Tak Hanya Bikin Gatal, Ini 5 Bahaya Kutu Rambut Bila Dibiarkan

Dipublish tanggal: Nov 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Tak Hanya Bikin Gatal, Ini 5 Bahaya Kutu Rambut Bila Dibiarkan

Gatal pada rambut bukan hanya bisa jadi pertanda ketombean, tapi bisa juga karena adanya kutu rambut yang bersarang di kepala. Kondisi ini tentu harus segera diobati agar tidak menyebar pada orang-orang di sekitar. Meskipun ukurannya kecil, hati-hati karena kutu rambut diam-diam juga bisa menimbulkan masalah besar pada kesehatan. Apa saja bahaya kutu rambut yang perlu diwaspadai? Beriku ulasan lengkapnya.

Bahaya kutu rambut yang perlu diperhatikan

Kutu rambut yang berukuran sebesar biji wijen ini merupakan sebuah parasit yang menghisap darah di kulit kepala. Satu betina kutu rambut saja bisa menghasilkan 100 telur kutu rambut dan dapat bertahan hidup hingga beberapa minggu di kulit kepala. 

Iklan dari HonestDocs
Beli NIZORAL SS 1% SHAMPO 80ML via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Nizoral ss 1 shampo 80ml 1

Beredar anggapan di masyarakat bahwa orang yang memiliki kutu rambut berarti ia tidak menjaga kebersihan tubuhnya, Padahal, siapa saja bisa terkena kutu rambut, meskipun Anda sudah menjaga kebersihan rambut tubuhnya dengan baik. 

Gejala kutu rambut memang paling umum menimbulkan rasa gatal di kepala. Tak hanya itu, ada beberapa bahaya kutu rambut lainnya yang juga perlu Anda waspadai, antara lain:

1. Infeksi kulit kepala

Sensasi gatal di kulit kepala akibat kutu rambut disebabkan oleh reaksi antara air liur kutu saat mengisap kulit kepala dengan kekebalan tubuh. Kontak antara air liur dan kekebalan tubuh akan bereaksi dengan menimbulkan rasa gatal di kepala.

Bila dibiarkan, kondisi ini akan menimbulkan iritasi dan bisa diperparah jika Anda terus-terusan menggaruk kulit kepala. Jika berlangsung terus-menerus, dikhawatirkan akan menimbulkan luka dan infeksi di kulit kepala.

Baca Selengkapnya: 7 Penyebab Kulit Kepala Gatal Ini Tak Boleh Dianggap Sepele

2. Cepat menular pada orang lain

Kutu rambut akan mudah menyebar dari satu kepala ke kepala lainnya yang berdekatan, misalnya saat tidur satu ranjang yang sama dengan seseorang yang memiliki kutu rambut. Selain itu, kutu rambut ini pun bisa menyebar karena menggunakan alat yang sama seperti sisir, jepit rambut, handuk, ataupun bantal. 

Iklan dari HonestDocs
Beli NIZORAL SS 1% SHAMPO 80ML via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Nizoral ss 1 shampo 80ml 1

Oleh karena itu, usahakan untuk tidak saling menggunakan peralatan pribadi untuk menghindari ketularan kutu rambut.

3. Menurunkan kualitas tidur

Kutu rambut akan menimbulkan rasa gatal yang ekstrem pada saat malam hari atau dalam suasana gelap. Hal inilah yang membuat Anda tidak nyenyak tidur karena reflek terus menggaruk rambut demi menghilangkan rasa gatal akibat kutu rambut ini.

4. Kutu rambut yang bisa bertambah banyak

Karena kutu rambut ini mudah menyebar, maka setiap orang pun memiliki kemungkinan untuk tertular kutu rambut ini. Selain akan menambah rasa gatal, kutu rambut juga dapat berkembang biak hingga bertambah banyak.

5. Mengurangi kepercayaan diri

Sama seperti ketombe, keberadaan kutu rambut tentu saja akan menurunkan kepercayaan diri. Selain tidak nyaman dan terus menggaruk rambut, hal ini juga kerap menjadi ejekan orang lain karena dianggap kurang menjaga kebersihan rambutnya.

Cara ampuh menghilangkan kutu rambut

Jika Anda ingin rambut Anda terbebas dari kutu rambut yang sangat mengganggu,  ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kutu rambut ini, antara lain:

1. Menyisir dan merawat rambut

Untuk menghilangkan kutu rambut, Anda dapat menggunakan sisir khusus kutu yang bergigi rapat dan halus. Sisir rambut Anda dalam keadaan basah setelah keramas dengan menggunakan sampo dan kondisioner agar kutu lebih mudah rontok.

Iklan dari HonestDocs
Beli NIZORAL SS 1% SHAMPO 80ML via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Nizoral ss 1 shampo 80ml 1

Mulailah menyisir dari akar rambut hingga ke ujung rambut dengan satu gerakan tanpa henti, kemudian bersihkan sisir tersebut dengan tisu. Tetaplah melakukan gerakan tersebut hingga tidak ada lagi kutu yang tersisia.

Anda dapat menyisir rambut setiap hari atau 3 hari sekali dalam 2 minggu ke depan. Setelah menggunakan sisir tersebut, segera rendam sisir dalam cairan desinfektan selama 20 menit ataupun dapat merebusnya di air hangat selama beberapa menit. Hal ini bertujuan untuk mematikan sisa-sisa kutu yang terperangkap di permukaan sisir.

2. Pakai minyak esensial

Penggunaan minyak esensial dipercaya dapat menghilangkan dan membunuh kutu rambut. Beberapa minyak esential yang sering digunakan antara lain minyak lavender, minyak cengkeh, minyak kayu putih (eucalyptus), minyak kenanga, minyak adas manis (anise oil), hingga minyak pohon teh (tea tree oil).

Oleskan minyak setelah keramas, lalu sisir dari arah pangkal rambut ke ujung rambut. Lakukan secara rutin sampai kutu rambut hilang dari kepala Anda.

3. Gunakan obat pembasmi kutu

Beberapa obat pembasmi kutu telah tersedia di pasaran seperti obat golongan permethrin, pyrethin, atau ivermectin yang biasanya berbentuk sampo atau krim. Anda bisa langsung menggunakan obat ini untuk menghilangkan kutu rambut Anda. 

Bacalah petunjuk penggunaan sebelum menggunakan obat tersebut. Ada baiknya, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan obat pembasmi kutu untuk menghindari terjadinya alergi

Pengobatan kutu rambut ini tidak hanya diberikan pada seseorang yang memiliki kutu rambut saja, tetapi orang yang tinggal serumah dan yang menggunakan alat pribadi bersama-sama juga disarankan. Dengan demikian, hal ini dapat membantu menghilangkan kutu rambut sekaligus mencegah penularannya. 

Baca Selengkapnya: Cara Ampuh Menghilangkan Kutu Rambut Secara Alami

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pontius, D., Teskey, C. (January, 2011). Pediculosis Management in the School Setting. National Association of Nurses. Retrieved May 12, 2014 from (http://www.nasn.org/PolicyAdvocacy/PositionPapersandReports/NASNPositionStatementsFullView/tabid/462/ArticleId/40/Pediculosis-Management-in-the-School-Setting-Revised-2011)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app