Kenali Disleksia Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 213.669 orang

Disleksia adalah gangguan atau kelainan kemampuan belajar yang mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa yang ditandai oleh adanya hambatan dalam membaca, berbicara, menulis, dan mengeja. 

Orang-orang dengan disleksia biasanya mempunyai kesulitan dalam memecah kata-kata menjadi bunyi-bunyi sederhana. Mereka juga kesulitan untuk mempelajari keterkaitan antara suara dengan abjad dan kata. Akibatnya hal ini menimbulkan kesulitan saat membaca dan rendahnya kemampuan memahami bacaan.

Disleksia lebih dikenal dengan istilah ketidakmampuan membaca (reading disability) dan biasanya lebih banyak terjadi dimasa kanak-kanak. Namun,gt;dapat juga muncul dan teridentifikasi setelah dewasa. 

Orang-orang dengan disleksia mempunyai kemampuan penglihatan dan intelijensi yang normal karena disleksia tidak berkaitan dengan kemampuan intelijensi. Anak-anak dengan disleksia bahkan tergolong cerdas dan dapat mengikuti pendidikan di sekolah dengan baik.

Penyebab Disleksia

Disleksia disebabkan oleh kelainan neurobiologis yang mempengaruhi bagian dari otak yang berperan untuk memproses bahasa. Disleksia terkait dengan kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga. 

Bagian otak yang memproses bahasa mengalami kesulitan untuk menggabungkan huruf-huruf dengan bunyi-bunyi dari huruf tersebut untuk kemudian disatukan menjadi kata. Misalnya kata “cat (kucing)” pada penderita disleksia akan terbaca sebagai “tac” karena huruf-huruf pembentuk kata tersebut saling bercampur.

Tanda-tanda Disleksia

Tanda-tanda disleksia biasanya teridentifikasi dan tampak pada anak-anak usia sekolah yang mulai belajar membaca dan menulis. Tanda-tanda yang muncul termasuk:

  • Bingung terhadap susunan huruf dalam kata
  • Membaca dan menulis dengan lambat
  • Menulis abjad terbalik, misalnya saat hendak menulis huruf “b” tertukar dengan “d”
  • Mengeja dengan buruk dan tidak teratur
  • Memahami informasi yang disampaikan secara verbal dengan baik, tetapi kesulitan saat memahami informasi yang tertulis
  • Kesulitan memahami susunan arah
  • Kesulitan dalam hal perencanaan dan organisasi

Meski demikian, penderita disleksia sering kali mempunyai kemampuan luar biasa dalam hal berpikir kreatif dan pemecahan masalah.

Gejala Disleksia

Gejala tiap orang dengan disleksia dapat berbeda satu dengan lainnya. Berikut ini uraian gejala disleksia berdasarkan usia.

  • Usia pra sekolah
    • Terlambat bicara
    • Kesulitan bicara
    • Kesulitan atau kurang tertarik pada alphabet
    • Kesulitan dalam mengekspresikan diri dengan kata-kata
  • Usia sekolahKesulitan membedakan abjad dan cara mengejanya
    • Ejaan yang terbalik dan tidak konsisten
    • Menulis huruf dan angka terbalik
    • Bingung dengan urutan huruf dalam kata
    • Membaca perlahan dan membuat kesalahan saat membaca dengan suara keras
    • Menulis lambat dan tulisan tangan jelek
  • Remaja dan dewasa
    • Kesulitan dalam merencanakan dan menulis esai, surat, atau laporanKesulitan dalam membuat catatan
    • Mengeja dengan buruk
    • Kesulitan dalam mengekspresikan sesuatu dengan tulisan
    • Kesulitan dalam mengingat susunan angka seperti nomer telepon Menghindari kegiatan membaca dan menulis

Faktor risiko terkena Disleksia

  • Riwayat disleksia dalam keluarga
  • Lahir prematur atau dengan berat badan rendah
  • Gangguan perkembangan otak saat janin karena terpapar oleh zat nikotin, rokok, alkohol, atau infeksi

Komplikasi Disleksia

Disleksia dapat menyebabkan beberapa permasalahan seperti:

  • Kesulitan dalam belajar karena kemampuan membaca adalah dasar dalam proses belajar
  • Kesulitan dalam berinteraksi sosial karena apabila tidak diatasi, seseorang dengan disleksia akan memiliki rasa percaya diri rendah, kecemasan, depresi, dan memisahkan diri dari lingkungan sosialnya
  • Permasalahan saat mencapai usia dewasa karena anak-anak dengan disleksia yang tidak tertangani memiliki hambatan dalam membaca dan pemahaman yang buruk sehingga berpengaruh pada proses pendidikan, interaksi sosial, dan pencapaian ekonomi.
  • Memiliki risiko menjadi hiperaktif (attention-deficit/hyperactivity disorder) atau sebaliknya.
  • Memori jangka pendek yang buruk
  • Kemampuan manajemen waktu yang buruk

Kepada siapa Anda harus meminta pertolongan untuk disleksia?

Apabila menemukan tanda-tanda disleksia pada anak Anda, sebaiknya segera berkonsultasi kepada:

  • Dokter anak
  • Psikolog pendidikan
  • Ahli patologi bicara
  • Dokter ahli saraf

Apa yang dapat dilakukan orang tua dengan anak disleksia?

Orang tua memiliki peranan penting untuk mendukung anak-anak dengan disleksia untuk dapat mengatasi hambatannya dengan cara:

  • Mengetahui atau mendeteksi tanda-tanda disleksia lebih awal dan berkonsultasi segera dengan dokter
  • Membaca dengan suara keras bersama sama anak Anda. Waktu terbaik adalah saat usia 6 bulan, dapat pula dengan mendengarkan rekaman cerita bersama, atau membaca bersama setelah anak Anda mendengar cerita tersebut lebih dulu
  • Berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai kondisi anak agar dapat terfasilitasi kesulitan belajarnya dengan baik
  • Menyemangati dan bersikap suportif pada anak Anda
  • Memberi pemahaman pada anak tentang disleksia yang dialaminya
  • Menyediakan tempat belajar yang nyaman, bersih, dan rapi agar anak Anda dapat belajar dengan menyenangkan
  • Membatasi waktu dengan perangkat elektronik dan memperbanyak waktu untuk membaca
  • Rutin berkonsultasi dengan guru pengajar

Adapun untuk penderita disleksia dewasa, maka langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Meminta evaluasi dan pertolongan untuk membaca dan menulis 
  • Mencari informasi mengenai pelatihan dan permohonan akomodasi pada institusi pendidikan atau tempat bekerja untuk mengakomodasi kondisi disleksia

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit