Bahaya Pornografi Bagi Anak, Ancam Rusak Psikologisnya

Dipublish tanggal: Jun 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Pornografi Bagi Anak, Ancam  Rusak Psikologisnya

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa Indonesia darurat pornografi pada anak SD. Berdasarkan hasil screening anak sekolah dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada akhir 2017, ternyata 91,58% anak telah terpapar pornografi. Bahkan, sebanyak 6,3% anak sudah mengalami adiksi pornografi ringan dan 0,07% mengalami adiksi berat.

Hal ini tentu perlu diwaspadai oleh orangtua supaya lebih mengawasi perilaku anak-anaknya. Tak hanya orangtua saja, semua pihak juga perlu melindungi anak dari bahaya pornografi. 

Iklan dari HonestDocs
Derma Filler Wajah Di Genese Clinic

Perawatan ini berfungsi untuk meninggikan hidung, membentuk dagu supaya lebih Vshape, membentuk bibir supaya lebih menawan, dan menghilangkan kantung mata. Perawatan ini di lakukan oleh dokter.

Berbagai bahaya pornografi bagi anak

Kecanduan seks dan pornografi tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. Mirisnya, anak-anak sudah banyak yang mulai terpapar konten pornografi dari internet.

Kecanduan seks dan pornografi merupakan salah satu gangguan perilaku yang dapat mengarah pada perbuatan-perbuatan negatif. Sejumlah bahaya pornografi bagi anak adalah sebagai berikut:

1. Kondisi emosi tidak stabil

Anak yang mulai terpapar pornografi umumya cenderung lebih suka menyendiri. Pikirannya mulai dipenuhi oleh hal-hal berbau seks, sehingga pada akhirnya mereka sering mencari tempat sepi untuk melampiskan hasrat seksualnya. Bisa dengan menonton film porno atau masturbasi.

Baca Selengkapnya: 6 Tips untuk Mengurangi Kecanduan Masturbasi

Lama-kelamaan, bahaya pornografi dapat membuat kondisi emosional anak tidak stabil. Anak bisa berubah menjadi sosok yang mudah marah, malu, cemas, hingga merasa bersalah. Akibatnya, anak jadi susah fokus dan tidak mau bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.

2. Berperilaku seksual yang tidak aman di masa mendatang

Paparan pornografi pada anak dikaitkan dengan perilaku seksual permisif yang lebih kuat, misalnya seks pranikah alias seks bebas. Hal ini karena semakin anak-anak kecanduan seks, mereka akan semakin tertantang untuk melakukan hal-hal di luar batas demi memuaskan hasrat seksnya.

Iklan dari HonestDocs
Dermal Fillers Treatment di Reface Clinic

Dermal Filler merupakan perawatan wajah yang berfungsi untuk memperbaiki area tertentu yang memang diperlukan. Misalnya, untuk membantu mengatasi kerutan, garis halus atau cekungan yang disebabkan penuaan, meratakan tekstur dan menghaluskan kulit, hingga menghilangkan bekas luka. Perawatan wajah ini dilakukan dengan menyuntikan cairan seperti asam hialuronat atau kolagen, maupun zat sintesis kebagian wajah yang bermasalah, Contohnya pipi,hidung,bibir,rahang,dagu,area sekitar muka, dan lainnya. Perawatan dermal filler akan menjadikan wajah menjadi lebih berisi sehingga keriput atau garis-garis halus jadi tersamarkan.

Bahaya pornografi bagi anak juga dapat mengarahkan mereka kepada perilaku seks tidak aman. Mulai dari seks tanpa pengaman alias tanpa kondom hingga seks anal dan vagina yang tidak aman.

3. Meningkatkan risiko jadi pelaku kekerasan seksual

Bahaya pornografi tidak hanya bisa dirasakan oleh pelakunya, tapi juga pada orang lain. Para ahli mengungkapkan bahwa paparan pornografi pada anak dapat memperkuat sikap agresif yang mengarah pada kekerasan seksual, terutama pada perempuan.

Ingat, anak merupakan peniru ulung sehingga dia bisa mengikuti apa pun yang ia lihat. Sebuah survei yang dilakukan terhadap remaja usia 10-15 tahun menemukan bahwa remaja yang sering melihat konten pornografi cenderung 6 kali lebih agresif melakukan kekerasan seksual terhadap wanita. Bahkan, hal ini bisa diperparah jika mereka melihat situs pornografi yang berbau kekerasan seksual pula.

Baca Juga: Mengetahui Perilaku Seksual Masyarakat Indonesia

Cara mencegah bahaya pornografi bagi anak

Langkah pertama yang paling ampuh mencegah bahaya pornografi adalah pengawasan ketat dari orangtua. Ya, orangtua wajib melindungi anak-anaknya dari paparan pornografi, khususnya dari internet.

Berikut cara mencegah bahaya pornografi bagi anak, di antaranya:

Iklan dari HonestDocs
Dermal Fillers Treatment di Reface Clinic

Dermal Filler merupakan perawatan wajah yang berfungsi untuk memperbaiki area tertentu yang memang diperlukan. Misalnya, untuk membantu mengatasi kerutan, garis halus atau cekungan yang disebabkan penuaan, meratakan tekstur dan menghaluskan kulit, hingga menghilangkan bekas luka. Perawatan wajah ini dilakukan dengan menyuntikan cairan seperti asam hialuronat atau kolagen, maupun zat sintesis kebagian wajah yang bermasalah, Contohnya pipi,hidung,bibir,rahang,dagu,area sekitar muka, dan lainnya. Perawatan dermal filler akan menjadikan wajah menjadi lebih berisi sehingga keriput atau garis-garis halus jadi tersamarkan.

1. Awasi anak saat menggunakan internet

Anak bisa terpapar konten pornografi akibat penggunaan internet tanpa kontrol orangtua. Akibatnya, anak bisa bebas mengakses situs apa pun tanpa batas dan rentan terpapar konten-konten yang bukan ditujukan untuk usianya.

Membatasi penggunaan internet untuk anak memang bisa menjadi cara terbaik. Namun lebih tepatnya lagi, orangtua perlu mengawasi anak-anaknya saat bermain HP dan mengakses internet.

2. Jaga komunikasi dengan anak

Tumbuhkan kepercayaan anak terhadap Anda dengan bersikap saling terbuka. Hal ini akan membuat anak juga bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan kepada orangtuanya.

Jika anak mengalami masalah tertentu, misalnya merasa bahwa mereka mulai terpapar konten pornografi, mereka tidak akan segan membicarakannya pada Anda. Setelah itu, ajak anak untuk mencari solusi bersama-sama supaya terhindar dari kecanduan pornografi.

3. Alihkan perhatian anak

Anda bisa mengalihkan perhatian anak dengan hal-hal yang lebih bermanfaat lainnya. Misalnya berolahraga, main game, atau pergi jalan-jalan.

Seorang anak bisa terangsang untuk menonton film porno ketika sedang sendirian atau tidak ada aktivitas yang menyibukkan dirinya. Semakin anak sibuk, maka tentu mereka tidak memiliki waktu untuk mengakses konten porno di internet.

4. Beri pendidikan seksual

Pendidikan seksual kadang masih dianggap tabu di masyarakat. Padahal, pendidikan seksual itu penting untuk melindungi anak dari perilaku penyimpangan seksual sejak dini.

Pendidikan seksual tidak hanya soal hal-hal berbau seks saja, tapi juga bisa seputar masa puber, tips menjalin hubungan dengan lawan jenis, cara melindungi diri dari pelecehan seksual, dan sebagainya.

Beri tahukan juga mengenai bahaya-bahaya pornografi bagi kesehatan anak. Ingat, sampaikan secara hati-hati supaya anak dapat menyerap informasinya dengan baik, benar, dan tidak salah paham.

Baca Selengkapnya: Pengetahuan Seks Sejak Dini

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Flood, Michael. (2009). The Harms of Pornography Exposure Among Children and Young People. Child Abuse Review. 18. 384 - 400. 10.1002/car.1092. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/227714286_The_Harms_of_Pornography_Exposure_Among_Children_and_Young_People)
Is pornography use a risk for adolescent well-being? An examinationof temporal relationships in two independent panel samples. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6088458/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app