Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA
Kesehatan Fisik

5 Penyebab Anoreksia yang Paling Sering Ditemui

Update terakhir: Jul 15, 2019 Tinjau pada Agu 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 904.370 orang

Anoreksia adalah suatu gejala dimana seseorang mengalami penurunan nafsu makan yang berlebihan. Ketika seseorang mendengar kata-kata anoreksia, mereka berpikir pada gangguan makan yang biasanya disebut anoreksia nervosa.

Anoreksia nervosa tidak menyebabkan kehilangan nafsu makan. Seseorang dengan anoreksia nervosa memiliki obsesi terhadap berat badan dan apa yang dimakannya. Penderita anorexia nervosa ketakutan terhadap peningkatan berat badan.

Seseorang yang menderita anoreksia kehilangan nafsu makan tanpa sebab tertentu. Kehilangan nafsu makan seringnya disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

5 Penyebab Anoreksia yang Paling Sering Ditemui

Karena anoreksia sering menjadi gejala masalah kesehatan, bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami pengurangan nafsu makan secara signifikasn. Secara teknis, masalah kesehatan apapun menyebabkan kehilangan nafsu makan. Beberapa penyebab umum kehilangan nafsu makan yaitu:

1. Depresi

Selama masa depresi, seseorang mungkin kehilangan nafsu makan atau lupa makan. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan berat badan dan kurang nutrisi. Penyebab sebenarnya dari kehilangan nafsu makan belum diketahui pasti. Terkadang, seseorang yang sedang depresi dapat makan terlalu banyak.

2. Kanker

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Domperidone if 10mg tab 1

Kanker stadium lanjut dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan jadi bukanlah hal yang aneh jika seseorang dengan kanker stadium akhir menolak makanan. Ketika penyakit memburuk, tubuh seseorang dengan kanker stadium akhir mulai untuk menghemat energy.

Karena tubuh mereka tidak mampu menggunakan makanan dan cairan dengan baik, kehilangan nafsu makan biasanya terjadi ketika mendekati akhir hidup. Jika Anda adalah perawat, jangan terlalu khawatir jika penderita menolak untuk makan atau hanya minum eskrim atau milkshake.

Efek samping disebabkan oleh pengobatan kanker seperti terapi radiasi atau kemo. Seseorang yang menjalani terapi ini biasanya kehilangan nafsu makan karena mengalami mual, susah menelan, susah mengunyah dan sakit pada mulut.

3. Hepatitis

Hepatitis adalah infeksi pada liver yang menyebar dari satu orang ke orang lain. Hepatitis ada jenis A, B, dan C tergantung dari virus penyebab. jika dibiarkan tanpa diobati, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan hati yang permanen.

Kerusakan liver lanjutan menyebabkan mual dan muntah yang mempengaruhi nafsu makan.

4. Gagal Ginjal

Seseorang dengan gagal ginjal sering mengalami uremia, kelebihan protein yang terdapat pada darah. Proten ini normalnya akan keluar melalui urin, bagaimanapun, ginjal yang rusak tidak dapat menyaring dengan baik.

Uremia menyebabkan seseorang dengan gagal ginjal merasa mual dan tidak ingin makan. Terkadang makanan terasa berbeda. Beberapa penderita merasa makanan yang mereka sukai tidak lagi menarik bagi mereka.

5. Gagal  Jantung

Seseorang dengan gagal jantung mungkin mengalami kehilangan nafsu makan. Hal ini disebabkan Anda tidak memiliki aliran darah yang cukup pada system pencenaan. Menyebabkan masalah pada pencernaan dan membuat rasa tidak nyaman dan hilang nafsu makan.

Cara mendapat nutrisi yang baik

Anoreksia menyebabkan komplikasi seperti kehilangan berat badan dan kurang nutrisi. Meskipun tidak merasa lapar atau ingin makan, menjaga erat badan sehat dan mendapat nutrisi baik untuk tubuh cukup penting. Berikut adalah beberapa cara praktis melalui hari ketika keinginan makan Anda kurang:

  • Makan 5 hingga 6 makanan sehari dengan sedikit  daripada makan 3 porsi besar yang dapat membuat Anda merasa kekenyangan
  • Catat waktu selama satu hari ketika Anda merasa sangat lapar.
  • Mengemil ketika merasa lapar. Pilihlah cemilan yang tinggi kalori dan protein seperti buah-buahan kering, yoghurt, kacang dan selai kacang, keju, telur, protein, granola dan pudding.
  • Makan di tempat yang menyenangkan yang membuat Anda nyaman.
  • Makan makanan yang lembut seperti kentang tumbuk atau jus, jika Anda kehilangan nafsu makan karena sakit.
  • Bawa cemilan favorit kemanapun Anda pergi.
  • Tambahkan rempah atau saus untuk membuat makanan lebih menarik dan tinggi kalori.
  • Minum cairan ketika makan jadi Anda tidak merasa kenyang saat makan.
  • Temui ahli gizi untuk membuat rencana makan yang terbaik untuk Anda.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Kehilangan nafsu makan umumnya tidak mendapat perhatian khusus. Periksakan diri ke dokter jika anoreksia menyebabkan kehilangan berat badan signifikan atau Anda menunjukkan gejala kekurangan nutrisi seperti:

  1. Lemah
  2. Sakit kepala
  3. Pusing

 

Kekurangan nutrisi membuat tubuh Anda sulit bekerja dengan baik. Selain itu kekurangan makan juga dapat menyebabkan kehilangan masa otot.

Karena sakit yang berbeda dapat mengurangi nafsu makan, dokter Anda mungkin menanyakan beberapa pertanyaan berdasarkan kesehatan Anda saat ini. Beberapa pertanyaan tersebut seperti:

  • Apakah Anda akhir-akhir ini menggunakan obat untuk kondisi tertentu?
  • Apakah terdapat perubahan berat badan Anda baru-baru ini?
  • Apakah kehilangan nafsu makan merupakah gejala baru atau sudah lama terjadi?
  • Apakah ada hal-hal dalam hidup Anda yang membuat Anda kecewa?

Tes digunakan untuk mendiagnosa masalah medis utama seperti tes laboratorium bahkan MRI atau sinar X yang mengambil gambar spesifik dalam tubuh Anda. Tes ini akan mengetahui lebih detil gangguan yang terjadi pada tubuh Anda.

Dokter Anda mungkin menyarankan tes darah atau tes urin untuk memeriksa fungsi liver dan ginjal Anda. Jika Anda menunjukkan tanda-tanda kurang nutrisi, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter mengenai tanda-tanda ini dan terapi apa yang mungkin perlu dilakukan.

Referensi

American Family Physician (2015). Initial Evaluation, Diagnosis, and Treatment of Anorexia Nervosa and Bulimia Nervosa.

Betterhealth (2017). Healthy Living. Anorexia Nervosa.

Gorwood, et al. (2016). New Insights in Anorexia Nervosa. Frontiers in Neuroscience, 10.3389/fnins.2016.00256.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit