Bahaya Mengoleskan Odol pada Luka Bakar Knalpot dan Setrika

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 23, 2019 Waktu baca: 2 menit
Bahaya Mengoleskan Odol pada Luka Bakar Knalpot dan Setrika

Sebagai manusia, sangat wajar jika Anda melakukan sebuah kecerobohan. Misalnya saja saat menyetrika, ada saja hal yang menyebabkan tangan Anda tak sengaja terkena setrika. 

Jika kondisinya tidak terlalu panas, maka luka yang dihasilkan bisa segera reda. Namun jika keadaan setrika sangat panas, bisa mengakibatkan kulit melepuh.

Luka bakar juga bisa disebabkan oleh kontak langsung dengan knalpot kendaraan. Tingkat keparahan yang dihasilkan sangat bervariasi, ada yang ringan dengan kondisi kulit memerah hingga tingkat yang paling parah yang ditandai dengan kulit gosong.

Kebiasaan yang kerap dilakukan oleh siapapun ketika  mengalami luka bakar adalah mengaplikasikan odol pada luka. Alih-alih menyembuhkan, dampak buruklah yang akan Anda dapatkan. 

Untuk mengetahui bagaimana penanganan yang benar terhadap luka bakar, ada baiknya Anda mengetahui jenis tingkatan keparahannya yang akan diulas dibawah ini.

3 Tingkatan Luka Bakar Karena Knalpot dan Setrika

Tingkat keparahan luka bakar dibedakan menjadi 3 jenis. Masing-masing harus ditangani dengan cara yang berbeda agar lekas pulih.

Luka Bakar Derajat 3

Ini merupakan tingkatan terparah pada luka bakar dimana rasa panas tidak hanya dirasakan pada bagian permukaan saja tetapi hingga masuk ke jaringan terdalam. 

Tanda dari luka bakar derajat 3 ini adalah kondisi kulit yang menghitam karena gosong. Dan yang paling parah kondisi kulit menjadi kering karena hangus.

Luka Bakar Derajat 2

Luka yang satu ini masuk dalam golongan dengan tingkat keparahan sedang. Rasa panas yang dirasakan sudah menembus pada lapisan kulit dibawah epidermis. 

Gejalanya timbul rasa sakit, panas, kulit melepuh, dan kadang disertai dengan pembengkakan. Pada bagian kulit yang melepuh, akan muncul gelembung-gelembung kecil berisi cairan. Infeksi bisa terjadi jika Anda memecah cairan tersebut, jadi sebaiknya jangan menyentuh atau malah memencetnya.

Luka Bakar Derajat 1

Jika kondisi knalpot dan setrika tidak terlalu panas, luka bakar yang dihasilkan berada pada derajat satu. Rasa panas hanya mengenai bagian kulit terluar atau epidermis. Gejala yang ditimbulkan cukup ringan yaitu kondisi kulit memerah dan kadang membengkak.

Jangan mengoleskan Odol pada Luka Bakar knalpot dan setrika

Mengaplikasikan odol atau pasta gigi pada luka bakar sebaiknya jangan Anda lakukan. Odol mengandung mint dan kalsium yang dapat memperluas area infeksi. 

Selain itu kandungan bahan kimia  yang terdapat pada pasta gigi jenis apapun cukup membahayakan jaringan kulit. Luka bakar tidak semakin sembuh malah bertambah parah. 

Mengompres luka bakar dengan es batu pun sebaiknya jangan dilakukan karena memicu peradangan. Begitu pula dengan mentega, jangan dioleskan pada luka bakar karena akan membuat lapisan kulit semakin terbakar.

Penanganan pertama yang harus Anda lakukan saat terkena luka bakar adalah dengan mengalirkan air dingin selama kurang lebih 20 menit. Cara ini bisa mencegah kulit melepuh dan masuknya panas ke lapisan kulit yang lebih dalam lagi.

Bahan Alami yang membantu menghilangkan Bekas Luka Bakar

Untuk mempercepat perbaikan sel kulit baru dan menyamarkan bekas luka bakar, Anda bisa menggunakan bahan alami seperti madu. Oleskan saja madu pada bagian tubuh yang mengalami luka bakar. 

Khasiatnya tidak hanya menyembuhkan luka, tetapi juga mengurangi rasa sakit serta menghilangkan bekas luka. Bahan alami lainnya yang juga dapat Anda manfaatkan diantaranya seperti rimpang coptidis, minyak wijen, lidah buaya, dan minyak lavender.

Jadi jika Anda mengalami luka bakar baik yang disebabkan oleh setrika maupun knalpot, sebaiknya jangan diobati dengan mengoleskan odol sebab dapat memicu infeksi. Gunakan saja bahan alami supaya luka cepat sembuh dan bekasnya dapat memudar sesegera mungkin.


50 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Classification and Treatment of Burns. Stanford Children's Health - Lucile Packard Children's Hospital Stanford. (https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=classification-and-treatment-of-burns-90-P01738)
Treatment of minor thermal burns. UpToDate. (https://www.uptodate.com/contents/treatment-of-minor-thermal-burns)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app