GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

8 Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Agu 6, 2021 Tinjau pada Feb 28, 2020 Waktu baca: 3 menit
8 Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Efek kurang tidur tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi kondisi mental dan emosi yang tidak stabil;
  • Umumnya, setiap orang disarankan memiliki waktu tidur sebanyak 7-8 jam setiap hari agar fungsi organ tubuh dapat bekerja dengan baik;
  • Ada sejumlah masalah yang mungkin terjadi jika mengalami kurang tidur, seperti masalah kulit, risiko obesitas, hingga nyeri tulang dan sendi;
  • Bahkan bahaya kurang tidur juga diperkirakan dapat mempengaruhi gairah seksual hingga 10-15% akibat penurunan hormon testosteron;
  • Klik untuk membeli suplemen vitamin atau obat saraf dan otak lainnya melalui HDMall. Gratis ongkir ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Temukan dan booking paket pemeriksaan kesehatan dengan harga bersahabat dan dokter berpengalaman melalui HDmall.

Tidur yang cukup sangat diperlukan agar kesehatan tubuh tetap terjaga, namun banyak orang yang mengabaikan pentingnya kebutuhan tidur yang cukup. Padahal kurang tidur dapat menyebabkan beberapa kinerja tubuh, seperti sulit mengatur emosi, kinerja yang buruk, serta risiko mengalami obesitas. Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Tidur sendiri memiliki fungsi dalam membantu proses pertumbuhan dan perkembangan terutama pada anak dan bayi. Sementara itu, pada orang dewasa, tubuh juga dapat membantu memulihkan kondisi tubuh pada saat tidur. Oleh karena itu, setiap orang disarankan untuk tidur selama 7-8 jam setiap hari agar fungsi organ tubuh dapat bekerja optimal. Sementara bagi anak-anak dan remaja, kebutuhan tidur sebaiknya berkisar antara 8-10 jam.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

8 Bahaya Kurang Tidur Bagi Kesehatan

Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi dengan baik dapat menyebabkan perasaan lelah meski baru bangun tidur serta kebiasaan menguap sepanjang hari. Beberapa kondisi kesehatan lain juga mungkin dapat terjadi jika Anda kurang tidur, di antaranya:

1. Kulit bermasalah

Kulit biasanya akan memberikan respon secara langsung dan cepat saat Anda mengalami kurang tidur. Masalah kulit yang biasanya muncul saat mengalami kurang tidur adalah timbulnya jerawat hingga garis halus atau keriput pada wajah. 

Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan berbagai gangguan kesehatan termasuk masalah kulit kering dan kurangnya kelembaban kulit. Kurang tidur juga menyebabkan gangguan produksi protein cytokinensis yang berfungsi untuk melawan infeksi dan peradangan pada tubuh.

Baca juga: 5 Efek Bahaya Kurang Tidur bagi Kulit Wajah

2. Fokus dan daya ingat berkurang

Kurang tidur hanya dalam satu malam diklaim dapat mengganggu kemampuan berpikir dan berkonsentrasi pada otak. Selain itu, kurang tidur dapat menurunkan daya ingat, kemampuan membuat keputusan, kemampuan membuat argumen, serta kemampuan menyelesaikan masalah. Hal ini tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Padahal tidur yang cukup akan membantu otak dalam mengolah, memproses, dan menyimpan informasi sehingga tidak mudah lupa atau pikun.

3. Risiko penyakit jantung dan kanker

Tidak teraturnya jam tidur serta jumlah waktu tidur yang terlalu singkat (kurang dari 5 jam) atau tidur terlalu lama (lebih dari 9 jam) juga tidak baik untuk kesehatan, terutama kesehatan jantung. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Berdasarkan penelitian, orang yang kurang tidur bahkan berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke. Selain menyebabkan risiko terkena serangan jantung, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko kanker termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

4. Emosi tidak stabil

Masalah yang sering muncul saat kurang tidur adalah gangguan emosi. Hal ini disebabkan karena kondisi tubuh yang terasa masih lelah dan mengantuk sehingga orang yang kurang tidur biasanya akan lebih cepat marah dan tersinggung. Jika hal ini dibiarkan dapat menyebabkan depresi dan gangguan mental yang tentunya mengganggu kehidupan harian.

Baca juga: Didiagnosis Depresi? Vitamin dan Mineral Ini Bisa Menunjang Pengobatanmu!

5. Berat badan meningkat

Kurang tidur menyebabkan tubuh mudah lapar sehingga muncul keinginan untuk makan terlalu banyak. Jika tidak segera ditangani dapat meningkatkan risiko obesitas. Pada saat kurang tidur, kinerja hormon ghrelin dan leptin untuk mengendalikan rasa lapar mengalami gangguan. Hal inilah yang menyebabkan tubuh merasa mudah lapar dan keinginan untuk makan meningkat saat kurang tidur. 

Kurang tidur juga menyebabkan lingkar perut menjadi melebar sehingga risiko terkena diabetes juga akan meningkat. Berdasarkan hasil penelitian, tidur selama 7-8 jam dapat menghindari masalah insulin dan mengurangi risiko terkena diabetes.

6. Libido menurun

Orang yang kurang tidur akan mengalami penurunan gairah seksual karena efek kurang tidur dapat menurunkan level testosteron. Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan penurunan hormon seksual hingga 10-15%. Hal ini menyebabkan stamina dan mood saat berhubungan seksual akan ikut menurun dan menurunkan hasrat serta performa seksual.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

7. Muncul kantung mata

Gejala yang palibg sering terjadi saat mengalami kurang tidur adalah munculnya kantung mata di mana saat mengalami kurang tidur, mata akan membengkak dan muncul lingkaran hitam. 

Tak hanya itu, kurang tidur juga akan mempercepat munculnya kerutan dan garis halus di bagian mata sebagai tanda penuaan. Hal tersebut disebabkan akibat meningkatnya produksi hormon kortisol pada orang yang mengalami kurang tidur dan menyebabkan hancurnya kolagen yang berfungsi menghaluskan dan menjaga kelembapan kulit.

Baca juga: Langkah Tepat Memilih Krim Mata

8. Nyeri otot dan sendi

Nyeri otot dan sendi biasanya dialami oleh orang lanjut usia. Selain itu, orang yang terbiasa kurang tidur juga berisiko terkena nyeri otot dan sendi. Bukan cuma masalah sendi dan otot, tetapi kemampuan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi juga akan berkurang sehingga berdampak pada ketahanan tubuh saat sakit. Hal ini dapat terjadi karena sistem imun tubuh tidak dapat memproduksi protein sitokin yang cukup ketika kurang tidur.

Maka dari itu, memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas selama 7-8 jam sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Karena kurang tidur dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti penurunan sistem kekebalan tubuh, kenaikan berat badan, serta berisiko terkena penyakit jantung dan kanker. Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menyebabkan gangguan fokus dan daya ingat.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sleep duration predicts cardiovascular outcomes: a systematic review and meta-analysis of prospective studies - European Heart Journal - Oxford Academic (https://doi.org/10.1093/eurheartj/ehr007)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app