Cermati, Mata Sipit Bisa Merupakan Pertanda Penyakit Berbahaya

Mata sipit adalah keadaan yang normal untuk orang orang keturunan asia, namun pada dalam beberapa kejadian mata sipit bisa menunjukkan kondisi medis ataupun penyakit tertentu seperti yang disebutkan berikut ini :
Dipublish tanggal: Sep 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Di beberapa negara di Asia, ciri fisik yang banyak digunakan orang untuk membedakan antara satu dengan yang lain adalah mata sipit. Tapi dalam kasus kasus tertentu, mata sipit adalah pertanda adanya indikasi kondisi medis atau penyakit tertentu.

Bentuk mata terlihat dari kelopak mata bawah dan atas. Sudut mata dekat hidung bisa ditutupi oleh kulit kelopak mata atas yang kemudian disebut lipatan epicantle. Lipatan ini membuat mata menjadi sipit. Kondisi ini normal untuk orang Asia.

Penyebab mata sipit

Mata sipit adalah keadaan yang normal untuk orang orang keturunan asia, namun pada dalam beberapa kejadian mata sipit bisa menunjukkan kondisi medis ataupun penyakit tertentu seperti yang disebutkan berikut ini :

1. Down syndrome

Down syndrome ditandai dengan munculnya kelainan pada fisik dan keterbelakangan mental yang diakibatkan oleh kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21.

Ciri ciri fisik penderita down syndome pada umumnya adalah :  

    • Mata sipit
    • Bentuk mulit kecil disertai lidah yang menonjol
    • Bentuk kepala bagian belakang datar
    • Panjang bayi dengan down syndrome saat baru lahir lebih kecil dibandingkan ukuran normal bayi pada umumnya.

2. Fetal alcohol syndromev (alkohol pada janin)

Fetal Alcohol Syndrome diakibatkan oleh konsumsi alkohol saat ibu sedang berada dalam masa kehamilan dan mengakibatkan gangguan pertumbuhan, mental dan fisik pada bayi. Dampak dari kebiasaan buruk ini akan lebih besar diterima bayi dibandingkan ibu nya, terlebih kalau dilakukan pada trimester pertama.

Bayi yang lahir dengan sindrom ini biasanya memiliki mata sipit, lipatan kulit besar, kepala bibir dan rahang atas kecil. Selain itu bayi juga akan memiliki koordinasi gerak anggota tubuh yang buruk diserti dengan penyusutan massa otot. 

Bayi dengan sindrom ini akan mengalami tumbuh dan kembang yang lambat, baik saat masih ada di dalam kandungan ataupun setelah bayi lahir. Kelainan bawaan juga akan dialami bayi terutama pada telinga, ginjal, jantung dan tulang.

3. Myasthenia gravis (MG)

Myasthenia gravis akan menyerang jaringan otot dan saraf, akibatnya otot rangka tubuh akan mengalami gangguan dan tidak berfungsi dengan baik. Penyakit ini termasuk penyakit autoimun yang diakibatkan adanya gangguan yang terjadi pada transmisi sinyal saraf ke otot. 

Tanda myasthenia gravis yang terlihat adalah mata sipit akibat turunnya kelopak mata, kesulitan berjalan ataupun mengangkat benda, kesulitan berbicara, menelan dan mengunyak makanan. Selain itu anak akan sering mengalami kelelahan dan penglihatan ganda.

4. Mikroftalmia

Mikroftalmia membuat salah satu atau kedua mata menjadi kecil dan memiliki anatomi yang abnormal, dapat terjadi karena adanya kelainan perkembangan mata sejak masih di dalam rahim. Pada kasus tertentu mikroftalmia juga dapat mengalami kebutaan. 

Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui secara pasti tapi diduga karena bayi terinfeksi atau terpapar zat beracun saat dalam kandungan. Dalam beberapa kasus, mikroftalmia mempunyai keterkaitan dengan Fetal Alcohol Syndromev (sindrom alkohol pada janin). 

Selain itu kelainan genetik juga bisa menyebabkan mikroftalmia

5. Oftalmoplegia

Oftalmoplegia adalah keadaan dimana terjadi kelumpuhan pada otot okular. Orang dengan oftalmoplegia mengalami kesulitan untuk dapat mengarahkan penglihatan mereka atau menggerakkan kelopak mata mereka sehingga mata terlihat sipit yang diikuti dengan melemahnya otot-otot organ yang terdapat pada tubuh. 

Oftalmoplegia sangat mungkin terjadi akibat beberapa penyakit seperti tumor, stroke, otak, migrain, cedera kepala parah, infeksi atau penyakit tiroid. Oftalmoplegia termasuk dalam penyakit genetik yang bisa diturunkan.

6. Nanophthalmos

Nanophthalmos terjadi karena terdapat kelainan genetik yang membuat mata mengalami gangguan perkembangan. 

Akibatnya ukuran mata akan menjadi kecil atau sempit. Kata "nano" merupakan bahasa Yunani, dimana artinya adalah "kecil" berbeda dengan mikroftalmia yang memiliki anomali struktur, kondisi Nanophthalmos umumnya tidak menghadirkan anomali struktural.

Jika Anda bukan berasal dari garis keturunan normal dengan mata sipit, maka sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter jika Anda terlihat ada lipatan epikantus di kelopak mata atau jika mata terlihat kecil atau sipit. 

Mata sipit tidak hanya terjadi pada bayi atau anak anak saja, orang dewasa juga bisa mengalami hal seperti ini. Segera konsultasi dengan dokter apabila mengalami masalah seperti ini, terlebih jika disertai dengan masalah pada penglihatan, atau mengalami kesulitan menggerakkan mata.


34 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Fetal Alcohol Syndrome: Symptoms, Causes, Treatments. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/baby/fetal-alcohol-syndrome)
Fetal alcohol syndrome. MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/ency/article/000911.htm)
Fetal Alcohol Spectrum Disorders. MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/fetalalcoholspectrumdisorders.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app