Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial

Dipublish tanggal: Sep 8, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit

Media sosial semisal Facebook, Twitter, hingga Instagram, memiliki pengguna mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Semua kalangan rasanya setidaknya memiliki satu akun media sosial, karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan. 

Dengan media sosial, Anda dapat terhubung kembali dengan teman lama dan membagikan momen penting dalam hidup kapan saja, dimana saja. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Namun, jika tidak digunakan dengan bijaksana, Anda dapat mengalami kecanduan media sosial yang mempengaruhi pekerjaan dan hubungan pribadi. Lalu, apa saja sih dampak dari kecanduan media sosial?

Apa saja dampak kecanduan media sosial?

  • Gangguan mata

Mata yang terlalu fokus pada layar gawai terlalu lama dapat menimbulkan berbagai gangguan mata seperti lelah otot mata, mata lelah, iritasi, mata kemerahan, dan pandangan kabur. Penggunaan alat bantu seperti kacamata dan lensa anti sinar biru dapat membantu dalam mengurangi efek buruk pada mata Anda.

Tim peneliti mengamati 1800 warga Amerika usia 19-32 tahun yang menggunakan media sosial. Rata-rata bisa menghabiskan waktu satu jam dalam sehari hanya untuk membuka sosial media per minggu Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 30 persen dari mereka pun mengalami gangguan tidur. 

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Preventive Medicine itu pun menunjukkan, mereka yang sering menggunakan media sosial, tiga kali lebih berisiko mengalami gangguan tidur dibanding yang lebih jarang. Mengapa kecanduan media sosial bisa menyebabkan gangguan tidur?

Menurut peneliti senior Brian Primack, media sosial kadang bisa membuat penggunanya penuh emosi marah maupun senang ketika membahas sesuatu di media sosial. Bisa juga membuat lupa waktu karena keasyikan diskusi kontroversi yang dibahas di media sosial. 

Sementara itu, mata yang sulit terpejam saat bermain media sosial diduga karena pancaran sinar dari layar smartphone yang mengganggu irama sirkadian tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Dampak langsung yang dapat dirasakan karena kurang tidur kronis adalah meningkatnya resiko terserang depresi dan gangguan kecemasan. Penggunaan media sosial secara berlebihan khususnya pada kalangan anak-anak dan remaja juga telah dikaitkan oleh banyak penelitian dengan peningkatan tingkat stres psikologis.

Cara mengurangi kecanduan media sosial

  • Batasi penggunaannya

Membatasi penggunaan merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menghindari diri dari kecanduan sosial media. Ketika Anda sudah terbiasa membatasi waktu yang digunakan di media sosial, pada akhirnya Anda akan bisa mengatur diri sendiri untuk tidak ketergantungan terhadap platform tersebut.

  • Cari kegiatan yang lebih bermanfaat

Bila Anda merasa telah kecanduan media sosial, segeralah cari kegiatan lainnya yang bermanfaat. Tujuannya untuk mengurangi intensitas selama berselancar di dunia maya tersebut. Semakin Anda sibuk menghabiskan waktu di kegiatan lainnya, maka semakin tak ada waktu untuk terpaku pada media sosial. 

Sebagai pilihan, Anda bisa mengalihkan perhatian ke olahraga, sekadar berkumpul bersama keluarga, ataupun dengan teman-teman terdekat.

  • Matikan notifikasi

Ini merupakan salah satu cara ampuh yang dapat dilakukan. Dengan mematikan notifikasi, Anda tidak akan terganggu dengan informasi baru yang muncul di media sosial. Dampaknya adalah lebih fokus mengerjakan tugas atau hal lainnya yang sedang dikerjakan.

  • Gunakan secara bijak

Bagaimana media sosial berdampak itu tergantung bagaimana Anda menggunakannya. Mengurangi waktu menggunakan sosial media bukan berarti media sosial termasuk dalam hal yang buruk. Bila Anda menggunakannya secara bijak, ada manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan.

Misalnya, Anda sebenarnya tidak perlu memiliki semua jenis media sosial. Sebab, semakin banyak media sosial yang dimiliki, maka semakin banyak pula waktu yang akan Anda habiskan di dunia maya.


7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
I Ran 4 Experiments to Break My Social Media Addiction. Here’s What Worked.. Harvard Business Review. (Accessed via: https://hbr.org/2018/10/i-ran-4-experiments-to-break-my-social-media-addiction-heres-what-worked)
7 Ways To Stop Your Social Media Addiction. Bustle. (Accessed via: https://www.bustle.com/articles/144893-7-ways-to-stop-your-social-media-addiction)
Unlocking the personality of a social media addict. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321240)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app