Gefitinib: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 755.448 orang

Kanker paru-paru masih menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia, kanker paru-paru adalah  kanker yang paling seriung ditemukan pada pria,yang menyebabkan 23% dari total kematian akibat kanker. 

Di antara wanita, kanker paru adalah kanker keempat yang paling sering ditemukan dan penyebab kedua kematian akibat kanker.

Ada banyak jenis perawatan kanker. Jenis-jenis perawatan yang Anda terima akan tergantung pada jenis kanker yang Anda miliki dan derajat keparahannya. Beberapa orang dengan kanker hanya akan mendapatkan satu perawatan. Tetapi kebanyakan orang mendapatkan kombinasi perawatan, seperti operasi dengan kemoterapi dan / atau terapi radiasi.

Kemoterapi adalah jenis perawatan kanker yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Tujuan dari perawatan kanker paru-paru dengan kemoterapi adalah untuk memperlambat perkembangan kanker tersebut, untuk meringankan gejala-gejala akibat kanker paru-paru dan  untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tiga jenis utama kanker paru-paru non-sel kecil  (Non-Small Cell Lung Carcinoma/ NSCLC) adalah karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel besar, dan adenokarsinoma. NSCLC adalah jenis kanker paru yang paling umum. 

Menurut ilmuan tirosin kinase reseptor yang terdapat di dalam NSCLC merupakan salah faktor pertumbuhan epidermal pada NSCLC. Oleh karena penemuan akan tirosin kinase reseptor ini dapat membuka cara baru dalam pengelolaan kanker paru-paru sel nonsmall (NSCLC) stadium lanjut.

Apa itu Gefitinib?

Gefitinib adalah jenis obat kemoterapi yang disebut inhibitor tirosin kinase (TKI), yang juga disebut penghambat pertumbuhan kanker. Kinase adalah protein dalam tubuh yang mengontrol bagaimana sel tumbuh dan membelah. 

Gefitinib memblokir (menghambat) protein ini agar tidak mengirimkan sinyal ke sel-sel kanker yang membuatnya tumbuh dan berkembang. Gefitinib juga dikenal dengan nama merek dagang yang disebut Iressa.

Gefitinib adalah pengobatan untuk kanker paru-paru non sel kecil (NSCLC) yang telah menyebar ke jaringan di sekitarnya (berkembang secara lokal) atau ke bagian lain dari tubuh. Gefitinib juga digunakan dalam uji klinis untuk jenis kanker lainnya.

Bagaimana dosis dan cara penggunaan obat ini?

Gefitinib tersedia dalam bentuk tablet dengan sediaan 250 gram. Penggunaan obat ini harus dibawah pengawasan ketat dokter atau dokter spesialis paru. Untuk penggunaannya diminum sekali sehari 20 menit hingga 1 jam sebelum makan. Penting untuk menggunakan obat ini sesuai dengan arahan dokter. Jangan menggunakan obat ini sembarangan. 

Jika lupa minum obat, segera minum obat dan lanjutkan dengan jadwal Anda seterusnya. Jika sudah hampir waktunya untuk minum dosis selanjutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan dengan dosis biasa. Jangan mengkonsumsi 2 dosis sekaligus.

Apa efek samping yang dapta ditimbulkan dari pengobatan ini?

Gefitinib dianggap sebagai agen kemoterapi yang relatif aman. Efek samping yang paling banyak dilaporkan adalah diare dan ruam. 

Namun, sejumlah besar pasien yang diobati dengan penghambat TKI memiliki efek samping pada kulit, paling sering berupa erupsi (terkelupas), muncul benjolan seperti jerawat, kulit kering, eksim, fisura, telangiectasia (penampakan pembuluh darah di bawah kulit akibat kulit menipis), hiperpigmentasi (perubahan warna kulit), perubahan rambut, dan paronikia dengan granuloma piogenik.

Anda mungkin akan mengalami masalah kesuburan setelah perawatan dengan obat ini. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum memulai perawatan jika Anda masih ingin memiliki keturunan di masa depan.

Obat ini juga merupakan obat kehamilan kategori D (gefitinib terbukti berbahaya bagi janin). Wanita yang sedang hamil atau hamil harus diberitahukan tentang potensi bahaya pada janin.

Interaksi dengan obat-obatan lain

Interaksi obat sering terjadi di antara pasien kanker dan paling sering melibatkan obat-obatan untuk mengobati kondisi penyerta yang timbul akibat kanker utama yang pasien derita. Interaksi obat-obat telah menjadi masalah yang cukup harus diperhatikan selama beberapa dekade terakhir dan banyak laporan mengenai Interaksi obat-obatan lain dengan pengobatan gefitinib. 

Obat-obatan yang menginduksi aktivitas CYP3A4 meningkatkan metabolisme gefitinib, oleh karena itu pada pasien yang menggunakan obat seperti rifampisin atau fenitoin, peningkatan dosis gefitinib hingga 500 mg setiap hari harus dipertimbangkan mengingat kemungkinan terjadinya efek samping yang parah. 

Interaksi obat juga dilaporkan pada dua pasien yang menggunakan gefitinib dan warfarin secara bersamaan, yang menyebabkan efek peningkatan warfarin sehingga menyebabkan kondisi perdarahan yang tidak normal.

Jangan melakukan imunisasi dengan vaksin ( vaksin hidup termasuk rubella, gondong, campak, BCG, demam kuning dan vaksin herpes zoster) hidup saat Anda sedang menjalani perawatan dan setidaknya 6 bulan setelahnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit