8 Penyebab Telat Haid Berbulan-Bulan

Dipublish tanggal: Jun 28, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Sep 23, 2019 Waktu baca: 2 menit
8 Penyebab Telat Haid Berbulan-Bulan

Secara umum, wanita akan mengalami fase menstruasi setiap bulannya, terkecuali bagi wanita yang hamil. Akan tetapi hormon tubuh setiap wanita tentunya berbeda antara wanita yang satu dengan yang lainnya. 

Ada beberapa wanita yang bisa mengalami menstruasi secara rutin, namun ada pula wanita yang tidak bisa mengalami menstruasi secara rutin bahkan tidak bisa haid sama sekali.

Haid yang berhenti disebabkan karena beberapa faktor, dan faktor tersebut tidak hanya bersumber karena Anda sudah menduduki masa menopause, karena Anda pun juga bisa mendapatkan penyebab lain yang menjadikan Anda mengalami kesulitan untuk bisa menstruasi.

Anda dapat mengetahui 8 penyebab yang menjadikan Anda tidak bisa haid meskipun sedang tidak hamil, yaitu sebagai berikut:

Berat badan yang mengalami penurunan secara tiba-tiba

Penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba menjadi penyebab Anda tidak bisa haid. Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan produksi hormon untuk melakukan ovulasi. Jika hormon Anda rendah, maka ovulasi juga akan menjadi terhambat.

Anda memiliki obesitas atau kelebihan berat badan

Faktor obesitas menjadi faktor yang akan mempengaruhi pada siklus menstruasi Anda. Hal ini dikarenakan tubuh obesitas akan menghasilkan estrogen secara berlebihan, padahal tubuh membutuhkan hormon sebagai pengatur sistem reproduksi wanita.

Pikiran yang sedang stres

Apabila Anda tidak bisa haid meskipun tidak sedang haid, cobalah berfikir apakah Anda sedang stres? Karena pikiran yang stress dapat menimbulkan masa haid Anda terganggu dan menimbulkan efek Anda tidak bisa mengalami haid sama sekali.

Melakukan olahraga secara berlebihan

Meskipun melakukan olahraga sangat baik untuk tubuh Anda namun selalu dianjurkan untuk melakukan olahraga. Namun ternyata hal ini tidak selamanya olahraga memberikan dampak yang baik saja. 

Karena melakukan olahraga yang berlebihan juga bisa mempengaruhi pada hormon tubuh Anda, termasuk menghentikan fase ovulasi karena Anda terlalu banyak kehilangan lemak tubuh.

Penggunaan pil kontrasepsi

Menggunakan alat kontrasepsi dapat mengganggu siklus haid Anda, termasuk menghentikan menstruasi Anda. Sehingga menstruasi Anda dapat berhenti total. Kontrasepsi yang menyebabkan Anda tidak bisa menstruasi yaitu kb spiral dan kb suntik.

Memasuki masa menopause

Saat Anda sudah memasuki masa menopause, Anda tidak akan mengalami menstruasi lagi. Hal ini disebabkan kadar estrogen dalam tubuh sudah berkurang sehingga menyebabkan ovulasi menjadi kurang teratur. Ketika Anda benar-benar sudah menopause, maka haid akan berhenti total.

Anda mengalami PCOS atau Sindrom ovarium polikistik

PCOS merupakan masalah pada keseimbangan hormon wanita, proses ovulasi tubuh akan terganggu apabila tubuh mengalami kelebihan hormon androgen. Wanita yang memiliki PCOS akan mempunyai kista kecil berupa kantong yang berisi cairan. 

Hal inilah yang menjadikan ovarium menjadi membesar. Kista memang tidak menimbulkan bahaya, namun akan menghambat ovulasi Anda.

Anda sedang mengalami keguguran

Apabila Anda mengalami keguguran dan tidak menjalani kuretase, maka hal ini akan memberikan dampak berupa pendarahan, menembus dinding rahim dan menimbulkan perekatan pada dinding rahim. 

Wanita yang mengalami keguguran harus mencermati siklus menstruasi. Karena keguguran bisa menjadi penyebab bahwa Anda tidak bisa menstruasi.

Melalui proses menstruasi inilah yang akan membantu wanita untuk mengurangi kotoran dalam tubuh melalui darah yang dikeluarkan setiap bulannya. 

Apabila wanita tidak bisa menstruasi, maka hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan saja, akan tetapi hal ini juga bisa mengganggu kenyamanan Anda karena tubuh Anda merasa lebih berat dan berbeda dengan wanita yang memiliki siklus menstruasi rutin setiap bulannya.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app