GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Cassia Oil: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Dipublish tanggal: Jan 22, 2021 Update terakhir: Des 13, 2021 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Cassia oil atau minyak kayu manis (Chinese cinnamon) sudah lama dipakai dalam metode pengobatan tradisional China
  • Cassia oil yang berasal dari pohon Cinnamomum cassia diketahui mengandung antioksidan flavonoid dan polifenol yang baik bagi kesehatan
  • Beberapa manfaat Cassia oil adalah meningkatkan sistem imun tubuh, membantu mengobati penyakit diabetes, dan bertindak sebagai astringent
  • Efek samping penggunaan Cassia oil yang mungkin terjadi seperti iritasi kulit serta meningkatnya sensitivitas pada kulit dan selaput lendir
  • Klik untuk mendapatkan Cassia Oil atau produk konsumen lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD

Cassia oil adalah salah satu tanaman dasar dalam metode pengobatan tradisional China yang juga dikenal dengan nama minyak kayu manis China (Chinese cinnamon). Cassia sendiri merupakan pohon cemara yang banyak tumbuh di wilayah China dan Burma.

Cassia essential oil atau minyak atsiri Cassia dihasilkan dari proses uap kulit kayu, daun dan juga bagian ranting Cinnamomum cassia. Penggunaan Cassia oil yang memiliki wangi khas dan menenangkan ini sudah lama digunakan dalam metode pengobatan tradisional yang dinilai baik untuk kesehatan.

Mengenai Cassia Oil

Golongan

-

Kemasan

  • Essential oil
  • Obat gosok

Kandungan

Cassia oil (minyak kayu manis)

Manfaat Cassia Oil

Dalam Cassia oil mengandung antioksidan flavonoid dan polifenol yang diketahui bermanfaat untuk menghalangi pembentukan radikal bebas, meningkatkan sistem imun tubuh, dan ikut memberikan perkembangan positif pada pengobatan penyakit kanker maupun diabetes.

Cassia oil sebagai minyak esensial juga dikaitkan dengan sejumlah kegunaan, di antaranya:

  • Mengatasi diare
  • Meningkatkan sirkulasi darah
  • Sebagai obat antidepresan
  • Meredakan gejala menstruasi (PMS)
  • Meredakan arthritis (radang sendi)
  • Membantu melawan bakteri
  • Meringankan gejala flu dan pilek
  • Bertindak sebagai astringent

Namun, sejumlah manfaat Cassia oil di atas masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat penggunaannya serta aman digunakan. Oleh karena itu, pahami terlebih dahulu bahan dan kegunaan produk sebelum Anda menggunakan atau mengonsumsinya.

Kontraindikasi

Herbal ini tidak diperuntukkan bagi orang-orang dengan kondisi berikut:

  • Memiliki alergi terhadap Cassia oil
  • Penyakit ginjal atau hati
  • Ibu hamil dan ibu menyusui

Dosis Cassia Oil

Dosis umum penggunaan Cassia oil atau cinnamon oil yang umumnya tersedia dalam bentuk essential oil harus diikuti dengan benar untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan. 

Untuk membantu mengobati flu dan pilek, cukup gunakan 2-3 tetes Cassia essential oil atau bisa dihirup sebanyak 2 kali sehari. Jika ingin menggunakan Cassia oil pada kulit, coba terapkan sedikit di bagian kulit untuk mengetahui adakah efek alergi yang terjadi.

Efek samping Cassia Oil

Penggunaan produk Cassia oil terbilang cukup aman digunakan dalam penggunaannya sebagai obat topikal (obat luar) maupun yang dikonsumsi. Tetapi perlu dipastikan bahwa penggunaannya sesuai dengan aturan pakai dan indikasi penggunaan.

Meskipun begitu, penggunaan Cassia oil juga berisiko menimbulkan efek samping pada sebagian orang. Beberapa efek samping penggunaan Cassia oil yang mungkin terjadi meliputi iritasi kulit serta meningkatnya sensitivitas pada kulit dan selaput lendir. 

Kandungan coumarin yang terdapat di dalam Cassia oil tak hanya menimbulkan masalah kulit, tetapi juga dapat menjadi racun bagi organ hati dan ginjal jika penggunaannya melebihi dosis atau tidak sesuai aturan pakai. Karena coumarin dapat terserap melalui kulit dan masuk ke dalam tubuh.

Jika efek samping masih terjadi atau bahkan memburuk dan disertai tanda-tanda keracunan, segera hentikan penggunaan dan periksakan diri ke dokter.

Interaksi Cassia Oil

Potensi interaksi obat mungkin terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain yang dapat mengubah cara kerja obat dan memberikan efek pada tubuh, termasuk menimbulkan racun dalam tubuh.

Cassia oil juga dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga mengonsumsi minyak kayu manis bersamaan dengan obat diabetes harus dihindari. Karena hal tersebut dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah menjadi terlalu rendah. 

Beberapa obat diabetes yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Cassia oil adalah insulin, glimepiride, pioglitazone, chlorpropamide, maupun tolbutamide.

Selain itu, masih ada kemungkinan jenis obat lainnya juga dapat berinteraksi dengan Cassia oil jika digunakan bersamaan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kandungan obat yang sedang dikonsumsi dan ada baiknya untuk memberitahukan dokter agar interaksi obat dapat terhindarkan.

Perhatian

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan Cassia oil adalah:

  • Hindari penggunaan produk yang mengandung Cassia oil jika Anda memiliki riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap kandungan tersebut
  • Ibu hamil ataupun ibu menyusui tidak diperbolehkan menggunakan Cassia oil karena dapat menyebabkan sensitivitas dan iritasi kulit
  • Penderita penyakit liver dan ginjal sebaiknya menghindari penggunaan Cassia oil atau konsultasikan dulu dengan dokter sebelum penggunaan
  • Cassia oil berpotensi menurunkan kadar gula darah sehingga hindari pemakaian obat diabetes dan Cassia oil secara bersamaan


Artikel terkait:


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
​Healthline. Cinnamon Oil Benefits and Uses. (https://www.healthline.com/health/cinnamon-oil)
Dr Axe. Cassia Oil Improves Circulation, Arthritis & Depression. (https://draxe.com/essential-oils/cassia-oil/)​

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app