Pandemi COVID-19 Belum Tuntas, Ini Fungsi Masker N95 dan Cara Pakainya

Dipublish tanggal: Sep 19, 2019 Update terakhir: Jun 18, 2021 Tinjau pada Okt 9, 2019 Waktu baca: 4 menit
Pandemi COVID-19 Belum Tuntas, Ini Fungsi Masker N95 dan Cara Pakainya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Masker N95 berbentuk setengah bulat, berwarna putih, dan dirancang khusus agar tidak mudah rusak.
  • Kode N95 berarti menunjukkan bahwa masker anti-polusi ini mampu menyaring debu, jamur, dan partikel PM2.5 hingga 95%. 
  • Masker N95 respirator diyakini efektif melindungi diri dari paparan virus corona, selama digunakan dengan benar dan tidak ada celah.
  • Masker N95 harus diganti setiap 8 jam supaya fungsinya tetap efektif dan aman.
  • Masker N95 tidak diperuntukkan bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pasien dengan penyakit kardiovaskular maupun penyakit paru kronis.
  • Klik untuk membeli masker N95 3M 8210 atau masker N95 20S serta perlengkapan new normal lainnya via HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.
  • Dapatkan paket cek COVID-19 berupa swab PCRswab antigen, dan rapid test dengan promo menarik dan layanan tim medis berpengalaman lewat HDmall.

Jika kamu sedang mencari masker yang ampuh melindungi diri dari paparan polusi, kabut asap, hingga paparan virus corona selama pandemi COVID-19masker N95 adalah jawabannya. Dibandingkan jenis lainnya, masker N95 lebih efektif menyaring partikel debu dan polutan di udara. Meski demikian, pastikan kamu memakai masker N95 dengan benar, ya!

Apa fungsi masker N95?

Masker N95 adalah alat pelindung yang menutupi area hidung dan mulut. Fungsinya untuk mencegah masuknya debu, polutan, serta virus ke dalam tubuh. Masker ini berbentuk setengah bulat, berwarna putih, dan dirancang khusus agar tidak mudah rusak.

Tidak hanya masker N95, jenis masker dengan kode N ini memiliki angka lain di belakangnya, misalnya N99 dan N100. Perbedaan angka di belakangnya menunjukkan efektivitas masker dalam menyaring udara. 

Kode N95 berarti menunjukkan bahwa masker anti polusi ini mampu menyaring debu, jamur, dan partikel PM2.5 hingga 95%. Itulah sebabnya, masker N95 paling banyak diandalkan untuk mengurangi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan, serta sangat dianjurkan untuk dipakai oleh para tenaga medis dan frontliner lainnya selama pandemi COVID-19.

Kekurangan masker N95 adalah tidak tahan dengan polutan berbasis minyak, layaknya pada masker dengan kode P atau R. Masker N95 juga tidak mampu melindungi tubuh dari paparan uap kimia, gas, karbon monoksida, bensin, asbes, timah, dan lingkungan dengan oksigen rendah.

Baca juga: Polusi Udara Jakarta Makin Parah, Berapa Angka AQI dan PM2.5 yang Aman?

Siapa saja yang harus pakai masker N95?

Setiap orang dianjurkan untuk memakai masker N95 ketika berada di lingkungan yang penuh polusi dan berisiko tinggi selama pandemi. Begitu juga pada orang-orang yang tinggal di daerah yang terkena kabut asap hasil kebakaran hutan, sangat disarankan untuk menggunakan masker N95. 

Masker N95 juga dirancang khusus untuk para pekerja lapangan yang rentan terpapar debu atau partikel-partikel kecil di lokasi kerjanya. Jenis masker ini juga disarankan untuk penderita influenza atau gangguan pernapasan ringan lainnya yang rentan terpapar debu.

Karena didesain untuk ukuran orang dewasa, masker 95 tidak diperuntukkan bagi anak-anak. Lansia, ibu hamil, dan pasien yang terkena penyakit kardiovaskular maupun penyakit paru kronis juga tidak disarankan memakai masker ini karena dapat menghalangi aliran udara. Alhasil, napas malah jadi makin berat dan memicu sesak napas.

Cara pakai masker N95 yang benar

Bermanfaat atau tidaknya fungsi masker N95 tergantung dari cara kamu memakainya. Bukannya melindungi tubuh, salah cara pakai masker N95 tentu akan membuat polutan lebih mudah terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan.

Agar tidak salah langkah, berikut cara pakai masker N95 yang benar:

  • Posisikan nose clip berada di atas hidung, lalu pastikan bagian hidung dan mulut tertutup oleh masker.
  • Pegang kedua tali, kemudian sangkutkan ke telinga kanan dan kiri. Ada juga tipe masker N95 yang talinya dilingkarkan ke belakang kepala.
  • Tekuk nose clip agar benar-benar menempel di atas hidung. Jangan lupa rapatkan masker hingga menyentuh dagu.
  • Pastikan masker N95 benar-benar menempel pada kulit wajah dan tidak ada celah yang terbuka.
  • Masker semestinya tidak terhalang oleh jenggot atau rambut wajah. Hal ini dapat membuat masker 'bocor' dan membuka jalur masuk udara kotor ke dalam masker.

Kamu mungkin masih bertanya-tanya, apakah masker N95 sudah terpasang dengan benar? Begini cara mengeceknya:

  • Pasang masker sesuai langkah-langkah di atas.
  • Tempelkan kedua tangan kamu di atas masker, tetapi jangan sampai terlalu menekan masker.
  • Tarik napas dengan kuat.
  • Jika seluruh permukaan masker ketarik ke arah wajah, artinya kamu menghirup udara yang terperangkap di antara wajah dan lapisan masker, bukan udara dari luar. Maka kemungkinan kamu sudah memakai masker N95 dengan benar.
  • Sebaliknya, apabila masker tidak mengatup ke arah wajah, maka bisa jadi ada celah sehingga kamu menghirup udara dari luar. Ulangi cara pakai masker N95 dari awal dan gunakan kembali dengan benar.

Segera lepas masker N95 jika kamu merasa sakit kepala, mual, hingga sesak napas. Carilah udara yang lebih bersih dan mintalah bantuan petugas medis setempat.

Baca juga: Mengenal Badai Sitokin yang Merenggut Nyawa dalam Sekejap

Kapan masker N95 harus diganti?

Dibandingkan jenis masker anti polusi lainnya, masker N95 cenderung mahal, sulit didapatkan, dan kurang praktis jika dipakai sehari-hari. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), masker N95 harus diganti setiap 8 jam supaya fungsinya tetap efektif dan aman.

Kamu juga perlu mengganti masker N95 jika basah atau kotor di bagian dalam, cacat, atau saringannya sobek. Ciri-ciri masker N95 yang sudah tak layak pakai adalah masker sudah tidak pas pada saat dipasang. 

Ingat, masker N95 termasuk masker sekali pakai dan tidak bisa dicuci ulang seperti masker kain. Masukkan masker N95 ke dalam plastik dan buang ke tempat sampah. Setelah itu, segera cuci tangan dengan bersih untuk menghindari risiko kontaminasi.

Baca juga: Alami Efek Samping Vaksin COVID-19? Ini Cara Mengatasinya

Apakah masker N95 bisa bantu mencegah penularan virus corona?

Virus corona penyebab COVID-19 yang mewabah di Kota Wuhan, China, dapat menyebar lewat droplet di udara. Ketika droplet berisi virus tersebut terhirup dan masuk ke dalam tubuh, virus dapat berkembang dan perlahan-lahan menimbulkan gejala virus corona.

Penggunaan masker bisa membantu mengurangi risiko penularan penyakit, seperti batuk, flu, bahkan hingga infeksi virus corona. Semua jenis masker sebetulnya bisa saja digunakan untuk menghalau virus corona, asalkan digunakan secara benar.

Namun, masker N95 respirator diyakini cukup efektif melindungi diri dari paparan virus corona. Pasalnya, masker N95 dilengkapi dengan lapisan penyaring khusus yang mampu menghalau partikel berbahaya di udara hingga 95%.

Kunci terpentingnya adalah pastikan kamu sudah menggunakan masker N95 dengan benar dan tidak ada celah yang terbuka di sekitar hidung dan mulut. Bila mulai merasa tidak nyaman atau kesulitan bernapas, segera lepas dan ganti dengan jenis masker lainnya yang membuat kamu nyaman. 

Sebetulnya tidak masalah bila kamu lebih nyaman dengan jenis masker selain tipe N95. Yang terpenting, gunakan dengan benar supaya efektif mencegah penularan penyakit.

Baca juga: Setelah Berlibur Saat Pandemi, Perlukah Tes COVID-19?

Di mana saya bisa membeli masker N95?

Masker N95 bisa didapatkan di apotek terlengkap yang ada di sekitar kamu. Kabar baiknya, sekarang kamu dapat membeli masker N95 via HDmall secara online. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot-repot pergi ke apotek atau pusat kesehatan untuk mendapatkan masker N95. Jangan lupa untuk menggunakan masker N95 dengan benar agar kamu semakin terlindungi dari paparan virus corona.

Baca juga: Kupas Tuntas Vaksin COVID-19: Efikasi, Syarat, dan Efek Samping


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Annals of Internal Medicine. Facemasks and hand hygiene to prevent influenza transmission in households: A clustered randomized trial. (http://annals.org/article.aspx?articleid=744899). 6 Oktober 2009.
The Straits Times. Wuhan virus: Opt for surgical masks over N95 masks for protection, say experts. (https://www.straitstimes.com/singapore/health/opt-for-surgical-masks-over-n95-masks-for-protection-experts). 23 Januari 2020.
PLoS One. Facemasks, hand hygiene, and influenza among young adults: A randomized intervention trial. (http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0029744). 25 Januari 2012.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app