5 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Kulit Berminyak Makin Parah

Dipublish tanggal: Agu 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
5 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Kulit Berminyak Makin Parah

Munculnya minyak dengan jumlah berlebih pada wajah seseorang terjadi karena faktor yang beragam. Ada yang muncul karena faktor genetik, kebiasaan merawat wajah yang buruk, atau bahkan faktor lingkungan. Memiliki kulit berminyak terkadang membuat orang tidak percaya diri ketika harus bertemu orang lain. 

Orang dengan kulit berminyak harus melakukan banyak perawatan khusus untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat dan tidak kusam. Kulit wajah dengan minyak yang berlebih juga dapat mengganggu penampilan Anda karena dapat menyebabkan jerawat

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Bagi Anda yang memilki kulit berminyak, ada beberapa produk kecantikan yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kulit berminyak yang mengkilap, seperti kertas minyak (blotting paper), bedak wajah translucent, dan primer wajah. Produk-produk tersebut menjadi teman yang baik bagi pemilik wajah berminyak. 

Meskipun sudah menggunakan produk-produk diatas, terkadang kulit Anda masih saja mengeluarkan minyak berlebih. Mengapa? Karena tanpa disadari, Anda melakukan sejumlah kebiasaan yang mengakibatkan kulit berminyak Anda semakin parah dari sebelumnya. Apa saja kebiasaan tersebut? Simak informasinya dibawah ini! 

Ingin “mengeringkan” wajah

Seringkali Anda menginginkan wajah yang kering dengan cara yang salah. Anda membuat wajah sekering mungkin hingga terasa kesat. Akan tetapi bagi pemilik wajah berminyak, kulit wajah yang kesat merupakan impian yang sulit tercapai. 

Mengapa? Karena minyak sering muncul kembali setelah Anda selesai mencuci muka. Maka dari itu, Anda pasti memiliki beberapa macam produk yang membuat muka kering, seperti toner yang mengandung alkohol, yang membantu Anda meraih kulit kesat. 

Meskipun dapat mengurangi minyak, produk toner Anda yang beralkohol dapat menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri. Pasalnya, kulit wajah yang selalu distimulasi alkohol dapat memproduksi minyak secara berlebihan. Hal ini terjadi sebagai reaksi dari sel-sel kulit Anda yang mengeluhkan kurangnya persediaan minyak di wajah. 

Menumpuk pelembap 

Setelah mencuci muka, semua orang akan merasa bahwa kulit wajah mereka kering. Karena merasa kering, Anda mungkin mulai menggunakan pelembap dalam jumlah yang cukup banyak untuk membuat kulit wajah menjadi lembap. Jumlah pelembap yang banyak diharapkan dapat membuat wajah mendapatkan kelembapan yang diperlukan. 

Iklan dari HonestDocs
Standard Facial 1 Kali Di Reface Clinic

Sudah termasuk cuci wajah, peeling, ekstrak komedo, dan masker.

Standard facial 1x di reface clinic

Akan tetapi, yang harus Anda ketahui adalah bahwa kelenjar minyak akan kembali mengisi ulang persediaan minyak setelah 20 menit. Oleh karena itu, gunakanlah pelembap secukupnya setelah cuci muka dan tunggulah sekitar 20-30 menit untuk memastikan apakah kulit Anda masih memerlukan pelembap atau tidak. 

Menggunakan make up yang tebal 

Untuk menghindari munculnya minyak di wajah, Anda terkadang menggunakan make up yang tebal agar make up tetap bertahan dalam waktu yang cukup lama. Namun, ternyata hal ini tidaklah benar. Penggunaan make up tebal untuk menutupi kulit berminyak justru akan menyebabkan minyak diproduksi secara berlebihan sehingga dapt merusak pondasi kulitmu. 

Pembersih wajah yang salah

Bagi Anda yang memiliki kulit berminyak, sabun pembersih wajah yang terbuat dari krim atau minyak sangat tidak cocok untuk digunakan. Sebaiknya Anda menggunakan foam-based cleanser, sabun dengan kandungan yang mampu memecah minyak, namun tidak membuat wajah kering. 

Selain itu, hindari kebiasaan tidak menggunakan pembersih wajah sebelum tidur. Kebiasaan buruk ini akan memicu kerusakan pada kulit dan dan masalah kulit yang lain. Kulit menjadi bermasalah karena make up yang belum dihapus akan memblokir pori-pori dan menyebabkan munculnya jerawat. Terlebih, hal ini dapat membuat Anda mengalami penuaan dini dengan cepat. 

Tidak cermat dalam melihat komposisi produk wajah 

Selain beberapa kebiasaan di atas, menggunakan produk wajah yang tidak memiliki kandungan yang cocok bagi kulit Anda juga dapat menambah produksi minyak di wajah Anda. Ketika membeli sebuah produk, cermatilah produk yang memiliki bahan dasar salicylic acid. 

Salicylic acid merupakan kandungan yang bersifat mengikat dan menyerap minyak ke dalam folikel rambut. Folikel rambut merupakan tempat dari kelenjar minyak itu sendiri. Jadi, salicylic acid dapat menumpas produksi inyak yang berlebihan. Selain itu, Anda juga lebih baik menghindari produk perawatan wajah yang mengandung glycolic acid.

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Endly DC, et al. (2017). Oily skin: A review of treatment options. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5605215/)
Bad Skin Habits That Lead to Acne. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/acne/bad-skin-habits.aspx)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app