Berbohong - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 14, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 919.737 orang

Berbohong adalah suatu kebiasaan yang cukup sering ditemukan pada anak-anak. Kebiasaan berbohong dapat berkembang dari masa kanak-kanak dan bertahan hingga masa remaja. Namun, alasan untuk berbohong dapat berubah seiring bertambahnya usia.

Berbohong adalah salah satu perilaku antisosial paling awal yang dikembangkan anak-anak. Ketika anak Anda berbohong, penting untuk mempertimbangkan usia dan tahap perkembangan anak Anda, jenis kebohongan yang digunakan, dan kemungkinan alasan di balik perilaku tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Berbohong kadang bisa terjadi saat menyontek dan / atau mencuri. Ketika perilaku ini sering terjadi dan terjadi selama periode waktu yang lama, kebiasaan ini mungkin mengindikasikan suatu masalah yang lebih serius.

Jenis-jenis Berbohong

Sampai anak Anda memahami perbedaan antara kebenaran dan khayalan, mungkin mereka berbohong tanpa sengaja. Anak Anda juga harus cukup dewasa sampai pada titik di mana ia memiliki hati nurani untuk bisa memahami bahwa berbohong itu salah.

Para peneliti di University of Arizona mengkategorikan berbohong ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:

  • Kebohongan pro-sosial terjadi ketika seorang anak berbohong untuk melindungi orang lain atau untuk membantu orang lain.
  • Kebohongan peningkatan diri dimaksudkan untuk menghindari konsekuensi seperti rasa malu, ketidaksetujuan, atau teguran.
  • Kebohongan egois digunakan untuk perlindungan diri, seringkali dengan mengorbankan orang lain, dan / atau untuk menyembunyikan kesalahan.
  • Kebohongan antisosial adalah kebohongan dengan tujuan sengaja menyakiti orang lain.

Apa penyebab Berbohong?

Kebiasaan berbohong terjadi karena berbagai alasan ketika anak-anak tumbuh.

Anak-anak di bawah tiga tahun biasanya tidak sengaja berbohong. Mereka tidak selalu tahu bahwa mereka mengatakan ketidakbenaran. Pada usia ini, mereka terlalu muda untuk memiliki kode moral yang dapat diadili oleh kebohongan mereka.

Kebohongan mereka mungkin menguji cara untuk menggunakan bahasa dan berkomunikasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Anak-anak antara usia tiga dan tujuh tahun mungkin tidak dapat membedakan antara kenyataan dan fantasi. Kegiatan sehari-hari mereka sering menekankan teman bermain imajiner. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka tidak jujur, sehingga kebohongan mungkin tidak disengaja.

Pada saat anak berusia tujuh tahun, mereka biasanya memahami definisi berbohong. Mereka dapat diajari bahwa berbohong secara moral adalah salah. Ketika anak-anak kelompok usia diatas 7 tahun berbohong dengan sengaja, mereka mungkin mencoba untuk:

  • menyembunyikan fakta bahwa mereka tidak memenuhi harapan orang tua mereka
  • berpura-pura jika mereka berhasil di sekolah atau kegiatan lain jika mereka merasa orang tua tidak bisa menerima kegagalan mereka
  • menjelaskan mengapa mereka melakukan tindakan tertentu jika mereka tidak dapat memberikan penjelasan sebenarnya mengenai hal tersebut.
  • mendapatkan perhatian.
  • menghindari untuk melakukan sesuatu
  • menolak tanggung jawab atas tindakan mereka
  • melindungi privasi mereka
  • merasa mandiri dari orang tua mereka

Siapa yang Beresiko untuk Berbohong?

Berbohong sesekali dianggap umum jika dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Kebiasaan berbohong lebih sering dilakukan oleh anak laki-laki daripada anak perempuan.

Anak-anak mungkin lebih sering berbohong ketika mereka berada di bawah tekanan yang signifikan untuk memenuhi tujuan yang tidak dapat dicapai.

Jika orangtua cenderung bereaksi berlebihan dan sering marah-marah, maka hal ini dapat mendorong anak untuk berbohong agar terhindar dari konsekuensi tersebut.

Jika anak Anda memiliki Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), anak Anda mungkin tidak dapat sepenuhnya mengendalikan kebiasaan berbohong mereka. Seorang anak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba atau alkohol juga mungkin berbohong untuk menyembunyikan kebiasaan ini.

Apa gejala Berbohong?

Tidak ada tanda-tanda pasti bahwa anak Anda berbohong. Namun, jika anak Anda berbohong, beberapa petunjuk yang mungkin Anda temukan adalah:

  • menceritakan sebuah cerita yang tidak masuk akal
  • ketika menceritakan suatu cerita kembali, cenderung cerita tersebut berubah-berubah
  • tatapan takut atau bersalah saat berbicara
  • terlalu antusias dalam bercerita
  • terlalu datar saat menceritakan sebuah kisah yang emosional

Bagaimana mendiagnosis kebiasaan berbohong ?

Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter anak Anda jika kebiasaan berbohong menjadi bermasalah. Kebiasaan berbohong yang dilakukan secara terus menerus merupakan suatu tanda gangguan perilaku, ketidakmampuan belajar, atau gangguan kepribadian antisosial.

Evaluasi dari dokter spesialis kejiwaan mungkin diperlukan jika:

  • berbohong terjadi dengan frekuensi sedemikian rupa sehingga menimbulkan suatu kebiasaan
  • berbohong digunakan untuk menghadapi situasi sulit setiap hari
  • anak Anda tidak menunjukkan penyesalan setelah berbohong ketika tertangkap
  • berbohong disertai dengan perilaku antisosial lainnya seperti berkelahi, mencuri, menipu, atau kekejaman
  • berbohong disertai dengan gangguan hiperaktif atau masalah tidur
  • anak Anda sering berbohong dan tidak memiliki banyak teman. Jika hal ini terjadi kemungkinan anak Anda merasa rendah harga diri atau depresi
  • berbohong digunakan untuk menutupi perilaku berbahaya seperti penyalahgunaan zat

Bagaimana mengobati kebiasaan berbohong?

Perawatan rumah

Jika Anda menyadari bahwa anak Anda berbohong, penting untuk segera memberitahu dia bahwa Anda tahu bahwa mereka sedang berbohong. Ketika Anda mendiskusikan suatu hal dengan anak Anda, penting untuk menekankan:

  • perbedaan antara fantasi dan kenyataan
  • fakta bahwa berbohong itu salah
  • Ada cara lain untuk membela diri selain berbohong
  • pentingnya kejujuran
  • harapan Anda bahwa Anda akan diberi tahu yang sebenarnya

Kebohongan yang berlebihan mungkin memerlukan perawatan dari seorang konselor, psikolog, atau psikiater yang dapat membantu anak Anda mengidentifikasi penyebab yang mendasari saat berbohong dan berupaya mengakhiri perilaku tersebut.

Apa yang terjadi jika membiarkan kebiasaan Berbohong pada anak?

Kebohongan yang dilakukan sesekali biasanya tidak akan menimbulkan masalah jangka panjang. Semua anak pasti pernah berbohong pada suatu waktu. Dalam kebanyakan kasus, dengan mengajarkan dan mencontohkan perilaku jujur dapat membantu anak Anda untuk bertindak jujur.

Ketika berbohong sudah menjadi kebiasaan, disertai dengan perilaku antisosial lainnya, atau digunakan untuk menyembunyikan kegiatan yang berbahaya, diperlukan intervensi dari profesional.

Kebohongan yang sudah menjadi kebiasaan mungkin merupakan tanda bahwa anak Anda tidak dapat membedakan antara benar dan salah. Hal ini juga bisa menjadi indikasi timbulnya masalah yang dapat mempengaruhi anak di dalam keluarga maupun di masyarakat.

Mencegah Berbohong

Anda dapat mencegah kebiasaan berbohong dengan beberapa cara, seperti:

  • Mengajari kejujuran sejak dini.
  • Memberikan keteladanan tentang perilaku jujur di rumah Anda.
  • Membangun kondisi di rumah di mana mudah bagi anak-anak untuk mengatakan kebenaran.
  • Menghindari tindakan tidak jujur, seperti berbohong tentang usia Anda, yang dapat membingungkan anak Anda tentang pentingnya mengatakan hal yang sebenarnya.
  • Jangan membohongi anak-anak agar mereka mau bekerja sama.
  • Pujilah anak-anak Anda ketika Anda melihat mereka jujur, terutama jika berbohong bisa lebih mudah dilakukan.
  • Jangan membebani anak-anak Anda dengan terlalu banyak aturan atau harapan. Mereka kemungkinan akan gagal dan berencana untuk berbohong untuk menghindari hukuman.
  • Hindari memberikan hukuman yang berlebihan, karena takut akan hukuman bisa menjadi penyebab berbohong.
  • Berikan privasi yang sesuai untuk remaja sehingga mereka tidak akan berbohong untuk melindungi privasi mereka.

Referensi

Cherry, K. Verywell Mind. (2019). How to Recognize the Signs that Someone Is Lying.

Gonser, S. Parents. Age-by-Age Guide to Lying.

Hartwell-Walker, M. Psych Central (2016). When a Child Lies.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit