ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Begini, Lho, Cara Kerja Salonpas Redakan Nyeri Otot

Dipublish tanggal: Okt 13, 2020 Update terakhir: Okt 14, 2020 Waktu baca: 2 menit
Begini, Lho, Cara Kerja Salonpas Redakan Nyeri Otot

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Salonpas adalah obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri otot dan sendi karena keseleo, radang sendi, hingga otot yang tertarik;
  • Kandungan menthol dan metil salisilat pada Salonpas memberikan sensasi dingin dan hangat pada kulit, sehingga mengalihkan rasa sakit pada otot atau sendi;
  • Salonpas berbentuk koyo, krim, atau semprotan lebih aman digunakan maksimal 3-4 kali sehari;
  • Efek samping Salonpas adalah kulit kemerahan, gatal ringan, iritasi kulit, hingga dermatitis. Konsultasikan ke dokter jika efek samping berlanjut;
  • Jangan menggunakan obat ini sebelum, selama, atau setelah melakukan aktivitas yang meningkatkan suhu kulit seperti mandi air panas, berenang, berjemur, atau olahraga berat;
  • Klik untuk membeli Salonpas atau obat otot, tulang, dan sendi lainnya dari rumah Anda melalui HDMall. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami seputar obat, paket fisioterapi, dan pemeriksaan kesehatan lainnya yang Anda butuhkan.

Bagi Anda yang mengalami nyeri otot, tetapi tak suka pakai balsam, plester koyo bisa jadi pilihan yang aman. Pasalnya, plester koyo tidak menimbulkan bau menyengat seperti saat Anda menggunakan balsam. Salonpas adalah salah satu produk plester koyo yang banyak dipilih masyarakat. Memangnya, seberapa ampuh Salonpas untuk mengatasi nyeri otot? Baca ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Salonpas?

Salonpas adalah obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri otot dan sendi karena keseleo, radang sendi, hingga otot yang tertarik. Meski lebih umum dikenal sebagai koyo, Salonpas juga tersedia dalam bentuk lainnya seperti krim, gel, semprotan (spray), hingga liniment cair.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anti Nyeri via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 39

Bicara soal dosis Salonpas, sebetulnya tidak ada patokan khusus. Dosisnya sendiri akan disesuaikan dengan bentuk dan jenis Salonpas yang digunakan serta seberapa parah keluhan yang Anda rasakan.

Secara umum, Salonpas berbentuk koyo, krim, atau semprotan lebih aman digunakan maksimal 3-4 kali sehari. Ingat, ya, tidak lebih dari itu. Jika Anda menggunakan Salonpas Gel, Salonpas Liniment, Salonpas Cream, oleskan secukupnya pada area tubuh yang mengalami nyeri.

Meskipun ampuh meredakan nyeri secara sementara, perlu diketahui bahwa Salonpas tidak dapat mengatasi penyebab nyeri itu sendiri. Salonpas hanya bekerja untuk mengalihkan rasa sakit pada otot atau sendi, bukan menyembuhkan penyakitnya. Oleh karena itu, Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter, terutama jika nyeri tak kunjung berkurang atau justru memburuk.

Baca juga: Ketika Kaki Keseleo, Bagaimana Penanganan Awal yang Tepat?

Cara kerja Salonpas dalam meredakan nyeri otot

Dilihat dari kandungannya, setiap varian Salonpas terdiri dari 3 bahan utama berupa camphor, menthol, dan methyl salicylate. Jika kulit Anda terasa dingin dan hangat setelah menggunakannya, inilah hasil perpaduan menthol dan metil salisilat.

Saat awal-awal menggunakan Salonpas, kulit Anda akan terasa dingin dan kemudian perlahan-lahan menjadi hangat. Nah, sensasi itulah yang mengalihkan Anda dari rasa nyeri yang dirasakan oleh tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Efek hangat tersebut mampu bertahan sekitar 8 jam. Jika sudah mulai dingin, Anda boleh menggantinya dengan koyo yang baru untuk menciptakan rasa hangatnya kembali. Namun, ya, itu tadi: Batasi penggunaan koyo maksimal 3-4 plester dalam sehari.

Baca juga: 6 Cara Mengobati Nyeri Otot Agar Cepat Sembuh dan Pulih

Adakah efek samping Salonpas?

Salonpas umumnya aman digunakan oleh orang dewasa dan anak usia di atas 12 tahun. Namun, sama seperti obat lainnya, Salonpas juga dapat menimbulkan efek samping pada sebagian orang. Hanya saja, berat atau ringannya efek samping tergantung dari usia, cara menggunakan obat, dan respons tubuh pasien terhadap pengobatan.

Efek samping Salonpas yang dapat terjadi antara lain:

  • Kulit kemerahan;
  • Gatal ringan;
  • Iritasi kulit;
  • Dermatitis.

Hati-hati, suhu panas dapat meningkatkan risiko efek samping tersebut. Maka dari itu, jangan menggunakan obat ini sebelum, selama, atau setelah melakukan aktivitas yang meningkatkan suhu kulit seperti mandi air panas, berenang, berjemur, atau olahraga berat. Tunggu dulu sampai kulit Anda cukup dingin sebelum menggunakan Salonpas.

Penting juga untuk menghindari menggunakan Salonpas pada kulit yang terluka, terbakar matahari, mengalami ruam, atau pada selaput lendir seperti mulut dan hidung. Bila efek samping penggunaan Salonpas tak juga membaik atau bahkan memburuk, segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Apa Perbedaan Nyeri Tulang dan Nyeri Sendi?

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app