Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Perbedaan Gagal Ginjal Akut vs Gagal Ginjal Kronis

Update terakhir: DEC 8, 2019 Tinjau pada DEC 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.543.810 orang

Perbedaan Gagal Ginjal Akut vs Gagal Ginjal Kronis

Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Kronis

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Penurunan aliran darah ke ginjal mendadak. Hal ini dapat terjadi karena kehilangan darah, operasi, atau syok.
  • Obstruksi atau penyumbatan  berkepanjangan saluran kemih.
  • Adanya obstruksi atau penyumbatan di sepanjang saluran kemih, misalnya batu ginjal.
  • Sindrom Alport - kelainan bawaan yang menyebabkan ketulian, kerusakan ginjal progresif, dan cacat mata.
  • Sindrom uremik hemolitik - biasanya disebabkan oleh infeksi E. coli, gagal ginjal terjadi sebagai akibat dari obstruksi struktur fungsional terkecil  dalam ginjal.
  • Sindrom nefrotik - suatu kondisi yang memiliki beberapa penyebab yang berbeda. Sindrom nefrotik ditandai dengan Protein dalam urin, kadar protein dalam darah rendah, kadar kolesterol yang tinggi, dan pembengkakan jaringan.
  • Konsumsi obat tertentu yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
  • Penyakit ginjal polikistik - kelainan genetik yang ditandai dengan pertumbuhan banyak kista  di ginjal.
  • Glomerulonefritis - jenis penyakit ginjal yang melibatkan glomeruli. Selama glomerulonefritis, glomeruli menjadi meradang dan menganggu kemampuan ginjal untuk menyaring urin.
  •  Penyakit-penyakit degeneratif seperti darah tinggi dan diabetes
  • Setiap kondisi yang dapat mengganggu aliran oksigen dan darah ke ginjal seperti serangan jantung.

Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu berfungsi secara normal. Ada dua jenis gagal ginjal yaitu akut dan kronis. Untuk dapat mengobati gagal ginjal secara efektif, perlu diketahui jenis gagal ginjalnya apakah gagal ginjal akut yang terjadi secara tiba-tiba atau gagal ginjal kronis yang sudah berlangsung lama.

Gagal ginjal akut memiliki onset mendadak, dan berpotensi dapat kembali normal bila penyebabnya diatasi. Sedangkan gagal ginjal kronis berlangsung perlahan-lahan selama setidaknya tiga bulan dan dapat menyebabkan gagal ginjal yang permanen.

Penyebab Gagal Ginjal Akut dan Kronis

Berbagai kondisi medis, penyakit, dan obat-obatan dapat menciptakan situasi yang mengarah pada penyakit gagal ginjal akut dan kronis.

Gagal ginjal akut (GGA) biasanya disebabkan oleh sebuah peristiwa yang mengarah kepada kerusakan  ginjal, seperti dehidrasi, kehilangan banyak darah ketika operasi besar atau cedera, bisa juga karena penggunaan obat-obatan.

Penyakit ginjal kronis (GGK) biasanya disebabkan oleh penyakit jangka panjang, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, yang secara perlahan merusak ginjal dan mengurangi fungsi ginjal dari waktu ke waktu.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Lebih lengkap berikut saya sajikan dalam bentuk tabel.

Gejala Gagal Ginjal Akut Vs Gagal Ginjal Kronis

Gejala penurunan fungsi ginjal, seperti penumpukan cairan atau ketidakseimbangan elektrolit , lebih mungkin merupakan gejala gagal ginjal akut, terlepas dari berapa lama ginjal tersebut telah rusak. Gejala yang muncul mencerminkan langsung masalah yang terjadi pada ginjal, seperti :

  • Obstruksi pada saluran kemih karena batu ginjal bisa menyebabkan nyeri pinggang, darah dalam urin, atau output urin berkurang.
  • Dehidrasi dapat menyebabkan rasa haus yang ekstrim, pusing hingga pingsan,  nadi cepat dan lemah, dan gejala lainnya.

Gejala gagal ginjal kronis biasanya baru akan muncul ketika fungsi ginjal sudah sangat terganggu, artinya ginjal memiliki fungsi yang normal namun tersisa sedikit.

Masalah lain yang dapat berkembang seiring dengan penyakit gagal ginjal kronis, antara lain: anemia dan peningkatan kadar fosfat dalam darah (hiperfosfatemia), bersama dengan komplikasi yang disebabkan oleh gagal ginjal.

Pemeriksaan Penunjang 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Sebagian besar kasus gagal ginjal akut terjadi pada orang yang sudah di rawat di rumah sakit karena penyakit lainnya. Gagal ginjal akut pada pasien tersebut biasanya didiagnosis ketika tes laboratorium menunjukkan peningkatan mendadak  kadar kreatinin dan ureum / urea nitrogen (BUN).

Penumpukan produk limbah tersebut dalam darah menunjuk hilangnya fungsi ginjal. Membandingkan antara kadar ureum kreatinin saat ini dengan yang terdahulu juga bisa menyimpulkan gagal ginjal akut atau kronis.

USG  ginjal juga dapat digunakan untuk membantu menentukan apakah gagal ginjal akut atau kronis. Ginjal berukuran normal biasanya menunjukkan gagal ginjal akut, tetapi ketika kedua ginjal lebih kecil dari normal, berarti gagal ginjal kronis.

Itulah perbandingan antara gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis yang dapat saya rangkumkan sehingga akan dapat mempermudah dalam hal pengobatannya.

 

Referensi

Cleveland Urology Associates. Renal Failure.

Fraser, S. Blakeman, T. (2016). Chronic Kidney Disease: Identification and Management in Primary Care. Pragmatic and Observational Research, 7, pp. 21-32

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017). Pusat Data dan Informasi. Situasi Penyakit Ginjal Kronis.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit