Doctor men
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
Seks dan Hubungan

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Update terakhir: NOV 17, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 618.872 orang

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang terjadi pada leher rahim (bagian bawah rahim yang terhubung dengan vagina) dan terjadi akibat infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini merupakan penyebab utama terjadinya kanker serviks dan menempati urutan ke 2 dari 10 jenis kanker terbanyak yang terjadi pada wanita setelah kanker payudara.

Kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi menular seksual ini dapat terjadi melalui kontak seksual baik anal, oral, maupun vaginal, dan seringkali kanker serviks terjadi tanpa gejala tertentu. Tetapi beberapa tanda yang mungkin terjadi, antara lain adanya pendarahan vagina setelah berhubungan intim, terjadi keputihan berdarah dan bau busuk, serta merasakan nyeri saat berhubungan intim.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Seperti jenis kanker lainnya, diagnosis kanker serviks secara cepat di awal dapat membantu proses pengobatan dan perawatan. Anda dapat mengurangi risiko menderita kanker serviks dengan melakukan tes skrining dan melakukan vaksinasi yang dapat membantu melindungi diri dari infeksi HPV.

Baca juga: Gejala dan Penyebab Kanker Serviks

Cara mencegah kanker serviks

  • Melakukan vaksin HPV. Untuk mencegah penularan infeksi HPV, Anda dapat mengurangi risiko kankers serviks dengan melakukan vaksin HPV yang terbagi menjadi 3 tahap suntikan
  • Melakukan tes Pap Smear. Tes ini berguna untuk mendeteksi kondisi pra-kanker serviks yang mungkin terjadi. Pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan bagi mereka yang pernah berhubungan seks ataupun wanita di atas usia 21 tahun
  • Gunakan kondom. Jika ingin berhubungan seks, sebaiknya Anda menggunakan kondom. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kanker serviks yang mungkin menular antar pasangan. Selain itu, lakukan hubungan seks yang aman serta tidak bergonta ganti pasangan
  • Hentikan kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko kanker serviks karena zat kimia pada asap rokok dapat berinteraksi dengan sel serviks yang berkembang menjadi kanker. Sehingga ada baiknya untuk menghentikan kebiasaan merokok
  • Hindari penggunaan pil KB jangka panjang. Hal ini seringkali menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan kondom. Padahal penggunaan pil kontrasepsi selama lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko kanker serviks

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks

Untuk mencegah kanker serviks, saat ini vaksin HPV telah tersedia untuk mencegah infeksi human papillomavirus (HPV). Bagi anak di atas usia 15 tahun, vaksin HPV diberikan dalam 3 tahap suntikan selama periode 6 bulan, yakni pada bulan 1, bulan 3, dan suntikan terakhir diberikan pada 6 bulan berikutnya.

Vaksinasi HPV dapat diberikan pada wanita maupun pria, dan akan lebih efektif jika diberikan sebelum seseorang pernah melakukan hubungan seks. Untuk biaya vaksin HPV sendiri berkisar antara 700.000-1.000.000 untuk 1 kali vaksin sehingga untuk biaya keseluruhan terhadap 3 tahap suntikan berkisar di angka 3.000.000.

Vaksin HPV ini bertujuan untuk membantu melindungi diri dan mencegah Anda dari kemungkinan terkena kanker serviks, tetapi tidak dapat mengobati infeksi HPV jika sudah terjadi. Anak-anak usia 9-14 tahun pun direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin HPV sedini mungkin dengan 2 kali suntikan.

Bagi ibu hamil atau orang yang sedang menderita sakit berat tidak disarankan untuk menjalani vaksin HPV, termasuk mereka yang memiliki alergi berat. Karena vaksin HPV mungkin dapat menimbulkan efek samping ringan, seperti rasa sakit, bengkak, atau kemerahan yang terjadi di tempat suntikan.

Efek samping lain yang mungkin terjadi setelah dilakukannya suntik vaksin HPV adalah sakit kepala, mual, muntah, lemas, pusing, hingga pingsan, tetapi hal tersebut sangat jarang terjadi.

Referensi

Mayo Clinic. Cervical cancer

WebMD. Cervical Cancer

Mayo Clinic. HPV vaccine: Who needs it, how it works

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit