Efek Samping Pil KB dan Alat Kontrasepsi Lainnya

Dipublish tanggal: Jun 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Efek Samping Pil KB dan Alat Kontrasepsi Lainnya

Perencanaan kehamilan perlu dilakukan untuk mendapatkan jeda kelahiran. Biasanya dilakukan KB untuk merencanakan atau menunda kehamilan. KB dapat dilakukan baik secara temporer ataupun permanen. KB temporer memungkinkan untuk dihentikan dan anda akan bisa hamil lagi. KB jenis ini biasa digunakan bagi wanita yang ingin menunda kehamilan. 

Sedangkan KB permanen dilakukan dengan sterilisasi sehingga anda tidak dapat hamil lagi. Jenis KB ini biasa dilakukan oleh pasangan yang memang sudah tidak ingin memiliki anak lagi.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Birth Control (Kontrasepsi) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket birth control (kontrasepsi) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Jenis alat kontrasepsi yang biasa digunakan adalah pil KB, suntik KB, implan, IUD/spiral, ataupun pembedahan tubektomi pada wanita. Berikut beberapa jenis-jenis alat kontrasepsi beserta efek sampingnya.

Pil KB

Pil KB termasuk alat kontrasepsi temporer. Pil KB ada dua jenis yaitu pil KB kombinasi hormon estrogen dan progesteron, serta pil KB progesteron. Untuk mencegah kehamilan anda harus teratur minum pil KB dan tidak boleh lupa. 

Bahkan anda juga diminta meminum pil KB setiap hari di jam yang sama. Pil KB termasuk alat kontrasepsi yang efektif menunda kehamilan jika diminum secara teratur.

Penggunaan pil KB memiliki efek samping antara lain, meningkatkan risiko darah tinggi dan kardiovaskuler, meningkatkan berat badan, mengganggu produksi asi, pendarahan di luar siklus menstruasi, mual, sakit kepala, dan penurunan gairah seksual.

Suntik KB

Suntik KB termasuk alat kontrasepsi temporer. Ada dua jenis suntik KB yaitu ada yang untuk menunda kehamilan selama 1 bulan dan ada yang 3 bulan. 

Penggunaan alat kontrasepsi ini cukup mudah, anda hanya perlu suntik KB secara rutin setiap 1 atau 3 bulan saja. Suntik KB tergolong alat kontrasepsi efektif, kemungkinan kegagalan dalam mencegah kehamilan hanya 3%.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Birth Control (Kontrasepsi) via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket birth control (kontrasepsi) hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Efek samping dari penggunaan suntik KB antara lain, merasa mual, berat badan naik, gairah seks berkurang, pendarahan di luar siklus menstruasi, sakit kepala, dan munculnya jerawat.

Implan

Implan merupakan alat kontrasepsi temporer yang dapat menunda kehamilan hingga 3 bulan. Implan dilakukan dengan cara memasukkan benda kecil seukuran batang korek api ke dalam lapisan bawah kulit. 

Umumnya implan dilakukan di bagian lengan atas. Implan cocok digunakan bagi anda yang ingin menunda kehamilan dalam jangka waktu yang lama serta tidak ingin repot. Implan terbukti efektif menunda kehamilan, dengan risiko kegagalan hanya 1%.

Efek samping penggunaan implan antara lain, munculnya rasa sakit pada lengan atas atau tempat menanam implan, menstruasi tidak teratur, berat badan naik, dan mengalami kesulitan hamil setelah implan dilepas.

IUD/spiral

IUD dilakukan dengan memasukan benda kecil berbentuk huruf T ke dalam rahim. IUD sangat efektif menunda kehamilan dalam jangka waktu yang lama. Ada dua jenis IUD yaitu IUD tembaga yang mampu mencegah kehamilan 10 tahun, dan IUD hormon yang mampu mencegah kehamilan hingga 5 tahun.

Efek samping dari IUD antara lain, kram pada perut bagian bawah, pendarahan hebat saat menstruasi, dapat lepas atau bergeser, dan dapat terjadi infeksi.

Tubektomi

Tubektomi merupakan jenis KB permanen yang dilakukan dengan menutup tuba falopi, sehingga sel telur tidak bisa masuk ke rahim, dan sperma tidak dapat masuk ke tuba falopi.

Efek samping dari pelaksanaan tubektomi antara lain, nyeri pada bagian panggul atau perut, infeksi pasca operasi, pendarahan, komplikasi, dan kemungkinan munculnya hamil ektopik.

Setiap alat kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain itu, efek yang ditimbulkan pada masing-masing orang juga berbeda. Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui alat kontrasepsi yang tepat untuk anda.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dawson K. Side effects of oral contraceptives. The Nurse practitioner 1979;4(6):53-5, 59. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/503375)
Birth Control Pill (for Teens). Nemours KidsHealth. (Accessed via: https://kidshealth.org/en/teens/contraception-birth.html)
Estrogen and Progestin (Oral Contraceptives) Drug Information. MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601050.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app