waktu baca: 3 menit

Konjungtivitas atau biasa juga di sebut Pink Eyes (Mata Pink), adalah peradangan atau infeksi di selaput bening mata (Conjunctiva) yang melapisi mata. Saat radang terjadi di pembuluh darah kecil  mata , maka pembuluh darah ini akan terlihat jelas.

Ini yang menyebabkan bagian putih dari mata terlihat berwarna merah atau pink. Penyakit ini merupakan penyakit yang banyak di temukan, terutama pada anak-anak.  

Konjungtivitas biasanya di sebabkan oleh bakteri dan infeksi virus, reaksi alergi. Walaupun Konjungtivitas bisa menyebabkan ketidaknyamanan di mata, biasanya penyakit ini tidak akan mempengaruhi penglihatan.

Gejala Konjungtivitas  

Berikut ini adalah gejala dari penyakit Konjungtivitas :

  • Mata berwarna pink atau kemerahan
  • Konjungtiva atau kelopak mata mengalami pembengkakan
  • Produksi air mata meningkat
  • Terasa seperti ada yang masuk ke dalam mata (kelilipan) atau keinginan untuk menggosok-gosok mata
  • Gatal, iritasi atau mata terasa panas
  • Mata mengeluarkan lendir atau nanah
  • Lensa kontak yang terasa tidak nyaman atau bergeser-geser

Gejala di atas tergantung dari penyebabnya dan gejala lain yang tidak di sebutkan juga bisa muncul.    

Penyebab Dan Pengobatan  

Penyebab dari Mata Pink atau Konjungtivitas dapat di bagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

  • Virus
  • Bakteri
  • Alergi
  • Bahan kimia yang tidak sengaja masuk ke mata
  • Objek asing di mata
  • Pada bayi baru lahir, Blocked Tear Duct
  • Lain-lain 

Konjungtivitas yang di sebabkan oleh virus    

Konjungtivitas paling banyak di sebabkan oleh virus. Adenovirus adalah penyebab paling banyak yang dapat menyebabkan Konjungtivitas yang disebabkan oleh virus. Biasanya dimulai dari salah satu mata yang terjangkiti dan mungkin menyebar ke mata lainnya.

Jika terkena Konjungtivitas jenis ini biasanya mata akan mengeluarkan air mata. Bisa terjadi bersamaan dengan pilek atau infeksi pernapasan.  

PENGOBATAN

Sebagian besar kasus konjugtivitas jenis ini tergolong ringan. Infeksi nya biasanya akan hilang dalam waktu 7-14 hari tanpa pengobatan apapun. Tapi untuk beberapa kasus tertentu, infeksi ini dapat berlangsung selama 2-3 minggu atau lebih untuk sembuh.  

Biasanya dokter akan memberikan resep berupa Antihistamines (ex; Diphenhydramine) atau Mast Cell Stabilizer (ex; Cromolyn) untuk membantu mengurangi gejalanya.

Untuk kasus yang sangat berat dokter mungkin akan memberikan resep berupa tetes mata steroid Topikal, untuk mengurangi rasa tidak nyaman dari radang. Tetapi tetes mata tersebut tidak akan mengurangi infeksi nya.  

Konjungtivitas yang di sebabkan oleh bakteri  

Bakteri Staphylococcus Aureus, Streptococcus Pneumoniae, and Haemophilus Influenzae adalah penyebab paling banyak dari Konjungtivitas yang di sebabkan oleh bakteri.

Memakai lensa kontak yang tidak dibersihkan secara benar atau pinjaman juga dapat menyebabkan konjugtivitas yang di sebabkan oleh bakteri.

Jika mengalami Konjungtivitas jenis ini, mata dapat mengeluarkan pus (nanah) yang dapat menyebabkan kelopak mata menempel. Terkadang juga dapat di barengi dengan infeksi telinga.    

Konjungtivitas yang di sebabkan oleh bakteri dan virus dapat menular dari satu orang ke orang lainnya, dapat juga di tularkan melalui barang yang sudah terkontaminasi dan juga dari air.    

PENGOBATAN

Untuk Konjungtivitas tipe ini biasanya di obati menggunakan tetes mata antibiotik atau salep. Kongjungtivitas yang di sebabkan oleh bakteri biasanya akan membaik dalam waktu tiga sampai empat hari dari di mulainya pengobatan, tetapi pasien harus menyelesaikan semua obat antiobiotik nya untuk mencegah kambuh    

Konjungtivitas yang di sebabkan oleh alergi  

Kongjungtivitas yang di sebabkan oleh alergi terjadi di kedua mata dan biasanya terjadi karena hal yang bisa menyebabkan alergi, seperti Pollen, Parfum, Kosmetik, asap, kutu debu, dan tetes mata. Untuk merespon alergi, tubuh kita memproduksi antibody bernama Immunoglobulin E (IgE)

Proses dari antibodi inilah yang menyebabkan mata menjadi pink atau merah.  

Jika seseorang mengalami Konjungtivitas yang di sebabkan oleh alergi, penderita mungkin juga merasakan gatal, perih dan radang di mata, bisa juga di barengi dengan bersin dan pilek. Biasanya untuk jenis konjungtivitas ini bisa di obati dengan tetes mata.  

PENGOBATAN 

Yang pertama kali di harus di lakukan adalah membersihkan atau menghindari penyebab iritannya jika mungkin, dapat juga membersihkan mata dengan air mengalir. Air mata palsu juga dapat meringankan ke tidak nyamanan di mata dalam beberapa kasus ringan.  

Untuk kasus yang lebih berat, dokter biasanya memberi resep berupa Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs)  dan Antihistamines.  

Pasien dengan Konjungtivitas berkepanjangan jenis ini mungkin juga akan membutuhkan tetes mata steroid topical.      

Konjungtivitas yang di sebabkan oleh iritasi/zat kimia  

Iritasi dari bahan kimia yang masuk ke dalam mata atau benda asing di mata juga bisa menyebabkan Konjungtivitas. Terkadang membersihkan mata untuk menghilangkan bahan kimia atau benda asing dari mata tersebut dapat menyebabkan mata merah dan iritasi. Dapat juga membuat mata berair dan mengeluarkan lendir.  

PENGOBATAN

Bilas mata secara perlahan dengan cairan saline adalah pengobatan pertama untuk kongjungtivitas jenis ini. Penderita juga mungkin akan memerlukan steroid topikal. Untuk kasus berat, khususnya terkena alkali, adalah keadaan medis yang darurat dan dapat menyebabkan bekas luka, kerusakan mata, bahkan kebutaan. Jika mata anda terkena bahan kimia, segera cuci mata dengan air mengalir selama beberapa menit, sebelum datang ke dokter.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app