Dampak Positif Setelah Berhenti Merokok

Dipublish tanggal: Mei 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Dampak Positif Setelah Berhenti Merokok

Dampak Positif Setelah Berhenti Merokok

Merokok bisa meningkatkan risiko kematian 2 sampai 3 kali lebih besar daripada mereka yang tidak merokok sama sekali. Diyakini, 1 dari 4 serangan jantung yang terjadi berkaitan langsung dengan kebiasaan merokok. Risiko penyakit jantung yang diakibatkan oleh rokok lebih tinggi ketimbang faktor lainnya seperti stres, kolesterol, tekanan darah tinggi, serta obesitas.

Yang lebih mengerikan lagi, serangan jantung yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok tidak bisa dikurangi dengan berolahraga maupun pengaturan pola makan yang sehat. Serangan jantung yang terjadi saat merokok, dapat memicu kematian mendadak dua kali lebih tinggi daripada ketika tidak merokok.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Perubahan yang Terjadi Ketika Anda Berhenti Merokok
Karena dampak rokok sangat berbahaya, tidak sedikit perokok yang memutuskan untuk berhenti meski harus melalui proses yang berat. Berhenti merokok akan membawa banyak perubahan pada tubuh dan pikiran. Walaupun efek kecanduan sulit dihilangkan, namun dengan dukungan dari banyak pihak membuat keinginan untuk merokok dapat dihilangkan.

Setelah Anda berhenti merokok selama 2 tahun, risiko terkena serangan jantung akan berkurang sebanyak 50%. Dan bila Anda sudah berhenti merokok selama 15 tahun, risiko serangan jantung yang akan Anda alami sama dengan mereka yang tidak merokok sama sekali. 

Jadi risiko serangan jantung baru bisa berkurang minimal 2 tahun setelah Anda berhenti merokok. Dan jika berat badan Anda meningkat saat berhenti merokok, risiko penyakit jantung akan semakin berkurang.

Hal yang paling penting adalah seberapa cepat Anda memutuskan untuk berhenti merokok. Apabila Anda berhenti merokok sebelum berusia 50 tahun, risiko kematian dalam kurun waktu 15 tahun kedepan bisa berkurang setengahnya. Namun jika Anda berhenti merokok diusia kurang dari 35 tahun, semua risiko yang disebabkan oleh rokok bisa hilang.

Risiko penyakit arteri koroner, serangan jantung kedua, dan kematian mendadak pun akan berkurang saat Anda berhenti merokok. Begitu juga dengan stroke, risikonya akan turun secara perlahan ketika proses berhenti merokok dilakukan.

Tips Berhenti Merokok yang Cukup Efektif
Banyak perokok yang mengeluh karena kesulitan meninggalkan kebiasaan merokok. Kandungan nikotin yang sangat adiktif menjadi penyebabnya. Tak jarang, ketika berhenti merokok Anda akan merasa lemas dan kurang bergairah saat menjalani aktivitas sehari-hari. 

Jika Anda ingin berhenti merokok, berikut ini ada beberapa tips yang dirasa cukup efektif tanpa obat-obatan sama sekali. Beberapa diantaranya adalah:

  • Menghindari teman, keluarga, atau bahkan lingkungan yang banyak perokoknya serta dengarkan nasihat dari orang yang kontra terhadap rokok
  • Menekuni hobi yang sesuai dengan passion Anda. Hal ini bertujuan untuk mengalihkan pikiran agar tidak tergoda dengan rokok
  • Mencari kata-kata yang bisa menyemangati Anda untuk tidak merokok. Misalnya seperti “Aku tidak akan merokok”. Sugesti positif yang Anda dapatkan akan merangsang otak agar bisa mengurangi keinginan merokok.
  • Mengurangi asupan kafein misalnya dengan tidak meminum kopi. Efek kafein akan membuat Anda tetap terjaga dan memicu keinginan untuk merokok.
  • Menentukan target berapa lama Anda harus berhasil lepas dari kecanduan rokok. Komitmen yang tinggi sangat penting supaya proses berhenti merokok bisa sukses
  • Mencari bantuan profesional seperti psikiater supaya pemicu keinginan merokok bisa segera ditangani.

Risiko penyakit serangan jantung yang sangat mematikan bisa berkurang jika Anda berhenti merokok. Semakin cepat akan semakin baik. 

Jangan menunggu usia lanjut baru berhenti. Selagi masih muda, sebaiknya berhentilah agar semua dampak buruk rokok tidak Anda alami.

6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Benefits of Quitting - Smoking & Tobacco Use. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (Accessed via: https://www.cdc.gov/tobacco/quit_smoking/how_to_quit/benefits/index.htm)
Quit smoking. NHS (National Health Service). (Accessed via: https://www.nhs.uk/live-well/quit-smoking/)
Quitting Smoking: What Happens When You Quit Smoking. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/smoking-cessation/what-happens-body-quit-smoking#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app