Dirithromycin: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 21, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Jun 26, 2019 Waktu baca: 3 menit

Dirithromycin adalah salah satu jenis obat antibiotik yang digunakan untuk menangani infeksi akibat bakteri seperti tonsilitis, pneumonia, bronkitis, dan infeksi kulit lainnya. Obat ini termasuk golongan antibiotik makrolid yang saat ini dihentikan penggunaanya di Amerika Serikat sehingga obat antibiotik lainnya diberikan guna menggantikan penggunaan dirithromycin.

Dirithromycin merupakan golongan makrolid yang bekerja menyerang bakteri yang ada di dalam tubuh. Dirithromycin dapat diubah menjadi erythromycylamine mikrobiologi aktif. Erythromycylamine mengikat subunit ribosom agar dapat menghambat sintesis protein.

Obat ini dipilih pada orang dengan penyakit infeksi akibat terpapar bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus pyogenes, Haemophilus influenza, Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumoniae, dan Moraxella catarrhalis.

Mengenai Dirithromycin

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet

Kandungan:

Obat antibiotik

Manfaat obat Dirithromycin pada penanganan penyakit

Obat dirithromycin digunakan sebagai antibiotik pada beberapa jenis penyakit di antaranya:

1. Tonsilitis

Tonsilitis atau peradangan amandel banyak terjadi pada anak-anak. Penyebab infeksi ini memicu peradangan terutama pada anak-anak karena amandel adalah kelenjar yang memiliki fungsi sebagai sistem pertahanan tubuh untuk mencegah infeksi. Tonsil mengeluarkan limfosit dan imunoglobulin pada saat terjadinya infeksi

Gejala Tonsilitis antara lain:

  • Demam tinggi
  • Nyeri tenggorokan
  • Sulit menelan
  • Makanan terasa hambar
  • Badan menjadi lemas
  • Amandel bengkak dan merah

2. Bronkitis

Penyakit bronkitis adalah suatu peradangan pada saluran di paru-paru bernama bronkus. Inflamasi juga diikuti di saluran lain seperti bronkiolus dan trakea. Infeksi menjadi salah satu penyebab utama dari terjadinya penyakit bronkiektasis. Penyakit ini juga diikuti oleh penyakit gangguan pernapasan lainnya yang menimbulkan gejala pada sistem pernapasan kita.

Gejala Bronkitis antara lain:

  • Batuk kering
  • Batuk berdahak
  • Sesak napas
  • Batuk berdarah
  • Demam

 3. Pneumonia 

Pneumonia merupakan salah satu peradangan pada organ paru yang membengkak. Ini disebabkan paru-paru terisi cairan infeksi seperti air lendir yang mengganggu pertukaran udara di alveoli paru.

Gejala yang ditimbulkan pada penyakit Pneumonia:

  • Demam
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Nafsu makan menurun

 4. Infeksi kulit

Infeksi kulit yang timbul akibat masuknya infeksi ke dalam kulit dan menyebabkan peradangan. Infeksi kulit juga bisa terjadi pada bekas luka yang belum sembuh dan bakteri mulai masuk dan merusak jaringan. Gejala dan bentuk infeksi disesuaikan dengan jenis bakteri yang masuk ke dalam kulit. 

Dosis dan cara penggunaan obat Dirithromycin

Obat dirithromycin tersedia dalam dosis 250 mg dan 500 mg tablet. Hampir semua jenis penyakit infeksi bakteri memerlukan dosis 500 mg, terkecuali penggunaanya pada anak-anak.

  • Pemberian 500 mg diminum sekali sehari selama 10 hari pada pasien tonsilitis dan otitis media
  • Pemberian 500 mg diminum sekali sehari selama 14 hari pada pasien pneumonia ringan
  • Pemberian 500 mg diminum sekali sehari selama 7 hari pada pasien bronkitis dan ISPA

Selama pemberian dirithromycin, dianjurkan tidak memberikan obat secara bersamaan karena berdampak pada efektivitas obat dalam membasmi bakteri. Konsultasikan penggunaan obat yang cocok diberikan selama menggunakan obat dirithromycin terutama untuk menurunkan gejala yang dipicu akibat infeksi. Obat ini diminum setelah makan pada waktu yang sama setiap hari sampai pengobatan selesai.

Efek samping obat Dirithromycin

Efek samping bersifat ringan dan berat lainnya yang dapat timbul selama mengonsumsi obat dirithromycin antara lain:

  • Mual muntah
  • Diare berat
  • Nyeri perut
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Infeksi vagina pada wanita
  • Kerusakan organ hati seperti jaundice, nyeri perut, kelelahan dan pendarahan

Interaksi obat Dirithromycin dengan obat lain

Obat dirithromycin memberikan interaksi apabila diberikan bersamaan dengan obat lainnya seperti:

  • Obat kejang seperti karbamazepine, phenytoin
  • Obat antikoagulan, meningkatkan pendarahan
  • Penggunaanya bersamaan dengan obat antibiotik lainnya
  • Obat jantung seperti digoxin
  • Obat migraine seperti dihydroergotamine, ergotamine
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan terfenadin

Perhatian dan peringatan penggunaan obat Dirithromycin

Informasi penting terkait penggunaan obat dirithromycin antara lain:

  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi pada anak-anak
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada orang lansia

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dirithromycin Uses, Side Effects & Warnings. Drugs.com. (https://www.drugs.com/mtm/dirithromycin.html)
Dirithromycin - C42H78N2O14. U.S. National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information. (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Diritromicina)
Dirithromycin: a new macrolide. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8893122)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app