Drotaverine​: Manfaat, Efek Samping dan, Dosis

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 758.468 orang

Drotaverine adalah obat yang secara efektif mengobati kedutan atau kejang otot polos yang umumnya ditemukan di perut dan jantung. Obat ini efektif dalam menghilangkan rasa sakit yang dipicu karena sindrom iritasi usus, sakit kepala, periode menstruasi dan kejang serviks selama persalinan. Obat ini juga efektif digunakan untuk sakit perut, sakit dada, sakit batu empedu di ginjal, sakit di kolik ginjal dan beberapa kondisi lainnya.

Drotaverin bekerja dengan cara menghambat enzim phosphodiesterase-IV dan membantu memulihkan keseimbangan AMP siklik dan ion kalsium di lokasi kejang pada otot polos. Penggunaan Drotaverin tidak dianjurkan pada pasien dengan penyakit jantung, hati, dan ginjal yang parah. Obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada pasien yang menderita kelainan genetik pada kulit dan darah. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Orang-orang yang memiliki reaksi alergi, sedang hamil atau sedang menyusui juga disarankan untuk menghindari minum obat ini. Obat ini dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain seperti atropin, diklofenak, levodopa, dan diazepam

Beri tahu dokter Anda tentang minum obat lain, sebelum memulai pengobatan ini. Untuk lebih jelasnya, mari disimak artikel ini.

Pada kondisi apa Anda tidak dianjurkan untuk mengonsumsi Drovaterine?

  • Alergi. Obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap komponen aktif atau bahan lainnya yang terkandung di dalamnya.
  • Kerusakan hati/ginjal yang parah. Obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan jika Anda mengalami gangguan fungsi hati atau ginjal.
  • Gagal jantung. Obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan jika Anda memiliki penyakit jantung yang ditandai dengan kemampuan jantung dalam memompa darah yang tidak mencukupi.

Berapa dosis dan bagaimana cara menggunakan obat Drotaverine?

Drotaverin hadir dalam bentuk tablet yang digunakan dengan cara diminum dengan air putih, obat ini dapat diminum sebelum atau setelah makan. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa biasanya 40-80 mg, tiga kali sehari tetapi dapat bervariasi tergantung kondisi Anda. 

Jika dikonsumsi secara oral sebagai antispasmodik oleh anak-anak antara usia 1 hingga 6, dosis yang disarankan adalah 20 mg, tiga hingga empat kali sehari. Pada anak-anak yang lebih tua dari 6 tahun, dosis umumnya meningkat menjadi 40 mg.

Efek samping apa yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat Drotaverine?

Selain efek yang yang telah disebutkan sebelumnya, Drotaverin dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Dalam kasus seperti itu, Anda harus segera mencari pertolongan medis. Daftar ini bukan daftar efek samping yang lengkap. Mohon informasikan kepada dokter Anda jika Anda mengalami reaksi negatif terhadap penggunaan obat tersebut. 

Efek samping yang biasa ditimbulkan meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Mual dan muntah
  • Mulut kering
  •  Perubahan denyut nadi
  • Pusing
  • Sakit kepala Minor
  • Kesulitan bernafas
  • Reaksi kulit alergi
  • Pembengkakan wajah, bibir, kelopak mata, lidah, tangan dan kaki
  • Penurunan tekanan darah

Apakah obat Drotaverine aman digunakan bersama dengan obat lain?

Setiap obat pasti memiliki interaksi bila digunakan bersamaan dengan obat-obatan lain. Obat ini harus digunakan bersama dengan resep dokter. Oleh karena itu, pastikan dokter tahu pengobatan apa yang Anda gunakan bersamaan dengan obat ini, termasuk obat herbal, vitamin, dan obat lain yang bebas dijual di pasaran. Beberapa obat yang diketahui memiliki interaksi jika digunakan bersama dengan obat ini meliputi:

  • Atropin
  • Diklofenak
  • Levodopa. Penggunaan obat ini pada pasien yang memakai levodopa harus dihindari. Risiko efek samping sangat tinggi dan gejalanya mungkin memburuk setelah mengambil obat-obatan ini bersama-sama. Dianjurkan untuk menggunakan obat alternatif yang lebih aman untuk digunakan.
  • Diazepam

Laporkan penggunaan obat apa pun yang diminum kepada dokter. Anda mungkin memerlukan penyesuaian dosis dan pemantauan yang lebih sering untuk menggunakan obat-obatan ini bersama-sama. Laporkan setiap kondisi medis yang timbul bersamaan dengan penggunaan obat ini walaupun kondisi tersebut tidak tertera pada daftar efek samping.

Informasi yang tertera pada artikel di atas adalah yang informasi terbaik dari pengetahuan dan pengalaman kami dan kami telah berusaha sebaik mungkin untuk membuatnya seakurat mungkin, tetapi yang ingin kami sampaikan kepada Anda adalah, jangan menggunakan informasi di atas sebagai pengganti konsultasi medis. Selalu bicarakan dengan dokter mengenai segala kondisi kesehatan Anda, agar Anda dapat mendapatkan perawatan sebaik-baiknya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp